Sport

Qatar Cetak Sejarah, Raih Poin Perdana di Piala Dunia Usai Tahan Swiss 1-1

Minggu, 14 Juni 2026 | 15:23 WIB
Qatar Cetak Sejarah, Raih Poin Perdana di Piala Dunia Usai Tahan Swiss 1-1

ILUSTRASI. Qatar akhirnya pecah telur! Gol bunuh diri menit akhir selamatkan satu poin bersejarah di Piala Dunia 2026. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Sumber: Reuters  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tim nasional Qatar mencatatkan sejarah baru dengan meraih poin pertama mereka di ajang Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Swiss dalam laga Grup B yang berlangsung di Santa Clara, California, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat.

Gol bunuh diri yang tercipta pada masa injury time menjadi penyelamat Qatar sekaligus memicu perayaan besar dari skuad dan para pendukung mereka. Hasil ini membuat persaingan di Grup B semakin terbuka setelah seluruh tim sama-sama mengoleksi satu poin.

Kapten Qatar, Boualem Khoukhi, dan bek Swiss Miro Muheim sama-sama menyambut umpan silang Homam Ahmed pada menit ke-94. Sundulan Khoukhi kemudian membentur Muheim dan masuk ke gawang Swiss, membuyarkan keunggulan yang sebelumnya diraih melalui penalti Breel Embolo pada babak pertama.

Bagi Swiss, hasil imbang ini terasa mengecewakan mengingat mereka mendominasi pertandingan dengan melepaskan 26 percobaan ke gawang, jauh lebih banyak dibandingkan tujuh peluang yang dimiliki Qatar.

Empat tahun setelah gagal meraih kemenangan pada debut mereka di Piala Dunia 2022 di kandang sendiri, Qatar kini akhirnya berhasil mencatatkan poin pertama dalam sejarah partisipasi mereka di turnamen tersebut.

Usai gol penyeimbang tercipta, seluruh pemain Qatar berhamburan ke lapangan untuk merayakan hasil bersejarah tersebut. Momen itu juga menjadi pencapaian penting bagi pelatih asal Spanyol, Julen Lopetegui, yang menjalani laga Piala Dunia pertamanya sebagai pelatih.

Baca Juga: Australia Raih Kemenangan Mengejutkan 2-0 atas Turki di Piala Dunia 2026

"Kami telah mewujudkan satu mimpi ketika berhasil datang ke sini, yakni bisa tampil di Piala Dunia, dan hari ini kami kembali meraih mimpi kecil lainnya. Kini kami berhak untuk terus bermimpi," ujar Lopetegui kepada para wartawan.

Kiper Qatar, Mahmoud Abunada, juga mengungkapkan rasa bahagianya meski sebelumnya melakukan pelanggaran terhadap Remo Freuler yang berujung hadiah penalti bagi Swiss pada menit ke-17.

"Ini adalah poin pertama dalam sejarah tim nasional Qatar. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan," kata Abunada.

"Sejujurnya, pertandingan ini dimainkan dengan tekad yang luar biasa dari semua pemain. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Swiss Gagal Maksimalkan Dominasi

Swiss sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan dan berkali-kali mengancam pertahanan Qatar. Dan Ndoye menjadi salah satu pemain yang paling banyak menyia-nyiakan peluang, terutama pada babak pertama.

Momentum emas datang ketika Abunada menjatuhkan Remo Freuler di dalam kotak enam yard. Freuler berhasil mengejar sundulan Embolo sebelum dijatuhkan keras oleh sang penjaga gawang.

Wasit Said Martinez langsung menunjuk titik putih, meski keputusan tersebut sempat melalui pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) yang cukup panjang. Abunada sendiri menerima kartu kuning akibat pelanggaran tersebut dan sempat mendapatkan perawatan medis.

Sementara Swiss terus menciptakan peluang, lini depan Qatar relatif kesulitan menembus pertahanan lawan.

Baca Juga: Piala Dunia: Brasil Ditahan Imbang Maroko 1-1, Ancelotti Akui Timnya Tampil Gugup

Akram Afif Tetap Menjadi Ancaman

Penyerang andalan Qatar, Akram Afif, mendapat pengawalan ketat sepanjang laga. Namun menjelang akhir babak pertama, ia sempat menemukan ruang di sisi lapangan dan memberikan umpan kepada Edmilson yang kemudian melepaskan tembakan satu sentuhan, tetapi masih mampu diamankan oleh kiper Swiss, Gregor Kobel.

Pada babak kedua, Qatar lebih banyak bertahan dengan menumpuk pemain di depan kotak penalti sendiri. Sejumlah pergantian pemain dari kedua kubu juga belum mampu mengubah jalannya pertandingan yang cenderung stagnan.

Kebuntuan baru pecah pada menit-menit akhir ketika Homam Ahmed melepaskan umpan silang akurat yang disambut Boualem Khoukhi dan akhirnya menghasilkan gol bunuh diri Miro Muheim untuk memastikan skor 1-1.

Gol tersebut membuat para pendukung Qatar yang mengenakan pakaian tradisional thobe bersorak gembira di tribun stadion.

Murat Yakin Soroti Penyelesaian Akhir Swiss

Meski masih memiliki peluang lolos dari fase grup, hasil ini menjadi peringatan bagi Swiss yang gagal mengamankan kemenangan setelah mendominasi jalannya pertandingan.

Baca Juga: Skotlandia Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia Setelah 36 Tahun, Kalahkan Haiti

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengakui timnya bermain agresif namun kurang efektif dalam memanfaatkan peluang.

"Kami memiliki rencana untuk tampil sangat dominan dan sangat menyerang. Kami menciptakan peluang-peluang yang sangat bagus, tetapi sayangnya kami tidak selalu efisien. Mungkin kami kurang cerdas dan kurang presisi pada penyelesaian akhirnya," ujar Yakin.

Swiss selanjutnya akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Stadion Los Angeles pada Kamis mendatang. Sementara itu, Qatar akan melanjutkan perjuangan dengan menghadapi tuan rumah bersama, Kanada, di Vancouver pada hari yang sama.

Meski jumlah penonton resmi tercatat mencapai 67.966 orang, masih terlihat cukup banyak kursi kosong di stadion berkapasitas sekitar 70.000 penonton yang menjadi markas tim NFL San Francisco 49ers tersebut.

Pendukung Swiss yang mengenakan atribut berwarna merah hadir dalam jumlah besar untuk menyaksikan kapten Granit Xhaka dan bek senior Ricardo Rodriguez mencatat penampilan Piala Dunia ke-13 mereka bersama tim nasional Swiss. Namun, gol dramatis di penghujung laga membuat momen bersejarah tersebut gagal ditutup dengan kemenangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru