Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.168
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Rata-rata biaya produksi iPhone hanya 33% dari harga resmi saat peluncuran

Sabtu, 06 April 2019 / 09:13 WIB

Rata-rata biaya produksi iPhone hanya 33% dari harga resmi saat peluncuran
ILUSTRASI. Peluncuran seri iPhone terbaru di Jakarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga mahal melekat pada berbagai produk Apple. Banyak yang menyebutkan, biaya bahan dan produksi iPhone tidaklah seberapa dibandingkan merek yang membuat harga jual gadget ini menjadi tinggi. Apakah benar? Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, situs e-commerce berhemat CupoNation mengumpulkan data dari biaya produksi iPhone dari masa kemasa dan membandingkan dengan harga resmi iPhone pada saat peluncuran.

Berdasarkan rilis yang Kontan.co.id terima, Jumat (5/4), ternyata berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari 18 model dari tahun 2008 hingga 2018, persentase biaya produksi iPhone rata-rata 33,07% dari harga resmi saat peluncuran. Meskipun memiliki biaya produksi yang terbilang rendah, inovasi iPhone menjadikannya begitu berharga, hingga tetap diminati walau dengan harga di atas rata-rata smartphone di pasaran. 


Mari kita telusuri beberapa model. Biaya produksi iPhone XS Max setidaknya mengambil 35% dari harga resmi iPhone atau sekitar Rp 5.459.610. Salah satu model yang baru diluncurkan oleh Apple adalah iPhone XS Max seharga US$ 1.099 atau setara dengan Rp15.378.032. Jika melihat dari biaya bahan dan produksi, untuk memproduksi satu unit iPhone XS Max maka setidaknya Apple harus mengeluarkan US$ 390 atau setara dengan Rp. 5.459.610. Apabila nominal tersebut disanding dengan harga resmi saat peluncuran, biaya produksi sebuah iPhone XS Max akan mengambil sekitar 35% dari harga jualnya. 

Biaya Produksi iPhone SE memiliki persentase tertinggi yaitu 39% dari harga jual. iPhone SE merupakan produk Apple yang dilego dengan harga lebih murah dari iPhone model lainnya. Pada saat peluncuran, harga iPhone SE dibanderol dengan harga US$ 399 atau setara Rp 5.583.107. Meski memiliki harga yang terbilang rendah, biaya produksi model ini justru mengambil porsi cukup besar yaitu sekitar 39% dari harga jual. Setidaknya, Apple harus mengeluarkan US$ 156,2 atau setara Rp 2.186.644 untuk memproduksi setiap unitnya. 

iPhone 6 Plus merupakan model dengan harga produksi paling rendah dari harga jual. Biaya produksi terendah yaitu $211.10 atau sekitar Rp 2.955.189. Jika dibandingkan dengan harga jualnya yang dimulai dari US$ 749 atau setara dengan Rp. 10.480.570, maka persentase biaya produksi iPhone 6 Plus hanya akan mengambil 28% dari harga penjualan. 


Reporter: Ahmad Febrian
Editor: Ahmad Febrian
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0658 || diagnostic_web = 1.0129

Close [X]
×