Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • EMAS658.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Sayap terbang, bisakah menjadi pengganti pesawat di masa depan

Minggu, 14 April 2019 / 23:47 WIB

Sayap terbang, bisakah menjadi pengganti pesawat di masa depan
Prototipe flying wing atau sayap terbang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kita semua tahu pesawat tidak bisa terbang tanpa sayap. Namun bisakah sayap terbang tanpa bodi atau badan pesawat? Ternyata prototipe sayap yang dapat terbang tanpa badan pesawat ini telah ditemukan.

Bahkan contoh “flying wing” atau “sayap terbang” ini telah dipamerkan di AERO Friedrichshafen, Jerman, pada 11 April lalu. Pesawat ringan bertipe Horten HX-2 ini telah dikembangkan selama tiga tahun dan tengah menjalani uji terbang.


Pesawat Rentang sayapnya memiliki panjang mencapai 10 meter dengan ujung melengkung ke atas. “Sayap terbang” ini memiliki kabin dengan dua kursi mungilnya dan memiliki panjang hanya sekitar 2 meter.

Bernhard Mattlener, direktur pelaksana Horten Aircraft mengatakan bahwa “sayap terbang” diperkirakan memiliki kemampuan terbang lebih cepat dibandingkan pesawat terbang berbadan besar pada umumnya.

Prototipe flying wing atau sayap terbang. Prototipe flying wing atau sayap terbang.(CNN Travel) "Karena daya tahan aerodinamis-nya yang rendah, sayap terbang lebih jauh dan lebih cepat daripada pesawat yang sebanding dengan badan pesawat.

Desain badan pesawat membuatnya mudah diadaptasi untuk memasang teknologi propulsi (daya tahan memindahkan barang) baru yang kami perkirakan akan tersedia di masa depan," ujarnya. Meskipun terlihat sangat modern, konsep sayap terbang sebenarnya telah digagas sejak awal kemunculan teknologi penerbangan.

Sebelumnya Hugo Junkers bahkan telah mematenkan konsep sayap terbang nurflugel pada tahun 1910. Adapun Horten Aircraft adalah referensi untuk perancang pesawat Jerman Ing Reimar Horten, dan pelopor konsep sayap terbang ini.

Horten dan saudaranya Walter merancang sayap terbang bertenaga jet pertama di dunia, Horten Ho 229, menjelang akhir Perang Dunia II. Pesawat ini kadang-kadang disebut sebagai "Hitler's Stealth Fighter" dan merupakan prototipe pesawat petarung.

Horten Aircraft mengatakan bahwa “sayap terbang” didasarkan pada konsep revolusioner all-wing asli Reimar Horten, sambil menggabungkan teknologi bodi sayap campuran baru.

“Konsep ini didukung oleh mesin Rotax 912 dengan dua tangki bahan bakar 120 liter, dan terbuat dari bahan karbon atau kaca serat. Ini adalah pesawat "pendorong" yang digerakkan baling-baling, artinya baling-baling mendorong pesawat ke depan, alih-alih menariknya ke udara,” papar Bernhard.

Bernhart melanjutkan, banyak pihak telah memberikan respon positif pada prototipe ini. "Kami kewalahan oleh respon positif dan kami menemukan begitu banyak dukungan untuk ide tersebut. Kami tampaknya mendapat tekanan pasar. Penerbangan semakin bergerak menuju sistem propulsi alternatif.

Pesawat “sayap terbang” adalah platform ideal untuk teknologi yang akan datang,"pungkasnya. Lalu akankan "sayap terbang" akan menggantikan fungsi pesawat terbang di masa mendatang? Kita tunggu saja. (Sherly Puspita)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "“Sayap Terbang”, Mungkinkah Jadi Pengganti Pesawat di Masa Depan?",
 


Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0556 || diagnostic_web = 0.5674

Close [X]
×