​Sejarah All England, kejuaraan badminton tertua di dunia

Rabu, 17 Maret 2021 | 07:37 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Sejarah All England, kejuaraan badminton tertua di dunia

ILUSTRASI. Ganda Putra Hendra/Ahsan menjuarai All England 2019 setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 11-21, 21-14 dan 21-12ANTARA FOTO/Widya Amelia - Humas PP PBSI/hma/foc.


KONTAN.CO.ID -  All England 2021 akan digelar mulai hari ini, Rabu (17/3/2021) hingga Minggu (21/3/2021) di Birmingham, Inggris. 

Pertandingan bulu tangkis level Super 1000 ini akan menampilkan tujuh wakil dari Indonesia. 

Di antaranya adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Lantas, seperti apa sejarah pertandingan bulu tangkis All England? 

Baca Juga: Pemerintah targetkan 1.000 atlet dan tenaga pendukung jalani vaksinasi Covid-19 kedua

Sejarah All England

Pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow di All England 2019

All England adalah turnamen badminton tertua dan terbesar di dunia. 

Dirangkum dari Badmintonfamly.com dan Allenglandbadminton.com, sejarah All England dimulai ketika suksesnya turnamen badminton pertama dunia yang diadakan di Guildford pada 4 April 1898.

Kemudian, Kejuaraan All England pertama kali diadakan pada tahun 1899. Pada tiga tahun pertama, turnamen tersebut masih bernama Open English Championship. 

Tetapi sejak tahun 1902, turnamen ini resmi berubah menjadi “The All England Championships” atau yang sekarang dikenal dengan All England. 

Pada tahun pertama turnamen All England diselenggarakan hanya memainkan tiga nomor saja, yakni ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Di tahun berikutnya ditambahkan nomor tunggal putra dan putri.

Baca Juga: Peneliti Inggris temukan tes virus corona tercepat, cukup 2 menit hasil akurat

Para pemain Inggris mendominasi turnamen tersebut pada paruh pertama abad ke-20, tetapi kemudian lebih banyak negara yang bergabung dan sebagai hasilnya persaingan semakin berkembang. 

Namun, penyelenggaraan turnamen All England tidak mulus. Turnamen tersebut dihentikan dua kali selama Perang Dunia I dari 1915 hingga 1919 dan Perang Dunia II dari 1940 hingga 1946. 

Selain itu, hingga tahun 1977, All England masih menjadi kejuaraan bulu tangkis dunia secara tidak resmi. Kemudian, pada tahun tersebut Federasi Bulutangkis Internasional menjadikannya sebagai ajang kejuaraan resmi bulu tangkis dunia.

Lalu, pada 2011, turnamen All England memasuki babak baru dengan didaulat sebagai salah satu dari lima turnamen Super Series Premier.  Hal ini membuat All England semakin dikukuhkan sebagai turnamen bulutangkis bergengsi.

Sponsor eksklusif turnamen  All England adalah Yonex sejak 1984

Baca Juga: Penelitian terbaru temukan tes Covid-19 tercepat dengan hasil akurat seperti PCR

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru