Wisata

Sijuk Heritage jadi model pengembangan Desa Wisata Belitung

Rabu, 27 Februari 2019 | 09:53 WIB   Reporter: Jane Aprilyani
Sijuk Heritage jadi model pengembangan Desa Wisata Belitung

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Desa Sijuk Heritage di Tanjung Kelayang, Belitung, dijadikan model dalam mengembangkan desa wisata yang memiliki daya tarik wisata.

Program revitalisasi Desa Sijuk Heritage melibatkan kekuatan unsur pariwisata pentahelix meliputi kalangan akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media sebagai upaya mendukung destinasi Tanjung Kelayang yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas.

“Awalnya, kami melakukan penelitian kemudian ditingkatkan sebagai program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Pemda Belitung serta kini didukung industri dan media sebagai kekuatan pentahelix pariwisata,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia Prof. DR. Andrianus L.G. Waworuntu dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Rabu (27/2).

Revitalisasi Desa Sijuk Heritage, menurut Andrianus L.G. Waworuntu, sangat penting dalam mendukung program pengembangan destinasi pariwisata prioritas Tanjung Kelayang, Belitung. Ia juga mengatakan dari program revitalisasi tersebut yang terpenting adalah permberdayaan dan keterlibatan masyarakat setempat dalam menyongsong pariwisata.

Hal senada juga disampaikan Bupati Belitung, Saani Saleh yang mengambarkan kebangkitan masyarakat Belitung dalam menyongsong pariwisata.

"Selama ini masyarakat Belitung terlena dengan tambang timah dan sumber daya alam lainnya. Kami terperangah ketika Film Laskar Pelangi karya novel Andrea Hirata yang tayang pada 2008 sukses menampilkan keindahan alam wisata Belitung. Ini menjadi awal bangkitnya kesadaran masyarakat Belitung terhadap pariwisata dan industri kreatif,” kata Sahani Saleh.

Esthy Reko Astuti mengatakan sebanyak 60 bangunan heritage (rumah Melayu) di Desa Sijuk akan direvitalisasi. “Tahun lalu, kami mulai merevitalisasi 5 rumah khas Melayu sebagai pemicu dan kami lanjutan tahun ini sebanyak 20 rumah dengan melibatkan komunitas masyarakat setempat serta produsen cat nasional dalam program CSR,” katanya.

Sekadar informasi saja, kunjungan wisatawan ke Belitung pada 2017 tercatat sebanyak 379.274 wisatawan terdiri atas 9.358 wisatawan mancanegara (wisman) dan 369.916 wisatawan nusantara (wisnus).

Wisman yang berkunjung ke Belitung berasal dari lima negara pasar utama meliputi Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, dan Jepang. Selain itu dari Australia, India, Amerika Serikat, dan Jerman.


Editor: Yudho Winarto
Tag


Terbaru