Spanyol Kehilangan Daya Gedor di Piala Dunia, Arab Saudi Siap Manfaatkan Momentum

Jumat, 19 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spanyol Kehilangan Daya Gedor di Piala Dunia, Arab Saudi Siap Manfaatkan Momentum

ILUSTRASI. Piala Dunia - Lamine Yamal, Timnas Spanyol (REUTERS/Siphiwe Sibeko)

Sumber: Reuters  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Timnas Spanyol menghadapi tekanan untuk tampil lebih tajam saat menghadapi Arab Saudi dalam laga kedua Grup H Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026), setelah hasil mengecewakan pada pertandingan pembuka.

Melansir Reuters, Juara Eropa itu hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan debutan Piala Dunia, Cape Verde, di Atlanta pada Senin (15/6).

Baca Juga: Piala Dunia: Scaloni Hadapi Dilema Lini Depan Argentina Jelang Laga Kontra Austria

Hasil tersebut di luar prediksi banyak pihak yang sebelumnya menjagokan Spanyol dan Uruguay untuk lolos langsung ke babak gugur.

Kini persaingan Grup H menjadi jauh lebih terbuka. Spanyol, Arab Saudi, Uruguay, dan Cape Verde sama-sama mengoleksi satu poin setelah Arab Saudi juga menahan Uruguay dengan skor 1-1 pada laga pertama.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, diperkirakan akan melakukan perubahan di lini serang untuk meningkatkan daya gedor timnya. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memainkan Lamine Yamal sejak menit awal.

Baca Juga: Lagu Satir Dubioza Kolektiv Berubah Jadi Anthem Timnas Bosnia di Piala Dunia 2026

Sebelum laga melawan Cape Verde, De la Fuente mengatakan bahwa keputusan memainkan Yamal akan bergantung pada perkembangan pertandingan, mengingat pemain berusia 18 tahun itu baru pulih dari cedera.

Namun, hasil imbang tanpa gol membuat kebutuhan akan kreativitas dan kecepatan di lini depan semakin mendesak.

Yamal yang masuk sebagai pemain pengganti pada 20 menit terakhir mampu memberikan energi baru bagi permainan Spanyol, meski belum cukup untuk menghasilkan gol kemenangan.

Selain Yamal, winger Nico Williams juga berpeluang tampil sebagai starter. Keduanya diperkirakan dapat menggantikan Gavi dan Ferran Torres yang dinilai kurang efektif pada laga pertama.

Baca Juga: Iran Akan Ajukan Protes kepada FIFA atas Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia

Meski demikian, Yamal disebut belum siap bermain penuh selama 90 menit. De la Fuente harus menentukan apakah akan menurunkannya sejak awal atau kembali menjadikannya senjata dari bangku cadangan.

Masalah lain yang menjadi sorotan adalah minimnya kontribusi lini depan. Penyerang Mikel Oyarzabal bahkan kesulitan mendapatkan sentuhan bola pada 30 menit pertama saat menghadapi Cape Verde.

Spanyol memang mendominasi penguasaan bola, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi peluang berbahaya. Kondisi ini menjadi alarm bagi tim Matador menjelang duel penting melawan Arab Saudi.

Meski demikian, para pemain Spanyol berusaha meredam kekhawatiran. Yamal menilai hasil imbang pada laga pertama bukanlah akhir dari segalanya.

"Banyak yang mempermasalahkan hasil imbang, padahal banyak tim lain juga mengalami hal yang sama. Itu tidak berarti apa-apa," kata Yamal.

Baca Juga: Jadwal Liga Inggris 2026/2027: Arsenal vs Coventry, Derby Manchester 12 September

"Menang 6-0 di pertandingan pertama juga tidak menjamin apa pun. Yang terpenting adalah memenangkan pertandingan di fase gugur," tambahnya.

Di kubu lawan, Arab Saudi datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menahan Uruguay.

Tim asuhan Georgios Donis juga memiliki pengalaman menciptakan kejutan di Piala Dunia, termasuk kemenangan sensasional atas Argentina national football team pada edisi sebelumnya.

Arab Saudi juga memiliki catatan sejarah tersendiri. Satu-satunya kali mereka berhasil lolos dari fase grup terjadi pada Piala Dunia 1994 yang juga digelar di Amerika Serikat.

Dengan seluruh tim di Grup H masih memiliki peluang yang sama, laga antara Spanyol dan Arab Saudi diperkirakan menjadi pertandingan krusial yang dapat menentukan arah persaingan menuju babak gugur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru