HOME

Stuck di New York, Roy Sembel sebut kerusuhan di AS mirip kerusuhan 1998 di Jakarta

Selasa, 02 Juni 2020 | 23:32 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Stuck di New York, Roy Sembel sebut kerusuhan di AS mirip kerusuhan 1998 di Jakarta

ILUSTRASI. Aktivitas Roy Sembel saat menjalankan isolasi mandiri

KONTAN.CO.ID -NEW YORK. Kerusuhan masih terjadi di kota-kota besar di Amerika Serikat (AS) hingga  Selasa (2/6).  Kerusuhan dan penjarah masih berlangsung bahkan membawa korban.

Dilansir dari Reuters, 2 Juni waktu setempat, lima orang polisi menjadi korban penembakan atas protes keras kematian pria berkulit hitam George Floyd oleh polisi.

Ini terjadi pasca Presiden  AS Donald Trump berjanji untuk mengerahkan militer jika kerusuhan tidak berhenti.  “Jika kota atau negara menolak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat dan dengan cepat menyelesaikan masalah," ujar Trump.

Presiden Trump memantik kemarah dengan berpose di sebuah gereja di seberang Gedung Putih memegang Alkitab, setelah petugas penegak hukum menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membersihkan pengunjuk rasa.

Demonstran membakar sebuah mal di Los Angeles, menjarah toko-toko di New York City dan terjadi bentrok para demontran di polisi di St Louis, Missouri, di mana empat petugas dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka ringan.

Roy Sembel  Profesor Distinguished Chair for Finance and Investment IPMI International Business School serta dosen pengajar investasi di berbagai universitas papan atas  saat ini masih berada di New York, mengunjungi  putrinya yang melahirkan pada bulan Maret lalu. Roy juga sempat harus melakukan isolasi mandiri lantaran ia positif Covid-19 beberapa waktu yang lalu. 

Baca Juga: Pengalaman Roy Sembel menjadi pasien covid-19 di New York, AS

Meski sekarang sudah sembuh, Roy masih bertahan di  New York, tepatnya di kota Queens, New York.  “Saya masih stuck di NY,” ujar Roy.

Menurut Roy, suasana kerusuhan yang terjadi New York mirip dengan kerusahan yang terjadi di Indonesia tahun 1998. “Kerusuhan terpusat di beberapa lokasi terutama di tengah kota,” ujar Roy. Semetara di pinggiran New York seperti Queens, kata Roy, masih relatif aman.

Sebagai gambaran, dalam dua hari sampai 3 hari terakhir, Roy menemani anaknya berbelanja makanan ke supermarket dan hypermarket di sekitar Queen, New York. “Suasananya masih relatif aman,” ujar Roy kepada Kontan, Selasa (5/6).

Menurut Roy, pengalaman saat kerusuhan di Jakarta tahun 1998 yang membuatnya harus menyewa ojek dari kantor sampai ke rumah membuatnya tak panik dalam kerusuhan di New York. “Meski begitu, kami tetap waspada dengan menghindari lokasi panas yang diinfokan secara real time oleh media,” ujar Roy.

Menurut Roy, kerusuhan yang terjadi di kota-kota besar ‘terselamatkan’ dengan masih banyaknya toko-toko yang tutup  sebagai antisipasi penularan corona atau Covid 19. “Most of time, banyak warga AS juga masih stay at home,” ujarnya. Warga AS hingga sejauh ini hanya akan keluar rumah untuk membeli kebutuhan essensial.

Hanya saja, diskusi  yang berkembang saat ini memang lebih banyak soal kerusuhan ketimbang pandemi corona (Covid-19).  "Dalam dua sampai tiga terakhir, Gubernur New York Andrew Cuomo juga lebih banyak mengingatkan warga untuk waspada, dan terus berupaya menyakinkan warga agar tetap tenang karena ia yakin polisi bisa mengatasi kerusuhan," ujar Roy. 

Dalam jumpa pers secara live yang ditonton Kontan, Selasa pukul 10.56 PM waktu setempat, Cuomo kembali mengatakan  New York dalam kondisi waspada untuk menghadapi kondisi apapun. Jam malam yang diberlakukan sejak Senin malam adalah merupakan bentuk siaga, setelah akhir pekan terjadi protes keras atas kematian Floyd.

Lagi-lagi, Cuomo mengatakan,Garda Nasional negara bagian itu siaga, setelah akhir pekan protes keras atas kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, di tangan polisi di Minneapolis.

Cuomo juga mengatakan, Departemen Kepolisian Kota New York juga akan menggandakan kehadirannya untuk membantu mencegah kekerasan dan kerusakan harta benda. Petugas tambahan akan dikerahkan ke daerah-daerah di mana kekerasan dan kerusakan properti terjadi selama protes Minggu malam - khususnya di Manhattan dan pusat kota Brooklyn.

"Saya sudah memberi tahu walikota di seluruh negara bagian bahwa saya bisa memanggil National Guard," kata Cuomo.

Cuomo mengatakan, Departemen Kepolisian New York memiliki personel yang cukup. Jika dibutuhkan, dia akan memanggil National Guard untuk cadangan.

 

 

 

Editor: Titis Nurdiana


Terbaru