Tingkatkan keamanan pengguna, TikTok luncurkan fitur Family Pairing

Jumat, 17 April 2020 | 15:53 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Tingkatkan keamanan pengguna, TikTok luncurkan fitur Family Pairing

ILUSTRASI. Tik Tok logos are seen on smartphones in front of a displayed ByteDance logo in this illustration taken November 27, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


MEDIA SOSIAL - JAKARTA. TikTok, sebagai platform video singkat, meluncurkan fitur Family Pairing atau Pelibatan Keluarga untuk meningkatkan keamanan pengguna khususnya anak di bawah umur.

Upaya ini  didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia dan UNICEF Indonesia.

Tak pelak jika sistem keamanan ini dibuat karena pengguna TikTok memulai aktivitas kreasinya di usia 14 tahun, ditambah mereka dipermudah dengan aplikasi yang bisa bebas diunduh.

Baca Juga: TikTok sumbang Rp 100 miliar untuk penanganan virus corona di Indonesia

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tahun 2019 terdapat 653 kasus kejahatan siber yang melibatkan anak dan remaja.

Laporan yang serupa dikeluarkan oleh UNICEF, di mana risiko penggunaan internet oleh remaja tanpa pengawasan termasuk juga pornografi, pelecehan seksual, radikalisme, dan perundungan siber.

Donny Eryastha, Head of Public Policy of TikTok Indonesia, Malaysia, and the Philippines menjelaskan semakin banyak keluarga menggunakan platform internet, seperti TikTok, untuk mencari hiburan, informasi, dan berhubungan satu sama lain.

"Hal ini sudah terjadi sebelum COVID-19, tapi belakangan ini jumlahnya terutama dengan adanya kebijakan social distancing membuat keluarga menjadi lebih sering bersama. Bahkan saat keluarga mengekspresikan kreativitas mereka dan berbagi momen di TikTok," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4).

Mempertimbangkan kebutuhan keluarga ini, Donny menyatakan TikTok mengambil sejumlah langkah untuk mengembangkan dan meningkatkan tim, kebijakan, kontrol, serta sumber edukasi kami.

"Hari ini, kami memperkuat komitmen kami dengan memperkenalkan fitur Family Pairing, dan menerapkan batasan baru untuk fitur Pesan Langsung,” kata Donny.

Baca Juga: TikTok hadirkan sejumlah program #SamaSamaDiRumah biar masyarakat betah di rumah

Fitur Family Pairing terbaru ini mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia dan UNICEF Indonesia, sebagai pengakuan atas usaha TikTok dalam memberdayakan orang tua untuk memfasilitasi perilaku online yang cerdas untuk anak remajanya.

“Meningkatkan literasi digital bagi orang tua untuk bisa mendampingi anak remajanya di ranah siber merupakan salah satu program utama pemerintah," jelas  kata Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia.

Bintang bilang untuk mewujudkan misi digital parenting ini, tentu saja dibutuhkan sinergi dari kolaborasi pemegang kepentingan, termasuk dari perusahaan teknologi seperti TikTok.

Fitur ini, yang akan dibuka dalam beberapa minggu ke depan di Indonesia, akan memungkinkan orang tua dan anak remajanya untuk mengkostumisasi pengaturan keamanan mereka berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Fitur ini menambah fitur keamanan TikTok dan melengkapi kinerja platform dalam menyediakan akses yang lebih baik ke fitur produk, saat pengguna mengembangkan literasi digitalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto

Terbaru