Kedai

Tujuhari Coffee sapa kaum millenial produktif Jakarta

Senin, 18 November 2019 | 10:54 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Tujuhari Coffee sapa kaum millenial produktif Jakarta

ILUSTRASI. Tujuhari Coffee sapa kaum millenial produktif Jakarta.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Galau menghadapi kemacetan akut yang menyesaki lalu lintas Ibu Kota Jakarta? Atau, bingung mencari tempat hangout sambil menuntaskan seabrek pekerjaan kantor di selatan Jakarta? Tujuhari Coffee mungkin bisa menjadi jawaban.

Berada di wilayah perkantoran Grand Wijaya, Jakarta Selatan, kedai yang digagas empat anak muda Jakarta ini menghadirkan tempat hangout dengan konsep modern, neutral dan produktif. “Konsep coffee shop ini memang ditujukan untuk kaum muda produktif. Istilahnya, jangan kasih kendor untuk berkarya, tapi masih bisa santai sambil mencari inspirasi dan ide-ide baru bareng teman-teman,” kata Lavie Daramarezkya, CEO Tujuhari Coffee di Jakarta, Minggu (17/11). 

Baca Juga: Fore Coffee akan buka 120 gerai hingga akhir 2019

Untuk menerjemahkan gagasan produktif tersebut, Lavie memilih warna abu-abu berselaras dengan putih yang mendominasi ruangan seluas 5x15 meter. Di dalam ruangan yang diberikan nama Productivity Chamber itu, hadir juga stage serta amphitheater yang menampilkan posisi duduk berjenjang.

“Ruangan Productivity Chamber idenya untuk mengakomodir multiple space scenario. Ruangannya fleksibel untuk diatur menjadi tempat workshop, seminar, movie screening, music performance, eksibisi seni dan kegiatan-kegiatan yang mendukung target pengunjung kami, yakni orang-orang yang produktif,” katanya. 

Pada bagian stage, Tujuhari menyediakan rak berisi buku-buku dan vinyl. Tujuannya adalah agar pengunjung bisa mencari inspirasi sambil membaca buku atau mendengarkan lagu-lagu yang diputar melalui vinyl player yang ada. Tujuhari memajang deretan koleksi musik klasik dan beberapa karya lawas yang jarang ditemukan di pasaran.

Terdapat beragam koleksi genre music mulai dari pop, ballad, klasik, rock, jazz, seperti The Beatles, Johann Sebastian Bach, hingga musisi kontemporer yang lagi nge-hits. Untuk menghadirkan kualitas akustik yang baik, ruangan dikonsep secara khusus di mana material yang digunakan juga berfungsi sebagai lapisan kedap suara. 

Di sisi lain, Audrian selaku CMO dari Tujuhari, juga meyakinkan kalau tempat kedai kopinya ini sangat Instagrammable. “Kita memang memikirkan pencahayaan maupun penataan ruangnya. Ini dirancang agar cocok untuk selfie maupun wefie,” ujar dia.

Baca Juga: Menyeruput manisnya cuan bisnis minuman boba kekinian

Lantas bagaimana dengan menu yang ada di Tujuhari Coffee? Wanita yang berprofesi sebagai corporate lawyer ini mengatakan pihaknya memiliki beberapa biji kopi pilihan yang siap dikemas dalam berbagai menu. “Kita ada menu-menu yang espresso based maupun manual brew,” ujar Lavie.

Sebagai gacoan menu dari Tujuhari Coffee, Fauzan, CFO dari Tujuhari mengatakan bahwa mereka memiliki Kopi Harian, menu kopi susu yang banyak diminati masyarakat saat ini. Namun, menurutnya, apa yang membuat kopi susunya menjadi spesial adalah karena kopinya berbasis espresso yang menggunakan biji kopi arabika. 

Selain itu, bagi penggemar kopi hitam, ada Black Peach. Ini kopi hitam yang diracik khusus agar menjadi lebih fresh dengan aksen citarasa fruity. “Seperti kopi Long Black, tapi lebih fun,” imbuhnya.

 


Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.

gopay
Editor: Tendi
Terbaru