Wisata

Vihara tertua di Jakarta, Kim Tek Ie alami lonjakan 7.000 pengunjung di Imlek 2570

Minggu, 03 Februari 2019 | 22:15 WIB   Reporter: Lita Febriani
Vihara tertua di Jakarta, Kim Tek Ie alami lonjakan 7.000 pengunjung di Imlek 2570

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vihara atau Klenteng tertua di Jakarta yang bernama Kim Tek Ie mengalami lonjakan pengunjung menjelang Imlek tahun ini. Lonjakan pengunjung diperkirakan akan mencapai 7000 pengunjung di Vihara yang terletak di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta.

Tahun lalu pengunjung Vihara mencapai sekitar 5000. Tahun ini usai vihara merenovasi beberapa bagian pengunjung diperkirakan akan bertambah lebih banyak.

"Dari sebulan yang lalu sudah mulai berdatangan. Pengunjung berasal dari macam-macam. Luar kota, mancanegara, ada India, Taiwan, Tiongkok, Inggris dan USA," tutur Zhaky Sundoro Aggie, Karyawan Vihara Kim Tek Ie kepada Kontan.co.id, Sabtu (2/2).

Kebanyakan pengunjung datang untuk bersembahyang. Namun banyak juga pengunjung yang datang untuk mengenal lebih jauh seperti apa vihara tertua ini.

Vihara Kim Tek Ie merupakan vihara tertua di Jakarta selain vihara di Ancol. Vihara Kim Tek Ie dibangun pada tahun 1650.

Vihara ini dibangun oleh seorang Letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen dan dinamakan Kwan Im Teng.

Dalam buku karangan Claudine Salmon (2003) yang berjudul "Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta", Vihara Kim Tek Ie diperkirakan ikut terbakar pada tahun 1740, atau saat pembantaian komunitas Tionghoa di Pecinan.

Pada tahun 2015 Vihara Kim Tek Ie juga pernah terbakar akibat kelalaian saat penyalaan lilin. Hanya bagian tengah vihara saja yang masih utuh saat kebakaran terjadi.

Vihara ini dihuni oleh 27 patung dewa. Salah satu patung yang telah ada sejak dulu ialah patung Dewi Kwan Im.

Patung ini berhasil diselamatkan saat kebakaran terjadi pada tahun 1740. Patung ini terletak dibagian depan vihara dan masih dirawat dengan baik hingga sekarang.


Editor: Tendi


Terbaru