Profesi | HOME |

PROFESI

Nofrisel, berkat tersesat di dunia logistik

oleh : Elisabeth Adventa | Sabtu, 11 November 2017 | 17:00 WIB

Nofrisel, berkat tersesat di dunia logistik

KONTAN.CO.ID - Pengalaman adalah guru terbaik. Istilah ini sepertinya lebih tepat digunakan untuk menggambarkan perjalanan karier Nofrisel, Direktur Operasi dan Pengembangan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Persero. Bekerja selama 27 tahun lebih di perusahaan logistik membuat pria kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini paham betul dunia logistik.

Pengalaman selama puluhan tahun tersebut menghantarkan Nofrisel sebagai salah satu ahli bidang logistik yang dimiliki Indonesia.

Sebelum didapuk menjadi Direktur Operasional dan Pengembangan di PT BGR, Nofrisel sudah malang melintang menyelami beberapa perusahaan logistik besar di Indonesia. Ia menyebut keterlibatan dirinya dalam dunia logistik sebagai pengalaman tersesat yang bermakna.

Saya ini lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), dulu keinginannya bisa kerja di bank, jadi bankir, sama seperti lulusan STIE kebanyakan. Tapi ternyata jalan karier saya di logistik dan sekarang saya sudah terlanjur mencintai bidang ini, ujar Nofrisel kepada KONTAN beberapa waktu lalu, ketika mengisahkan perjalanan kariernya.

Menurut Nofrizel, bila bagi kebanyakan orang, pengalaman tersesat merupakan pengalaman buruk yang tidak ingin diulang lagi, namun bagi Nofrizel tidak. Ia justru sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan dunia logistik.

Saya justru bersyukur karena tersesat di sektor ini. Jadi bisa menemukan bidang yang saya cintai, tuturnya. Selain menjadi bagian dari direksi BGR, Nofrisel juga dipercaya sebagai Sekretaris Tim Kerja Sistem Logistik Nasional.

Lahir dalam keluarga petani, tak menghalangi Nofrizel meneruskan pendidikan hingga ke jenjang doktoral. Pria berusia 53 tahun ini bangga bisa mendapat dukungan penuh dari orangtuanya untuk meneruskan pendidikan. Ia selalu ingat nasihat orang tuanya agar bekerja menggunakan otak. Dan agar bisa mewujudkan cita-cita itu, salah satu caranya adalah meneruskan sekolah.

"Jadi saya termotivasi untuk sekolah terus," ungkapnya.


Tamat dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Padang, Nofrisel melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Keuangan Perbankan dan Pembangunan (KBP) di kota yang sama. Ia berhasil lulus pada tahun 1989.

Setelah itu, ia langsung diterima bekerja di PT Pos Indonesia (Persero) pada tahun 1990. Di PT Pos inilah, Nofrisel mengawali karier sekaligus menimba banyak pengalaman dan ilmu di dunia logistik. Kala itu, Nofrisel langsung bekerja di PT Pos pusat yang ada di Kota Bandung.

Ia memulai kariernya dari bawah sebagai staf biasa. Karena ketekunan bekerja dan terus belajar, jenjang kariernya pun terus berkembang. Ia kemudian menduduki jabatan setara manajer sampai menjadi memegang jabatan terakhir Kepala SBU Pos Logistik hanya dalam waktu 17 tahun.

Selama bekerja di PT Pos Indonesia, Nofrisel mendapatkan kesempatan untuk berkuliah lagi di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1994. Ia mengambil jurusan Magister Manajemen, bidang studi Manajemen Pemasaran dan lulus 1996.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi yakni S3 jurusan Manajemen Strategik di Universitas Indonesia (UI). Selama kuliah ia masih bisa membagi waktu dengan pekerjaan. Namun begitu ia mengaku sempat mengalami kesulitan saat menyelesaikan tesis di UGM. Pasalnya, untuk penulisan dan penelitian di tugas akhir tidaklah mudah dan menyita banyak waktu dan perhatian.

Hal serupa dialami Nofrisel ketika sudah memasuki tugas akhir membuat disertasi doktoral di UI. Bahkan dia sempat mengambil cuti kerja agar bisa fokus pada kuliah dan menyelesaikan disertasi. Namun tetap saja ia tak kunjung bisa menyelesaikan disertasinya, ketika cuti telah usai. Karena itu ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di PT Pos pada tahun 2007.

Selain karena ingin menyelesaikan disertasinya, alasan Nofrisel keluar dari PT Pos adalah karena merasa kariernya terlalu cepat menanjak. "Jadi banyak teman seangkatan saya yang saya tinggalkan. Saya putuskan untuk fokus kuliah lagi, terangnya.

Nasib memang tak bisa diterka, baru sebulan keluar dari PT Pos, pria kelahiran Bukit Tinggi, 3 Oktober tahun 1964 ini dihubungi oleh salah satu direksi PT Berdikari (Persero) agar mau bergabung. Awalnya Nofrisel menolak, dengan alasan fokus pada disertasi. Namun, pihak direksi Berdikari memberikan solusi bagi keberlanjutan disertasinya, asal Nofrisel mau bergabung dengan mereka.

Jeda antara saya resign dari PT Pos ke Berdikari itu hanya sebulan. Direksi Berdikari di awal berjanji tidak akan menghalang-halangi saya kalau soal kuliah. Jadi ya sudah, saya mau bergabung. Dan karena itu, saya bisa menyelesaikan kuliah sampai S3, ujarnya.

 

Nofrisel bergabung di PT Berdikari selama 4 tahun lebih, mulai tahun 2007 2011, dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President. Di sela-sela kesibukan kerja di PT Berdikari, pria yang gemar berorganisasi ini juga berhasil menyelesaikan sekolah doktoralnya UI pada tahun 2009.

Berdikari itu punya kesan tersendiri bagi saya. Karena kerja di sana, saya bisa punya kesempatan menyelesaikan kuliah S3. Dan cita-cita saya waktu kecil kesampaian, bisa lulus dari UGM dan UI, kenangnya sambil tertawa.

Pada tahun 2011, Nofrisel memutuskan keluar dari PT Berdikari dan bergabung dengan PT Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) Logistic sebagai Managing Director. Menurutnya selama di JNE ia mendapat banyak pengalaman yang menambah khazanah pengetahuannya soal dunia logistik. Apalagi sistem kerja di JNE juga sangat dinamis. Di sini, ia juga belajar begitu pentingnya menghargai karyawan.

Nofrisel akhirnya harus mengakhiri kariernya di JNE Logistic pada tahun 2014. Pasalnya, Kementerian BUMN menelepon dan memintanya untuk berkontribusi dan bergabung dengan PT BGR. Ya karena saya diharapkan bisa bergabung dan berkontribusi untuk memajukan BGR, tidak ada salahnya saya terima tawaran tersebut, ungkapnya.

Kuncinya SDM dan IT

Berdasarkan pengalaman 27 tahun terjun di sektor logistik, membuat Nofrisel merumuskan dua kunci utama suksesnya bisnis logistik, yaitu people dalam hal ini Sumber Daya Manusia (SDM) dan Information Technology (IT). Ia menjelaskan, pengelolaan SDM yang tepat bisa membuat mereka menjadi kreatif dan inovatif. Kreativitas SDM ini tentunya perlu didukung oleh kemajuan teknologi, salah satunya teknologi informasi.

Baginya, kemajuan sebuah perusahaan logistik terletak pada kualitas IT dan SDM. Menurutnya, dalam perusahaan logistik, SDM bukan sekedar orang yang memiliki kompetensi yang tinggi, tapi juga orang yang bisa bekerja dalam team work. Ia bilang, perusahaan-perusahaan logistik yang sukses sebenarnya adalah perusahaan yang sukses membina SDM karyawannya. Khususnya bagaimana menciptakan SDM yang kreatif yang dipadukan oleh teknologi informasi.


Kemampuan Nofrisel semakin lengkap karena sudah tahu pola kerja perusahaan swasta dan BUMN. Menurutnya, ada perbedaan antara perusahaan swasta dan BUMN. Hal itu terletak dalam pengambilan keputusan.

Ia menilai dalam mengambil keputusan di perusahaan BUMN, masih terkesan struktural. Karena itu sulit mengambil keputusan yang cepat. Karena prosesnya panjang sesuai dengan struktur jabatan. Ini menjadi kelemahan karena biasanya kalah cepat dengan perusahaan swasta. Padahal dalam bisnis, kecepatan dalam mengambil keputusan sangat penting.

Selain itu, disiplin juga merupakan salah satu nilai yang harus diperbaiki oleh perusahaan BUMN. Menurut penilaian Nofrisel, kini sebagian besar BUMN sudah mulai berbenah, seperti perusahaan swasta. Dan bagi BGR sendiri sudah menjadi keharusan memiliki budaya kerja seperti perusahaan swasta. Jika tidak punya disiplin dan serba struktural, mana bisa kami mencapai target, katanya.

Tak hanya sibuk memimpin bidang operasional PT BGR, ayah tiga anak ini juga aktif bergabung dalam beberapa organisasi, seperti Asosiasi Perusahaan Pengiriman Jasa Express Indonesia (Asperindo) dan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI). Baginya, membangun networking sangat dibutuhkan untuk memajukan bisnis di bidang logistik.

Apalagi sekarang sudah bukan era kompetisi, melainkan sudah era kolaborasi. Sehingga perusahaan kompetitor bukan lagi sebagai tapi bisa menjadi rekan kerjasama.

Di samping berorganisasi, Nofrisel juga aktif pengajar di beberapa perguruan tinggi. Hingga saat ini, ia masih tercatat sebagai dosen pascasarjana ilmu logistik di Universitas Indonesia sejak 2005. Ia juga pernah mengajar di perguruan tinggi lain, seperti Universitas Trisakti, Institut Teknologi Bandung dan Lembaga Pendidikan PPM. Kecintaannya ke dunia logistik juga diwujudkan dengan mendirikan sekolah khusus logistik bernama Sembada Pratama School of Supply Chain and Logistic bersama teman-temannya di ALI sejak 2009.