Sport

Ancelotti Lanjut Latih Timnas Brasil hingga 2030, Siap Hadapi Tekanan Piala Dunia

Jumat, 15 Mei 2026 | 07:16 WIB
Ancelotti Lanjut Latih Timnas Brasil hingga 2030, Siap Hadapi Tekanan Piala Dunia

ILUSTRASI. Carlo Ancelotti (Dok./Twitter @MrAncelotti)

Sumber: Reuters  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Carlo Ancelotti resmi memperpanjang kontraknya sebagai pelatih tim nasional Brasil hingga 2030, memperkuat komitmennya dalam proyek jangka panjang menuju Piala Dunia berikutnya.

Pelatih asal Italia itu mengonfirmasi kepada Reuters pada Selasa (13/5/2026) bahwa kesepakatan perpanjangan kontrak sebenarnya sudah hampir rampung sejak sebelum pengumuman resmi dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) dua hari kemudian.

Baca Juga: Real Madrid Kalahkan Oviedo 2-0, Comeback Mbappé Justru Diwarnai Cemoohan

“Semuanya sudah beres, tinggal tanda tangan. Saya ingin bertahan,” ujar Ancelotti dilansir Reuters.

CBF dalam pernyataannya menyebut perpanjangan kontrak selama empat tahun tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja Ancelotti sejak ia mulai menangani tim pada akhir Mei 2025.

“Keberlanjutan Ancelotti di tim nasional Brasil mencerminkan dukungan CBF atas pekerjaan yang telah dilakukan pelatih, sekaligus kepercayaan yang ia dapatkan dari para pemain dan penggemar Brasil,” demikian pernyataan CBF.

Ancelotti datang ke Brasil dengan reputasi mentereng sebagai salah satu pelatih tersukses di dunia, dengan koleksi lima gelar Liga Champions serta berbagai gelar liga dari lima liga top Eropa.

Baca Juga: Stanford University Buka Pendaftaran Program Bisnis untuk Pengusaha RI, Ada Beasiswa

Namun, ia mengakui bahwa menangani tim nasional menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan level klub.

“Ini pekerjaan yang berbeda. Memberi saya lebih banyak waktu untuk berpikir, lebih tenang,” kata pelatih berusia 66 tahun itu.

Ia bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa posisi ini bisa menjadi pekerjaan terakhirnya di dunia kepelatihan.

“Tidak, saya tidak berpikir akan kembali ke klub. Bisa jadi ini adalah pekerjaan terakhir saya,” ujarnya.

Baca Juga: Kode Redeem ML 14 Mei 2026 Terbaru Lengkap Cara Klaim In-Game dan Lewat Website

Tantangan Menuju Piala Dunia

Brasil akan menghadapi Piala Dunia dengan tekanan besar setelah terakhir kali menjuarai turnamen tersebut 24 tahun lalu.

Ancelotti menilai tugasnya tidak hanya soal taktik, tetapi juga mengelola emosi pemain dan ekspektasi publik sepak bola Brasil.

“Ini sangat membebani saya,” katanya terkait proses pemilihan pemain. “Saya harus membuat keputusan profesional, tapi itu juga menyangkut hubungan emosional dengan pemain yang saya kenal baik.”

Ia menambahkan bahwa memilih 26 pemain untuk skuad Piala Dunia selalu menjadi proses yang sulit dan penuh tekanan.

“Ketika menang, yang terasa bukan kebahagiaan, tapi kelegaan. Dan ketika kalah, itu penderitaan fisik dan mental,” ujar Ancelotti.

Brasil sendiri disebut sebagai salah satu favorit juara bersama Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris, dengan berada di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia.

Baca Juga: Spesifikasi PC Subnautica 2 Minimum dan Recommended Serta Link Download Resmi

Perubahan dari Klub ke Tim Nasional

Ancelotti juga mengakui bahwa transisi dari pelatih klub ke tim nasional mengubah ritme hidupnya secara signifikan.

Jika di klub ia selalu menghadapi jadwal pertandingan yang padat, di tim nasional ia memiliki lebih banyak waktu untuk refleksi.

“Ini pekerjaan yang memberi lebih banyak ketenangan,” katanya.

Pelatih yang pernah membawa Real Madrid meraih berbagai gelar itu juga mengenang kedekatannya dengan Brasil sejak masih aktif sebagai pemain dan asisten pelatih di masa lalu.

Baca Juga: Build Hotori NTE: Rekomendasi Arc, Cartridge, Module, dan Tim Terbaik

Sosok Humanis di Ruang Ganti

Ancelotti dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan humanis. Ia menggambarkan dirinya bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga figur ayah, teman, hingga “terapis” bagi para pemain.

“Saya merasa seperti pelatih, teman, rekan satu tim, kadang seperti ayah juga,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia bahkan menceritakan pengalaman unik ketika pernah menasihati seorang pemain Brasil yang bimbang menjelang pernikahan, hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan tersebut.

“Saya bilang: ‘Ikuti apa yang dikatakan hati Anda.’ Dan dia akhirnya tidak menikah,” katanya sambil tertawa.

Dengan kontrak baru hingga 2030, Ancelotti kini bersiap menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya: mengembalikan Brasil ke puncak sepak bola dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

Terbaru