Apa Itu Technical Advisor dalam Sepakbola? Ini Tugas Jordi Cruyff di Timnas Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 | 11:04 WIB   Penulis: Bimo Kresnomurti
Apa Itu Technical Advisor dalam Sepakbola? Ini Tugas Jordi Cruyff di Timnas Indonesia

ILUSTRASI. Jordi Cruyff di Barcelona. Dok @FCBarcelona


OLAHRAGA - Simak tugas technical advisor atau penasihat teknik dalam sepakbola. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan penunjukkan Jordi Cruyff sebagai technical advisor Tim Kepelatihan Timnas Indonesia, lalu apa tugasnya?

Technical advisor dalam sepakbola merupakan seorang profesional yang bertugas memberikan panduan teknis dan strategis kepada klub sepakbola.

Peran ini sering melibatkan saran terkait pengembangan pemain, metode pelatihan, strategi permainan, serta struktur dan filosofi sepakbola klub secara keseluruhan.

Baca Juga: PSSI Tunjuk Jordi Cruyff sebagai Penasihat Teknis, Ini Profilnya

Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Technical advisor juga dapat membantu dalam keputusan transfer pemain, memastikan klub merekrut talenta yang sesuai dengan gaya permainan yang diinginkan.

Tugas Technical Advisor

Berikut adalah tugas-tugas umum seorang technical advisor dalam sepakbola:

  • Pengembangan Pemain dan Tim: Memberikan panduan dalam pengembangan teknik individu dan tim secara keseluruhan, termasuk mengidentifikasi potensi dan kelemahan pemain.
  • Strategi dan Taktik: Membantu pelatih dalam merancang strategi dan taktik permainan yang efektif, baik dalam pertandingan maupun dalam jangka panjang.
  • Rekrutmen Pemain: Memberikan saran terkait pemain yang harus direkrut, dengan mempertimbangkan kebutuhan tim dan filosofi klub.
  • Evaluasi Kinerja: Menganalisis kinerja tim dan pemain, memberikan laporan kepada manajemen, serta menawarkan solusi untuk perbaikan.
  • Penyesuaian Filosofi Klub: Bekerja sama dengan direktur olahraga dan pelatih untuk menjaga agar filosofi sepakbola klub tetap konsisten dalam semua aspek, termasuk akademi, tim utama, dan program rekrutmen.

Baca Juga: Berita Duka, Legenda Timnas Indonesia Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia

Contoh tokoh terkenal sebagai technical advisor di Eropa:

  • Arsène Wenger: Mantan manajer Arsenal, Wenger bekerja sebagai technical advisor untuk FIFA setelah pensiun sebagai manajer. Dalam perannya, ia berkontribusi dalam pengembangan sepakbola global dengan fokus pada inovasi teknologi dan pelatihan.
  • Louis van Gaal: Selain menjadi pelatih, Van Gaal juga dikenal sebagai technical advisor di beberapa klub dan tim nasional, memberikan masukan taktis dan struktural bagi program pengembangan pemain.

Profil Jordi Cruyff

Penunjukkan Jordi Cruyff tentu menjadi salah satu keberlanjutan dari perekrutan tim kepelatihan Timnas Indonesia yang berasal dari Belanda. 

Jordi Cruyff merupakan seorang mantan pemain sepak bola profesional dan kini dikenal sebagai pelatih serta manajer sepak bola. Ia adalah putra dari legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff.

Jordi memiliki karier yang cukup beragam di dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun sebagai manajer/technical advisor, dan memiliki pengalaman internasional di berbagai klub dan liga.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Jersey Baru Timnas Indonesia, Paling Murah Rp 199.000

Karir sebagai Pemain

Jordi Cruyff lahir pada 9 Februari 1974 di Amsterdam, Belanda, dan memulai karir sepak bolanya dengan bergabung di akademi Ajax Amsterdam, klub yang juga dikenal sebagai tempat ayahnya berjaya. Namun, karir profesionalnya dimulai di klub lain:

  • FC Barcelona (1994-1996): Jordi memulai karir profesionalnya di tim senior Barcelona, di mana ayahnya, Johan Cruyff, juga pernah menjadi pelatih. Di Barcelona, Jordi bermain di posisi gelandang serang dan sayap. Meskipun menunjukkan bakat, karirnya di Barca tidak terlalu panjang karena cedera dan persaingan di dalam tim.
  • Manchester United (1996-2000): Setelah meninggalkan Barcelona, Jordi pindah ke Manchester United. Di klub Inggris ini, ia bermain di bawah Sir Alex Ferguson. Namun, cedera yang berulang membuatnya kesulitan untuk mendapatkan waktu bermain yang konsisten. Meski demikian, ia menjadi bagian dari skuad yang memenangkan Premier League di musim 1996-1997.
  • Celta Vigo, Deportivo Alavés, Espanyol (2000-2003): Setelah dari Manchester United, Jordi kembali ke Spanyol, bermain untuk beberapa klub La Liga seperti Celta Vigo, Alavés, dan Espanyol. Bersama Alavés, Jordi bermain di final Piala UEFA (sekarang Liga Europa) tahun 2001, di mana timnya kalah melawan Liverpool dalam pertandingan yang sangat dramatis.
  • Metalurh Donetsk dan Valletta FC (2006-2010): Setelah itu, ia juga sempat bermain di Ukraina bersama Metalurh Donetsk dan menutup karirnya sebagai pemain dengan bermain di Valletta FC, Malta.

Baca Juga: Profil Thom Haye Gelandang Timnas Indonesia yang Flamboyan Seperti Andrea Pirlo

Karir Kepelatihan

Setelah pensiun sebagai pemain, Jordi beralih ke karir kepelatihan dan manajemen sepak bola. Beberapa peran penting yang ia jalani adalah:

  • Maccabi Tel Aviv (2012-2017): Jordi Cruyff mulai bekerja sebagai direktur olahraga di klub Israel, Maccabi Tel Aviv. Dalam perannya ini, ia membantu klub meraih beberapa gelar liga. Pada tahun 2017, ia juga menjadi pelatih kepala klub ini, sebelum akhirnya meninggalkan peran tersebut pada 2018.
  • Chongqing Lifan (2018-2019): Jordi kemudian melanjutkan karirnya sebagai pelatih di klub Liga Super Tiongkok, Chongqing Lifan, di mana ia bekerja selama satu musim.
  • Tim Nasional Ekuador (2020): Pada 2020, Jordi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Ekuador. Namun, masa jabatannya di tim ini relatif singkat, dan ia mengundurkan diri setelah beberapa bulan.
  • Barcelona (Technical Advisor): Pada Juni 2021, Jordi Cruyff bergabung kembali dengan FC Barcelona, kali ini sebagai technical advisor. Dia bekerja bersama Joan Laporta, presiden Barcelona, untuk membantu dalam urusan teknis dan strategis klub, terutama dalam pembentukan tim dan keputusan transfer.

Itulah informasi terkait tugas technical advisor atau penasihat teknik dalam sepakbola setelah penunjukkan Jordi Cruyff di Timnas Indonesia.

Selanjutnya: BEI Pantau UMA Saham SSMS, BNLI dan MENN, Ini Sebabnya

Menarik Dibaca: 4 Jenis Pakaian yang Sebaiknya Tidak Dipakai Jika Punya Perut Buncit, Termasuk Jeans

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Bimo Kresnomurti
Terbaru