Belajar Mengatur Keuangan Saat Resesi Ekonomi Mengancam

Senin, 24 Oktober 2022 | 16:15 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Belajar Mengatur Keuangan Saat Resesi Ekonomi Mengancam

ILUSTRASI. ilustrasi Uang rupiah. KONTAN/Muradi/2019/09/17


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman resesi global 2023 tengah menjadi topik perbincangan banyak pihak belakangan ini. Awal Oktober kemarin, pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa situasi perekonomian saat ini masih bertahan dan pemerintah masih terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui sejumlah subsidi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diterima oleh masyarakat secara luas.

Meski dengan dukungan pemerintah, masyarakat disarankan untuk tidak serta merta menjadi lalai dalam menjaga stabilitas keuangan pribadinya. Ari Kuncoro selaku bankir dan akademisi Indonesia menyatakan dalam Seminar Capital Market & Summit Expo (CSME) 2022 lalu, bahwa perekonomian Indonesia akan terus bergerak selama aktivitas dari generasi muda juga bergerak maju. 

Ari juga menjelaskan bahwa dengan aktifitas yang tinggi dari generasi muda, pertumbuhan ekonomi domestik juga akan semakin lebih baik. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam menjaga pergerakan aktivitas mereka. 

Beberapa contoh diantaranya, seperti:
1. Pelajari Keterampilan Baru
Di tengah keadaan saat ini, penting bagi generasi muda untuk dapat terus melakukan improvisasi diri dengan menambah nilai keterampilan. Semakin luas keterampilan dan pengetahuan maka kesempatan kerja juga akan semakin terbuka. Seperti halnya yang dilakukan oleh perusahaan rintisan melalui model bisnis yang dihadirkan, mereka membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan mendorong pertumbuhan perekonomian secara individu, perusahaan maupun di kota tersebut.

Baca Juga: Makin Jago Jualan di Tokopedia

2. Bangun Kembali Jejaring yang Dimiliki
Selain memperluas keterampilan yang dimiliki, perlu bagi generasi muda untuk menjaga stabilitas pekerjaan mereka dengan optimal. Meski masih berstatus aman dari ancaman resesi, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya pergeseran pada suku bunga demi stabilitas moneter Indonesia. Hal ini akan berpengaruh besar pada ketahanan keuangan perusahaan. Untuk itu, generasi muda dapat mempersiapkan diri dari ancaman PHK sewaktu-waktu dengan meninjau kembali resume dan memperbarui informasi pada laman LinkedIn serta membangun kembali hubungan dengan jejaring yang dimiliki.

3. Cari Penghasilan Tambahan
Dari keterampilan yang sudah berkembang, generasi muda juga dapat menambah pergerakan aktivitas mereka dengan mengambil pekerjaan tambahan yang mereka bisa lakukan sebagai sampingan dan tidak mengganggu pekerjaan utama mereka. Fenomena sekarang ini banyak dari generasi muda melakukan pekerjaan sampingan untuk menambahkan penghasilan mereka, disamping untuk membantu pertumbuhan bisnis perusahaan agar maju ke arah yang lebih positif.

Jenis-jenis pekerjaan sampingan juga beragam, ada yang mengharuskan mereka untuk tetap ke kantor, ada juga yang dapat melakukan pekerjaan ini dimanapun dan kapanpun. Salah satunya adalah dengan menjadi konsultan keuangan yang memberikan edukasi terkait bagaimana memiliki penghasilan tambahan dan dapat membantu pihak lain agar bisa terbebas dari masalah finansial. Contohnya adalah dengan menjadi agen perbankan, seperti menjadi agen referral dari OK Bank Indonesia.

OK Bank menawarkan program referal dimana generasi muda dapat memiliki penghasilan tambahan dengan membantu kerabat yang membutuhkan pinjaman. Prosesnya sangat cepat, mudah dan praktis karena cukup bermodal telepon genggam saja. Pekerjaan ini dapat juga membantu aktivitas mereka untuk lebih memaksimalkan hari-hari mereka, dengan tetap melakukan pekerjaan utama namun dapat menjalankan fungsi agen referal ini kapanpun dan dimanapun.

Hardiansyah Ramadhan, Department Head Retail OK Bank menjelaskan generasi muda yang tertarik untuk mengikuti program ini, akan bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 30.000 untuk setiap pendaftar aktif yang melakukan transaksi pengajuan kredit pada OK Bank. 

Baca Juga: Kolaborasi, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

"Tidak hanya itu, mereka juga bisa mendapatkan Rp 250.000 untuk setiap nasabah yang berhasil melakukan pencairan dana, dengan ketentuan yang berlaku. Program ini disampaikan oleh Hardiansyah berlaku untuk seluruh agen yang berada di wilayah layanan OK Bank di seluruh Indonesia, namun beberapa keuntungan yang ditawarkan saat ini hanya berlaku untuk agen yang berada di Jabodetabek saja,” kata dia dalam keterangannya, Senin (24/10).

Hardiansyah menambahkan bahwa agen referal OK Bank merupakan bagian dari beberapa program utama dari OK Bank. Program lainnya yang banyak diminati oleh masyarakat adalah OK KTA. Program ini diberikan untuk mereka yang membutuhkan dana tambahan dengan cepat dan aman. Hardiansyah mengatakan bahwa program OK KTA ini memberikan pinjaman hingga Rp 200 juta dengan tenor sampai 60 bulan. 

Akses pengajuan kredit yang diberikan melalui persyaratan sederhana yakni cukup melampirkan identitas diri (KTP) dan referensi bukti vaksin kedua. Proses pengajuan pinjaman juga hanya 5 menit, dan pencairan cukup 1 hari kerja apabila dokumen yang disertakan lengkap dan sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru