Tokoh

Hindari PHK, Founder dan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtana rela digaji Rp 1

Senin, 13 April 2020 | 18:51 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Hindari PHK, Founder dan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtana rela digaji Rp 1

ILUSTRASI. Edward Tirtanata pendiri pemilik Kopi Kenangan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Ancaman pemutusan hubungan kerja alias PHK akibat pandemi corona terjadi di banyak sektor bisnis. Bannyak bisnis yang terhantam pandemic corona (covid-19)

Tak terkecuali di bisnis kedai kopi. Kopi Kenangan menjadi salah satu kedai kopi kekinian yang juga tak imun dari virus corona. 

Dalam keterangannya, Senin (13/3), Kopi Kenangan mengaku tak ingin merumahkan karyawannya dengan vonis PHK. Makanya, Chief Executive Offider (CEO) Kopi Kenangan Edward Tirtana rela hanya digaji seperak atau Rp 1 agar tak ada PHK di Kopi Kenangan.

“Kopi Kenangan sadar bahwa pandemi COVID-19 “memaksa” kami harus beradaptasi dengan melakukan berbagai perubahan sekaligus mengubah cara hidup sehari-hari,” ujar Edward. Makanya, sesuai dengan visi Kopi Kenangan dari Indonesia untuk Dunia, Edward mengajak masyarakat agar mampu menghadapi masa-masa penuh tantangan ini.

Sebelumnya, pada 23 Maret 2020, manajemen Kopi Kenangan telah mengeluarkan Message From CEO: One Cup, One Customer, One Rupiah yang memastikan Kopi Kenangan tidak akan melakukan PHK terhadap barista dan karyawan tetap Kopi Kenangan.

Ini dilakukan demi mendukung stabilitas finansial mereka yang terkena dampak akibat perlambatan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi corona atau COVID-19.
Sekadar catatan: jaringan kedai kopi kekinian ini akhir tahun 2019 lalu mendapat tambahan modal seri A yang sudah didapat pada Juni lalu yang sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 280 miliar.

Tambahan modal tersebut berasal dari beberapa modal ventura. Yakni ada Arrive yang berada di bawah Roc Nation milik rapper Jay-Z, ada lagi Serena Ventures milik atlet tenis ternama Serena Williams, pebasket Caris LeVert dan pendiri sekaligus CEO Sweetgreen, Jonathan Nerman.

Sebelumnya, peritel kopi ‘grab n go’ ini telah menerima pendanaan seri pertamanya dari Alpha JWC Ventures yang berbasis di Indonesia senilai US$ 8 juta pada Oktober 2018.

 


Editor: Titis Nurdiana


Terbaru