​Inilah 5 wisata museum di Kota Solo yang menarik untuk dikunjungi

Rabu, 17 Februari 2021 | 15:54 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Inilah 5 wisata museum di Kota Solo yang menarik untuk dikunjungi

ILUSTRASI. Warga menaiki perahu wisata sungai Kali Pepe yang dihiasi lampion di Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2020). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz

KONTAN.CO.ID - Setiap tanggal 17 Februari diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solo, Jawa Tengah. Tepat hari ini, Rabu (17/2/2021), Kota Solo merayakan hari jadinya ke-276.

Berikut beberapa tempat wisata menarik yang berlokasi di Solo:

5 Wisata museum di Kota Solo

Kota Solo memiliki sejumlah museum yang menyimpan cerita sejarah. Dikutip dari laman Dinas Pariwisata Kota Surakarta, berikut daftar wisata museum di Kota Solo: 

1. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka Surakarta merupakan museum tertua di Indonesia. 

Museum Radya Pustaka Surakarta dibangun pada masa pemerintahan Pakubowono IX oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV didalem kepatihan pada tanggal 28 Oktober 1890. 

Museum ini lalu dipindahkan ke lokasinya sekarang ini yaitu di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, pada 1 Januari 1913. Saat itu gedung museum merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar. 

Ada banyak koleksi yang terdapat di museum ini di antaranya berbagai macam patung, baju adat, wayang kulit, buku dan foto kuno, gamelan dan lainnya.

Baca Juga: ​Ultah ke-276, Inilah daftar wisata sejarah dan budaya di Kota Solo

2. Museum Samanhoedi

Museum Samanhoedi Solo

Museum Samanhoedi berada di bagian belakang Balai Kelurahan Sondakan. Museum Samanhoedi hanya berukuran 4 x 12 meter.  Tak ada benda pribadi maupun koleksi Samanhoedi, melainkan dokumen dan foto-foto rangkaian perjuangannya selama masa pergerakan.

Pendirian museum adalah untuk mengenang Samanhoedi, sosok yang memberi andil besar dalam riwayat pergerakan nasional pada abad ke-20.  Melalui organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI), Samanhoedi menjadi salah satu pahlawan nasional.

Museum Samanhoedi dirintis sejak 2009 oleh Ketua Yayasan Warna Warni Indonesia Krisnina Maharani, istri mantan Ketua DPR Akbar Tandjung. 

3. Museum Keris

Museum Keris

Museum Keris terletak di Jl.Bhayangkara No, 2, Sriwedari, Solo dan terdiri dari empat lantai.  Di lantai pertama museum, pengunjung bisa mengisi daftar tamu sebagai administrasi. Selain itu, ada pula papan informasi penyebaran senjata di dunia.

Sementara di lantai II yang bernama purwaning wacana adalah sumber literasi bab perkerisan. Sejumlah keris hibah dipajang berdampingan dengan informasi tentang eksistensi keris di masyarakat dan pengertian anatomi keris.

Beranjak ke lantai III, pengunjung bisa melihat diorama proses pembuatan keris dimasa Candi Borobudur dan Candi Sukuh. Terakhir di lantai IV menjadi tempat penyimpanan artefak keris. 

Baca Juga: Ultah ke-276, inilah sejarah lahirnya Kota Solo

4. Museum Monumen Pers

Museum Monumen Pers

Monumen Pers Nasional dibangun sekitar 1918 atas perintah Mangkunegara VII, Pangeran Surakarta, sebagai balai perkumpulan dan ruang pertemuan.

Pada 1933, Sarsito Mangunkusumo dan sejumlah insinyur lainnya bertemu di gedung ini dan merintis Solosche Radio Vereeniging, radio publik pertama yang dioperasikan pribumi Indonesia.  Tiga belas tahun kemudian, pada 9 Februari 1946, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dibentuk di gedung ini.

Lalu, pada 9 Februari 1956, dalam acara perayaan sepuluh tahun PWI, wartawan-wartawan ternama seperti Rosihan Anwar, B.M. Diah, dan S. Tahsin menyarankan pendirian yayasan yang akan menaungi Museum Pers Nasional. 

Yayasan ini diresmikan tanggal 22 Mei 1956 dan sebagian besar koleksi museumnya disumbangkan oleh Soedarjo Tjokrosisworo. 

Nama Monumen Pers Nasional ditetapkan pada 1973 dan lahannya disumbangkan ke pemerintah tahun 1977. Museum ini resmi dibuka tanggal 9 Februari 1978 setelah dilengkapi beberapa bangunan.

Baca Juga: 3 Jenis pelanggaran yang wajibkan pengguna tol didenda 2 kali lipat tarif terjauh!

5. Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi berlokasi di jalan utama Kota Solo, jalan Slamet Riyadi. Museum yang didirikan sejak tahun 1967 ini menyuguhkan koleksi batik kualitas terbaik dari berbagai daerah. 

Di antaranya batik asli keraton, batik China, batik Jawa Hokokai (batik yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang), batik pesisir (Kudus, Lasem dan Pekalongan), batik Sumatera dan berbagai jenis batik lainnya. 

Museum ini memiliki koleksi kain batik mencapai 1000 helai dan sudah diakui MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak.  Pengunjung dapat melihat proses pembuatan batik bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung.

Selanjutnya: Ulang tahun ke-50, Batik Danar Hadi undang Jokowi

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru