CLOSE [X]

Kekayaan para Miliarder Indonesia Ini Justru Bertambah Ditengah Penurunan IHSG

Senin, 23 Mei 2022 | 11:55 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kekayaan para Miliarder Indonesia Ini Justru Bertambah Ditengah Penurunan IHSG

ILUSTRASI. Dato' Low Tuck Kwong, Diretur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Kekayaan para Miliarder Indonesia Ini Justru Bertambah Ditengah Penurunan IHSG


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kekayaan para miliarder Indonesia mengalami penurunan signifikan pada bulan Mei 2022. Hal ini salah satunya dipicu penurunan bursa saham karena terdampak kebijakan The Fed yang mulai mengerek suku bunga acuan. Kekayaan para super tajir Indonesia atau dikenal crazy rich turun dalam.

Orang terkaya Indonesia dan pemilik Grup Djarum yakni Robert Budi Hartono dan saudaranya Michael Bambang Hartono mencatat penurunan kekayaan dalam tiga pekan terakhir. 

Mengutip pemberitaan Kontan.co.id pada 1 Mei 2022, nilai kekayaan Robet Budi Hartono waktu itu sebesar US$ 23,4 miliar, setara Rp 343,9 triliun (kurs Rp 14.700) versi Forbes real-time-billionaires.

Kini nilai kekayaan pemilik mayoritas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tersebut sebesar US$ 21,2 miliar, setara Rp 311,6 triliun, atau menyusut sebesar US$ 2,2 miliar atau setara Rp 32,3 triliun dalam tiga pekan.

Baca Juga: Elon Musk Tak Lanjutkan Rencana Beli Twitter kecuali Dapat Bukti Ini

Demikian juga kekayaan Michael Hartono waktu itu sebesar US$ 22,4 miliar atau Rp 329,2 triliun, kini telah berkurang menjadi US$ 20,4 miliar atau setara Rp 299,8 triliun, turun US$ 2 miliar atau setara Rp 29,4 triliun.

Sementara harta orang ketiga terkaya Indonesia Chairman dan Founder CT Corp Chairul Tanjung juga turun dalam. Pada awal Mei kekayaan pria yang akrap disapa CT ini sebesar US$ 8,5 miliar, setara Rp 124,9 triliun, kini menyusut sebesar US$ 1,1 miliar atau Rp 16,1 triliun menjadi US$ 7,4 miliar atau Rp 108,7 triliun.

Berbeda dengan yang lain, kekayaan bos perusahaan petrokimia dan tekstil, Indorama Corporation yakni Sri Prakash Lohia justru bertambah sebesar US$ 0,2 miliar atau setara Rp 2,9 triliun menjadi US$ 6,5 miliar atau Rp 95,5 triliun dari sebelumnya US$ 6,3 miliar atau setara Rp 92,6 triliun.

Sementara Bos PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Prajogo Pangestu mencatat penurunan US$ 0,3 miliar atau setara Rp 4,41 triliun kekayaan dari US$ 5,6 miliar atau setara Rp 82,3 triliun menjadi US$ 5,3 miliar atau setara Rp 77,9 triliun dalam tiga pekan terakhir.

Baca Juga: Gara-Gara Cuitannya, Elon Musk Kehilangan Kekayaan hingga US$ 12 Miliar dalam Sehari

Sementara ada beberapa miliarder Indonesia yang kekayaannya bertambah. Seperti Sri Prakash Lohia, Low Tuck Kwong dan Djoko Susanto. Bahkan Djoko pada awal Mei tidak masuk dalam jajaran 10 orang terkaya Indonesia.

Berikut 10 orang terkaya Indonesia dan perubahannya:

1. Robert Budi Hartono US$ 21,2 miliar (-US$ 2,2 miliar)
2. Michael Bambang Hartono US$ 20,4 miliar (-US$ 2 miliar) 
3. Chairul Tanjung US$ 7,4 miliar (-US$ 1,1 miliar)
4. Sri Prakash Lohia US$ 6,5 miliar (+US$ 0,2 miliar)
5. Prajogo Pangestu US$ 5,3 miliar (-US$ 0,3 miliar)
6. Low Tuch Kwong US$ 4,1 miliar (+ US$ 0,3 miliar)
7. Theodore Rachmat US$ 3,3 miliar (- US$ 0,1 miliar)
8. Wijono & Hermanto Tanoko US$ 3,2 miliar (-US$ 0,1 miliar)
9. Djoko Susanto US$ 2,8 miliar 
10. Martua Sitorus US$ 2,7 miliar (-US$ 0,2 miliar)

Baca Juga: Holcim Menjual Bisnis di India ke Adani, Miliarder Terkaya Asia

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru