Kerap digunakan sebagai kiasan, air mata buaya mirip dengan manusia

Jumat, 14 Agustus 2020 | 09:35 WIB   Reporter: Arif Budianto
Kerap digunakan sebagai kiasan, air mata buaya mirip dengan manusia

ILUSTRASI. Kerap digunakan sebaga kiasan, air mata buaya ternyata mirip dengan manusia

KONTAN.CO.ID - Kerap digunakan sebagai kiasan, air mata buaya ternyata mirip dengan manusia. Studi terbaru ungkapkan bahwa air mata buaya memiliki kesamaan dengan manusia.

Seperti yang kita ketahui, air mata buaya kerap kali dijadikan sebagai kiasan bagi orang yang pura-pura sedih. Kiasan tersebut terlontar sebagai penggambaran sifat manusia dengan emosi palsunya.

Alih-alih bersedih, ternyata air mata palsu yang dikeluarkan demi menutupi niat lainnya. 

Baca Juga: Spesies buaya raksasa purba ternyata sebesar bis dan memiliki gigi sebesar pisang

Begitulah kiasan air mata buaya yang sering terdengar. Masih berbicara seputar air mata buaya, namun yang dimaksud bukanlah itu.

Mengutip dari National Geographic, studi baru mengungkapkan bahwa air mata buaya ternyata memiliki kesamaan dengan manusia.

Studi baru ini dimuat dalam jurnal berjudul Frontiers in Veterinary Science. Studi tersebut mengungkapkan bahwa air mata hewan, salah satunya buaya mirip dengan manusia.

Mirip dalam artian tidak memiliki perbedaan yang begitu berarti komposisi bahan kimia pembentuknya. Fakta tersebut juga mengungkapkan bahwa air mata juga memiliki peran dalam adaptasi hewan.

Pun demikian juga bisa dijadikan referensi studi untuk mempelajari kemungkinan kelainan pada mata yang bisa diterapkan pada manusia.

Ilmuwan bernama Arianne Pontes Oriá merangkap sebagai Dokter Hewan di Universitas di wilayah Brazil telah melakukan penelitian sejenis. Namun dalam studi barunya, ia mencoba menganalisa reptil dan burung.

Penelitiannya berfokus terhadap burung hantu, makaw, elang, buaya, penyu dan kura-kura. Hasil dari studi tersebut mengungkapkan bahwa komposisi air mata reptil dan burung yakni air, minyak dan lendir.

Berikut fungsi dari masing-masing komposisi air mata pada reptil dan burung :

  • Lendir berfungsi untuk melapisi permukaan mata dan membantu mengikat lapisan tipis ke mata.
  • Air merupakan larutan garam alami yang mengandung protein dan mineral penting bagi mata.
  • Minyak berfungsi untuk mencegah mata agar tidak kering.

Ilmuwan asal Brazil ini mengamati mata indah yang ada di buaya. Diketahui buaya dapat membuka matanya tanpa berkedip selama 2 jam.

Namun buaya juga perlu mengedipkan mata guna mendistribusikan air matanya. Dengan begitu kelembaban akan tetap terjaga dan penglihatannya pun stabil.

Penelitian ini juga mengungkapkan hewan termasuk buaya mengeluarkan air mata untuk menjaga kestabilan penglihatan. Dengan komposisi pembentuknya, penglihatan hewan bakal tetap terjaga. 

Namun tidak dengan manusia, mengeluarkan air mata sebagai bentuk emosional.

Apakah kiasan air mata buaya kini masih berlaku bagi manusia setelah terungkap fakta studi baru ini ?

Editor: Arif Budianto


Terbaru