KONTAN.CO.ID. JAKARTA. Penerbit Harian Kompas meluncurkan buku berjudul "Militer Pemikir, Pemikir Militer" yang mengangkat pemikiran Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo terkait reformasi militer, profesionalisme TNI, serta relasi sipil–militer dalam sistem demokrasi Indonesia.
Buku ini merangkum gagasan Agus Widjojo mengenai transformasi TNI menjadi institusi pertahanan yang modern dan profesional, dengan fokus utama pada fungsi pertahanan negara serta kepatuhan terhadap prinsip supremasi sipil.
Pemikiran tersebut dinilai masih relevan di tengah perdebatan publik mengenai peran militer dalam ruang sipil saat ini.
Baca Juga: Kelezatan yang Terendam di Porsi Kwetiau Sapi Siram Bang Rusdi
Dorong Profesionalisme dan Batas Kewenangan Militer
Pemimpin Redaksi Harian Kompas Haryo Damardono menilai, buku tersebut menunjukkan bahwa prajurit militer juga memiliki ruang berpikir strategis dan intelektual, tidak hanya menjalankan perintah.
“Ketika saya baca buku ini, ada tentara yang berpikir. Pak Agus Widjojo adalah sosok yang luar biasa dan pemikirannya layak terus didiskusikan,” ujar Haryo dalam peluncuran buku di Kompas Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, Agus Widjojo merupakan figur yang mampu menjembatani dunia militer dengan ruang intelektual, sehingga gagasannya tetap relevan bagi berbagai kalangan.
Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Aktif Lewat Lari, BrookFarm Run 2026 Targetkan 5.000 Peserta
Arsitek Reformasi TNI Pascareformasi
Wakil Ketua KPK periode 2003–2007 Erry Riana Hardjapamekas menyebut, Agus Widjojo sebagai sosok yang konsisten dan memiliki integritas dalam mendorong reformasi sektor keamanan.
Ia menilai Agus sebagai salah satu arsitek penting dalam perubahan paradigma TNI pascareformasi, terutama dalam memperkuat prinsip bahwa militer harus berada di bawah kendali otoritas sipil.
“Profesionalisme sejati hanya tumbuh ketika militer berdiri pada posisi konstitusionalnya, tunduk pada otoritas sipil yang demokratis. Itu bukan kekalahan, tetapi kematangan,” kata Erry.
Baca Juga: Lebih dari Ajang Lari, Mandiri Jogja Marathon Beri Dampak Ekonomi hingga Lingkungan
Relevan dengan Tantangan Nasional Saat Ini
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menyebut, pemikiran Agus Widjojo tetap relevan dalam menghadapi tantangan nasional, mulai dari ketahanan pangan, energi, ekonomi, hingga dinamika geopolitik global.
Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas nasional menjadi penting di tengah meningkatnya persaingan antarnegara.
“Kompleksitas yang dihadapi saat ini tidak ringan dan membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa,” ujar Qodari.
Baca Juga: Diskon Steam: Gamer PC Bisa Hemat Hingga 95% di June Summer Sale 2026!
Diskusi Reformasi TNI Hadirkan Banyak Tokoh
Buku ini memuat refleksi dari berbagai akademisi, aktivis, hingga tokoh militer yang pernah berinteraksi dengan Agus Widjojo.
Peluncuran buku juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Marcus Mietzner, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, Johny J. Lumintang, dan Jaleswari Pramodhawardhani, yang membahas kontribusi pemikiran Agus dalam reformasi TNI dan penguatan demokrasi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News