LaLiga menghadang, kini hanya ada 2 cara Messi pergi dari Barcelona

Senin, 31 Agustus 2020 | 08:35 WIB Sumber: Sport.es
LaLiga menghadang, kini hanya ada 2 cara Messi pergi dari Barcelona

ILUSTRASI. Pihak LaLiga menghadang, kini hanya ada 2 cara untuk Messi pergi dari Barcelona. REUTERS/Albert Gea

KONTAN.CO.ID - BARCELONA. Pihak LaLiga Spanyol menghadang kepergian Messi dari Barcelona. Kini, LaLiga telah merilis pernyataan resmi tentang situasi kontrak dan transfer Messi dengan Barcelona. Di sisi lain, Messi akan menghubungi pihak FIFA untuk memberikan suara terkait kebebasan pemain dalam memilih klub.

Hanya dua cara Messi untuk keluar dari Barcelona, yakni menunggu tawaran klub sesuai pernyataan LaLiga atau menggunakan bantuan FIFA dan pengadilan arbitrase.

Baca Juga: Ada 5 alasan kuat Messi ingin segera tinggalkan Barcelona

Pernyataan LaLiga telah memihak Barcelona dan mengklaim bahwa, Messi tetap terikat kontrak dan hanya dapat dibebaskan dari kesepakatan dengan klausul tertentu.

Kesepakatan tersebut terjadi ketika sebuah klub menyetorkan klausul pembelian Messi sebesar € 700 juta atau sekitar Rp 12 triliun. Pernyataan tersebut juga menepis permintaan Messi untuk meninjau ulang kontraknya untuk pergi dari Barcelona dengan status bebas transfer.

Mengutip dari Sport.es, pernyataan dari LaLiga terdiri dari dua poin yang menyinggung persoalan kontrak dan aktifnya besaran klausul Messi. Menurut pihak LaLiga, kontrak Messi harus sesuai dengan Pasal 16 dari Real Decreto 1006/1985. Pasal dalam Peraturan LaLiga tersebut mengatur status pekerjaan dan kondisi atlet profesional dengan klubnya.

LaLiga juga beranggapan bahwa Messi masih menyisakan kontrak hingga 2021 dan jalan keluarnya adalah menebus klausa besaran tersebut.

Peran FIFA pada transfer Messi

Logo FIFA

Messi juga dikabarkan akan menggandeng FIFA sebagai salah satu pihak untuk membebaskannya dari Barcelona.

Mengutip dari Sport.es, cara Messi untuk keluar dari Barcelona adalah melibatkan peran FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dengan memberikan suara soal transfer Messi. Pihak FIFA dan CAS berkewajiban untuk terlibat saat sebuah klub mengajukan penawaran untuk seorang pemain, termasuk kasus transfer Messi.

Artinya, jika klub seperti Manchester City, PSG atau Juventus meminta FIFA untuk mendapatkan hak untuk merekrut Messi, dan izin internasional, maka pihak FIFA dan CAS kemudian dapat terlibat dalam proses tersebut. FIFA dan CAS memiliki kekuatan untuk mengatakan bahwa Messi merupakan pemain memiliki hak untuk bermain, hingga hak untuk mendapatkan uang dengan bekerja.

Namun, pihak FIFA maupun CAS tidak bisa memutuskan harga yang pantas untuk klausul Messi. Jika Barcelona ingin mengikat Messi tetapi tidak mencapai kesepakatan, maka perlu melalui pengadilan untuk memutuskan berapa harga yang dapat diterima untuk Messi.

Pengadilan akan mempertimbangkan panjang kontrak usia, hingga penghasilan, dan berapa biaya pribadi untuk Barcelona ketika mereka tidak mendapatkan layanan Messi.

Baca Juga: Manchester City siapkan skema tukar tiga pemain untuk menjemput Messi dari Barcelona

Pengadilan itu kemudian perlu memutuskan apakah 'klausul keluar' yang diklaim oleh tim hukum Messi masih berlaku dan aktif.  Ketika klausul keluar tidak aktif, besaran pembelian € 700 juta akan dipertimbangkan sebagai harga yang adil untuk membebaskan Messi dari kontraknya di Barcelona.

Di Spanyol, Pengadilan Arbitrase FIFA memainkan dua peran selain mempertimbangkan aturan dalam undang-undang Spanyol. Yang terjadi sekarang, perselisihan utama didasarkan karena musim 2019/2020 berakhir lebih lambat dari yang diharapkan karena pandemi virus corona.

FIFA dapat merekomendasikan tindakan terkait apakah permintaan Messi untuk merubah kontraknya menjadi bebas transfer masih berlaku. Tetapi FIFA juga tidak dapat mengesampingkan keputusan yang dilindungi oleh hukum Spanyol.

Messi tidak hadir di tes PCR Barcelona 

Melansir dari Sport.es, pada tes PCR oleh Barcelona, Messi menjadi salah satu pemain yang tidak terlihat dalam sesi tersebut. Padahal, salah satu syarat untuk menjalani latihan perdana hari Senin yakni melewati tes PCR. Rumor yang ada, tim hukum Messi menyarankan Messi untuk tidak hadir karena akan merugikan posisinya.

Sebaliknya, pihak Barcelona menegaskan Messi masih terikat kontrak dan karena itu Messi wajib tampil seperti orang lain di skuad senior.

Terlepas dari kenyataan bahwa Messi mengirim pesan faks yang memberi tahu Barcelona bahwa Messi akan pergi, Barcelona mengharapkan Messi untuk muncul dan tidak mengambil risiko menghadapi proses disipliner. Namun sejak dikonfirmasi bahwa Messi tidak muncul dan sekarang digolongkan sebagai Absent without leaves (AWOL).

Jika Messi kembali gagal muncul besok, maka sanksi bisa saja dikenakan kepadanya. Ditambah lagi, Messi tidak akan bisa berlatih bersama rekan satu timnya pada hari Senin ketika Messi tidak mengikuti tes PCR.

Ronald Koeman dan jajaran manajemen Barcelona rencananya akan menggelar sesi latihan perdana Barcelona pada hari Senin, dengan asumsi tidak ada kabar buruk dari hasil tes PCR tersebut.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan Messi adalah bagian penting dari proyek barunya di Barcelona, tetapi kondisi sekarang menunjukkan Messi tidak mungkin berperan di musim depan.

Pihak tim hukum Messi kini hanya menginginkan kepergian kliennya dari Barcelona dilakukan dengan cara yang hormat dan ramah, tetapi pihak Barcelona sejauh ini tetap menolak.

Baca Juga: Dalam waktu dekat Messi bakal bicara masa depan di Barcelona dan hubungan dengan City

 

Editor: Bimo Kresnomurti


Terbaru