Lidah Bergoyang Berkat Bebek Sambel Rajangan

Sabtu, 24 Oktober 2009 | 00:02 WIB
Reporter: Roy Franedya  | Editor: Test Test

weekend-tilamMENU BEBEK sedang tren di Jakarta. Tengok saja, hampir setiap kawasan pasti memiliki resto atau kedai yang menawarkan bebek sebagai menu andalannya. Seperti di Jalan. Fatmawati, Jakarta Selatan. Sepanjang pengamatan KONTAN, ada tiga kedai bebek  di jalan itu.  Salah satunya adalah Kedai Bebek Tilam. Kedai ini berada kawasan Jalan Fatmawati, tepatnya di Jalan Cipete Nomor 2D. Kesan tertutup terasa di bagian luar kedai. Namun, begitu memasuki ruang dalam, kedai Bebek Tilam begitu lapang dengan langit-langit yang tinggi.  Nuansa merah dan hitam mendominasi interior kedai. "Merah itu kan tanda berani. Kami ingin menunjukkan kalau kami berani menggunakan bumbu," ujar Laksmi Pitayasari, Manajer Operasional Bebek Tilam. Tentu, kedai ini menyajikan berbagai olahan bebek di buku menunya. Bebek sambel rajang menjadi andalan kedai berkapasitas 100 pengunjung ini. Tak lama, pesanan bebek sambel rajang segera datang. Sepotong bebek diletakkan di piring anyaman beralaskan daun pisang. Lengkap dengan lalapan dan nasi putih. Alhasil, piring anyaman lidi itu pun terlihat penuh. Jika ingin leluasa menikmati bebek, ada baiknya Anda meminta sebuah piring kosong sebagai tempat nasi. Cabai di sambel bebek rajangan tidak ditumbuk halus, tapi hanya berupa potongan cabai dan bawang merah yang disiram di atas bebek goreng. Begitu mencuil daging dan merasakan potongan daging, Anda yang menyukai pedas, pasti langsung puas. Bebek sambel rajangan, pedasnya benar-benar nendang dan membuat lidah bergoyang. Keringat Anda bakal mengucur, kendati ruangan dalam Bebek Tilam dilengkapi pendingin. Maklum, biarpun berupa potongan, pemilik menggunakan cabai rawit merah. Siraman sambel rajang ini pun cukup royal, hampir memenuhi seluruh badan bebek. Masakan rumah Meski menu bebek sambel rajang menjadi andalan, Laksmi bilang, banyak pula pengunjung yang memesan bebek rica-rica dan bebek lada hitam. Sama seperti sambel rajang, bumbu bebek rica-rica dan bebek lada hitam pun terlihat penuh membaluri daging bebek. weekend-tilam2Olahan bebek memang cukup lengkap di Bebek Tilam. Pengunjung pun bisa mencicip sate bebek yang masih jarang terlihat di kedai lainnya. Anda bisa memilih bumbu kacang dan bumbu kecap yang disiramkan di atas sate. Karya Budiarti, pemilik kedai Bebek Tilam menuturkan, semua menu yang tersedia di kedainya merupakan hasil uji coba memasaknya di rumah. "Saya memang senang mencoba dan membuat masakan baru," ujarnya. Tak heran, ragam menu selain olahan bebek cukup lengkap. Untuk teman makan bebek, mungkin Anda bisa memesan buncis mini dengan daging giling, cah kangkung maupun cah taoge teri. Untuk kedainya, ia pun menggunakan bebek yang tak terlalu tua. "Itulah salah satu rahasia daging bebek begitu empuk dan tetap renyah ketika digoreng," ujar Karya. Setiap hari, kedai Bebek Tilam ini memasak 200 porsi menu bebek. Setelah menikmati beragam olahan bebek, jangan lupa memesan Tilam Punch, minuman andalan Bebek Tilam. Minuman ini terbuat dari sari buah nanas dan sari buah markisa. Usai menandaskan piring, segera menyeruput tilam punch. Kesegaran bakal menyeruak di rongga mulut, seolah-olah mengusir minyak dan rasa pedas yang masih tersisa di mulut. Anda cukup membayar Rp 14.300 untuk segelas tilam punch. Sedangkan, harga masakan bebek berkisar Rp 25.350 hingga Rp 35.000.           n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru