Kedai

Liwetan Santai nan Sedap di Nasi Liwet Pawon

Senin, 06 April 2026 | 12:09 WIB
Liwetan Santai nan Sedap di Nasi Liwet Pawon

ILUSTRASI. Nasi Liwet Pawon di Kebon Jeruk (KONTAN/Sanny Cicilia)

Reporter: Sanny Cicilia  | Editor: Sanny Cicilia

Tak perlu menunggu acara spesial untuk menikmati liwetan. Di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ada kedai yang menyediakan nasi liwet per porsi, cocok dinikmati untuk makan siang santai sehari-hari.

Namanya: Nasi Liwet Pawon. Mencari lokasi kedai ini tak sulit. Dari arah Jalan Panjang, belok masuk ke Jalan E. Ancer-ancernya, ada plang SMP SMA Al-Huda, nah, belok kiri.

Di perempatan Jalan E, belok kanan ke Jalan P. Tidak jauh dari situ, Nasi Liwet Pawon ada di sebelah kanan jalan.

Tampakannya sederhana. Buka pukul 10 pagi, suasana kedai milik Aldy Matondang terlihat sudah sibuk. Meski Senin (30/3) lalu, merupakan hari pertama kedai ini buka setelah libur panjang Lebaran, pesanan sudah masuk ke ponselnya sejak jauh-jauh hari.

Alhasil, sejak pagi, Aldy, sang istri, dan karyawannya gotong-royong membungkus pesanan sembari melayani pembeli yang mulai berdatangan.

Bisa dibilang, kedai ini tidak didesain untuk kenyamanan pengunjung yang makan di tempat alias dine in. Pelanggan yang berdatangan sepertinya sudah paham, lebih banyak datang untuk take away.

Nah, jika datang, wajib mencoba paket ayam nasi liwet yang menjadi menu paling laris di sini. Isiannya, nasi liwet, sepotong ayam paha atau dada, tempe goreng mendoan, ikan asin, terong goreng serta lalapan daun kemangi, kol, dan timun. Ramai isiannya.

Bisa juga memesan paket ikan. Isiannya, nasi liwet dan teman-temannya, dengan bawal, nila, dan lele sebagai opsi. Oh, iya, di kedai ini tidak tersedia lauk bakar semisal ayam bakar. Semua menu terdiri dari ayam dan ikan goreng.

Selain itu, bisa juga memesan seporsi kulit ayam dan tahu untuk tambahan lauk.

Lantaran datang cukup pagi, pesanan saya tak mengantre. Jadi, tak perlu lama-lama untuk menyantapnya. Begitu nasi dihidangkan, harumnya juga menggoda. Tak sabar ingin mencomot suapan pertama.

Nasi liwetnya, hmm, wangi dan gurih. Ada campuran ikan teri di dalamnya. Rasa dari santan dan bumbu aromatiknya tidak lebay melainkan cukup. Nasinya tidak terlalu berminyak maupun keasinan. Pas, baik rasa maupun teksturnya.

Lalu ayamnya, garing di luar, tetapi tidak keras dan masih juicy. Bumbu meresap sampai ke dalam. Rina, istri Aldy, bilang, ayamnya diungkep kuning sampai empuk seperti biasa. Hanya saja, menggunakan lebih banyak rempah biar berasa.

Kulit ayamnya, garing krius krius. Bumbunya juga meresap dan yang penting, tidak bau. Dengan rasa yang lebih berani asin dan gurih, cocok betul jadi teman lauk liwet. Tak heran, kulit jadi jagoan juga di sini.

Untuk pelengkapnya, tidak kalah menggoda. Bagi pengunjung yang suka rasa lebih asin, tersaji ikan asin yang menambah selera. Tempe mendoannya juga sedap. Sedangkan tahu gorengnya, gendut dan berisi, memuaskan setiap gigitan.

Untuk ikannya juga tak kalah menggoda. Bagian luar ikan nila garing keemasan, sedangkan dalamnya tetap kaya rasa. Ikannya pun tidak amis.

Nasi liwet disajikan dengan dua macam sambal: merah dan hijau. Yang warna merah, sambal tomat terasi. Rasanya tidak terlalu pedas, cenderung manis dan asam segar. Sedang sambal yang hijau yaitu sambal bawang cabe hijau dengan pedas menggigit. Bagi penyuka pedas, lebih cocok sambal hijau ini.

Nah, ada cara lain juga untuk menikmati sambal ini. Yaitu, dengan mencampurkan dua sambal tersebut dengan sedikit tambahan kecap. Wah, pedasnya jadi lebih balance dengan hint sedikit manis.

Harga terjangkau

Bukan hanya rasanya enak dan porsinya mengenyangkan, harga terjangkau menjadi alasan lainnya Nasi Liwet Pawon disukai pelanggannya.

Salah satunya Novi yang sudah beberapa kali datang ke kedai ini meski bukan warga Jalan Panjang. Menurut ia, nasi liwetnya enak dan praktis disajikan buat makan siang.

"Harganya juga terjangkau," imbuh Novi.

Memang, harganya relatif terjangkau. Nasi liwet paket ayam maupun ikan, Rp 20.000 per porsi. Sudah terdapat tempo mendoan, ikan asin, dan berbagai lalapan, ya.

Sebenarnya, kedai ini menyediakan nasi tutug oncom. Namun, lantaran kedai baru buka setelah libur Lebaran, mereka baru menyiapkan nasi liwet.

Jika tidak suka nasi liwet, bisa memesan nasi putih biasa. Paket nasi tempong disertai lauk pauk, sambal, dan lalapannya ini juga ditawarkan dengan harga Rp 20.000 per porsi.

Paket ini belum sama kulit ayam, ya. Jika tanpa nasi, menambah kulit ayam perlu merogoh kocek Rp 8.000. Sedangkan tambah tahu Rp 2.000, sayap ayam Rp 5.000, ayam atau ikan Rp 13.000 per potong.

Mau beli paket nasi dengan kulit ayam juga boleh. Harganya Rp 16. 000 per porsi.

Meski jam buka Nasi Liwet Pawon mulai 10 pagi hingga 3 sore, lebih baik datang lebih cepat. Pasalnya, jelang makan siang, antreannya ramai.

Aldy bilang, tidak membuka pesanan di platform food online. Jadi, kalau mau order dan tinggal ambil, bisa mengirim pesan WA sehari sebelumnya. Untuk pembayaran, tak ribet, lo, karena bisa QRIS.

 

Buka Jelang Pandemi

Jika saat pandemi banyak bisnis merunduk, nasi liwet Aldy Matondang malah berkibar. Kedai Nasi Liwet Pawon dibuka tahun 2019, tak lama sebelum pandemi menghantam banyak usaha. Nasi liwet yang dibungkus untuk dibawa pulang, malah jadi pilihan warga sekitar.

Awalnya, kedai ini dikerjakan oleh istri Aldy. Baik racikan nasi maupun resep lauk, semua dari sang istri. Harga seporsi nasi ketika itu Rp 10.000. Permintaan nasi liwet pun semakin laris. Bahkan, omzetnya melampaui gaji Aldy yang saat itu masih bekerja kantoran.

"Setelah enam bulan kedai berjalan, saya ikut fokus juga di sini," ujar dia yang menambahkan, dirinya juga bisa masak, sehingga pengembangan menu juga hasil pendapatnya.

Alhamdulilah, kata dia, sejak dibuka, penjualannya terus naik. Dari semula hanya menjual nasi liwet dengan 5 ekor ayam per hari, kini mencapai 200 ekor ayam setiap hari.

Tak hanya itu, dalam sehari, Nasi Liwet Pawon menghabiskan 45 liter beras, 40 kilogram ikan, dan 50 kilogram kulit ayam. Sekitar 1.000 porsi nasi liwet pun ludes terjual saban hari.

"Dalam tiga jam saja, buka jam 10 pagi, jam 1 siang biasanya sudah habis," sebutnya.

Karena itu, Aldy selalu menjaga pasokan bahan baku. Apalagi, pesanan yang masuk ke ponselnya seringkali dalam partai besar. Dia menjadi tangan pertama dari pabrik pemotongan ayam. Begitu juga dengan ikan. Jadi, pasokan stabil. "Semua bahan fresh," tegasnya.

Nasi Liwet Pawon

Jl. Masjid As Surur (Depan Jl. P1) Kebon Jeruk, Jakarta Barat
HP: 081315804440
Koordinat GPS:
-6.20140, 106.76692

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terbaru