Mengenal Pura Besakih, pura terbesar dan termegah di Bali

Senin, 15 Maret 2021 | 15:43 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Mengenal Pura Besakih, pura terbesar dan termegah di Bali

ILUSTRASI. Pura Besakih. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/pras/17.

KONTAN.CO.ID -  Pura Agung Besakih adalah pura terbesar dan termegah di Bali. Letak Pura Besakih di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, berada di lereng sebelah barat daya Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem, Pura Besakih sengaja dibangun di desa yang dianggap suci karena letaknya yang tinggi, yang disebut Hulundang Basukih yang kemudian menjadi Desa Besakih. 

Akses dari Kota Denpasar untuk mencapai tempat ini berjarak sekitar 25 km ke arah utara dari Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung.

Perjalanan menuju Pura Besakih melewati panorama Bukit Jambul yang juga merupakan salah satu obyek dan daya tarik wisata Kabupaten Karangasem.

Baca Juga: Lima pura yang harus dikunjungi saat liburan di Bali

Kompleks Pura Besakih 

Pura Besakih

Nama Besakih diambil dari Bahasa Sansekerta, wasuki atau dalam bahasa Jawa Kuno basuki yang berarti selamat. Selain itu, nama Pura Besakih juga berdasarkan mitologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara.

Kompleks Pura Besakih dibangun berdasarkan keseimbangan alam dalam konsep Tri Hita Karana. Penataannya disesuaikan berdasarkan arah mata angin agar struktur bangunannya dapat mewakili alam sebagai simbolisme adanya keseimbangan tersebut. 

Masing-masing arah mata angin disebut mandala dengan dewa penguasa yang disebut “Dewa Catur Lokapala” di mana mandala tengah sebagai porosnya, sehingga kelima mandala dimanifestasikan menjadi “Panca Dewata”.

Baca Juga: Serunya eksplorasi keindahan Tulamben di Bali

Penjabaran struktur bangunan Pura Besakih berdasarkan konsep arah mata angin tersebut, adalah:

  • Pura Penataran Agung Besakih sebagai pusat mandala di arah Tengah dan merupakan pura terbesar dari kelompok pura yang ada, yang ditujukan untuk memuja Dewa Çiwa;
  • Pura Gelap pada arah Timur untuk memuja Dewa Içwara;
  • Pura Kiduling Kereteg pada arah Selatan untuk memuja Dewa Brahma;
  • Pura Ulun Kulkul pada arah Barat untuk memuja Dewa Mahadewa;
  • Pura Batumadeg pada arah Utara untuk memuja Dewa Wisnu.

Selain itu, banyaknya peninggalan zaman megalitik, seperti menhir, tahta batu, struktur teras pyramid yang ditemukan di kompleks pura menunjukkan Besakih berasal dari zaman yang sangat tua, jauh sebelum adanya pengaruh Agama Hindu.

Selanjutnya: Mengenal Desa Trunyan, desa di Bali yang dikenal dengan tradisi pemakaman uniknya

 

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru