Edukasi

Menyikapi anak yang menjadi korban perundungan di sekolah

Jumat, 03 Juli 2020 | 13:42 WIB Sumber: Nemours KidsHealth
Menyikapi anak yang menjadi korban perundungan di sekolah

ILUSTRASI. Ilustrasi Menyikapi anak yang menjadi korban perundungan di sekolah. REUTERS/Athit Perawongmetha TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maraknya kejadian perundungan di sekolah embuat banyak orang tua khawatir akan keadaan si buah hati. Keterbatasan ruang dan waktu membuat pengawasan orang tua tidak bisa maksimal, terutama di sekolah.

Tidak jarang banyak orang tua yang “kecolongan” dan terlambat mengetahui sang buah hati mendapat perundungan. 

Terlambat mengetahui ditambah kurangnya edukasi mengenai sikap yang tepat untuk menghadapi korban perundungan, bisa menjadi boomerang bagi si anak. Lalu bagaimana sikap yang tepat untuk membantu korban? Berikut adalah tips bagi Anda yang menghadapi anak korban perundungan di sekolah. 

Jeli melihat perubahan sikap anak

Dilansir dari kidshealth.org, korban perundungan biasanya mengalami perubahan sikap yang cukup drastis. Jika anak biasanya ceria dan penuh semangat bisa dengan cepat berubah menjadi pemurung, atau tiba-tiba menghindari hal-hal berbau sekolah. Sebagai orang tua, Anda sebaiknya jeli melihat perubahan sikap buah hati Anda. 

Luangkan waktu Anda untuk bertukar pikiran dengan si buah hati. Ajaklah dari hati ke hati tentang masalah yang mereka alami. Jangan pernah memaksa anak untuk berterus terang karena hal tersebut malah akan menambah beban pikiran anak. 

Baca Juga: Yuk, kenali lebih dalam dampak buruk dari bullying di sekolah

Pendampingan 

Jika benar anak Anda adalah korban dari perundungan di sekolah, berikan pendampingan agar buah hati tidak merasa tertekan.

Tidak mudah untuk menceritakan trauma yang dialami oleh anak Anda, sehingga perhatian serta kasih sayang dari orang tua bisa menenangkan. Motivasi dan nasehat yang membangun, akan membawa dampak positif bagi mental anak.

Melibatkan pihak sekolah

Segera beritahu pihak sekolah tentang tindakan perundungan tersebut. Mintalah pihak guru untuk melakukan cross check terhadap perundungan di sekolah. Cocokan keterangan yang diberikan oleh pihak sekolah dengan informasi dari anak Anda, sehingga Anda bisa mengambil sikap yang tepat. 

Setelah melakukan cross check, anda bisa meminta pihak sekolah untuk memfasilitasi mediasi antara Anda dan orang tua pelaku perundungan. Dengan adanya mediasi antara kedua belah pihak, Anda bisa secara langsung meminta penjelasan dari pelaku.

Melakukan tindakan tegas

Setelah Anda mendapatkan keterangan dari pelaku perundungan di sekolah, ambillah tindakan tegas yang sesuai. Dilansir dari id.theasianparenting.com, tuntutan berupa pernyataan diatas materai agar tidak mengulangi perbuatan, serta skorsing bisa menimbulkan efek jera terhadap pelaku. Tindakan tegas juga bisa berupa tuntutan pidana jika sudah melibatkan kekerasan fisik.

Pindah sekolah

Untuk meminimalisir adanya trauma berkepanjangan, sebaiknya anak pindah ke sekolah lain. Lingkungan yang baru di sekolah yang berbeda diharapkan bisa membangkitkan semangat dan keceriaan korban perundungan di sekolah. 

Untuk memastikan perundungan tidak terjadi lagi, mintalah pihak sekolah untuk lebih mengawasi anak Anda selama di sekolah yang baru. Berikan perhatian ekstra mengingat anak baru saja memulai untuk memperbaiki trauma yang mereka miliki.

 

Editor: Tiyas Septiana


Terbaru