Gadget

Pemerintah siap fasilitasi pengembang gim lokal

Minggu, 05 Juli 2020 | 23:08 WIB   Reporter: Jane Aprilyani
Pemerintah siap fasilitasi pengembang gim lokal

ILUSTRASI. Persiapan Indonesia menuju Gamescom 2020 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) siap memfasilitasi para pelaku industri dan pengembang game lokal untuk ikut dalam sub-event internasional dari Gamescom 2020 yakni Devcom Digital Conference 2020.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti, mengatakan pihaknya memprioritaskan agar game-game produksi Indonesia dapat tampil di ajang internasional. “Kami bisa memberikan dukungan penuh kepada pengembang game lokal sehingga dapat bersaing di pasar global,” katanya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Minggu (5/7).

Baca Juga: Ada 3 game gratis bagi pelanggan PS Plus, akhir pekan seru!

Partisipasi Indonesia didasari data Survei Ekonomi Kreatif tahun 2016 yang menyatakan bahwa subsektor aplikasi dan pengembang permainan menyumbang 1,86 persen atau setara Rp 17,142 miliar dari PDB Ekonomi Kreatif.

Bentuk fasilitasi yang diberikan Kemenparekraf/Baparekraf untuk para perusahaan yang terpilih adalah akses penuh menuju Devcom Digital Conference 2020. “Dengan akses penuh ini, para peserta bisa mengikuti semua kelas konferensi yang ada, seperti mengikuti B2B matchmaking online untuk mencari partner dan investor global, serta memamerkan karya-nya masing-masing dalam virtual booth yang dimiliki Indonesia,” lanjut Yuana Rochma Astuti.

Yuana menambahkan, peserta juga akan mendapatkan akses untuk mengikuti MeetToMatch – The Online Cologne Edition, yang akan memperkuat peluang menjalin transaksi bisnis dari perusahaan global.

Gamescom merupakan pameran game terbesar di Eropa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pandemi COVID-19 membuat acara game yang bersifat Business to Business (B2B) serta Business to Consumer (B2C) ini harus menghentikan kegiatan offline-nya di tahun 2020 dan mengubah format menjadi online. Ajang ini pun siap digelar mulai pertengahan Juli 2020 mendatang.

Baca Juga: Wow, PUBG Mobile sumbang pendapatan Rp 43,5 triliun untuk Tencent

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia, Cipto Adiguno, menambahkan, meskipun pasar industri game di Indonesia adalah salah satu yang terbesar, namun karakteristik pasarnya masih sangat sulit untuk bisa ditembus oleh pemain baru.

“Bagi para pelaku industri gim lokal yang relatif kecil, kesempatan bisnis terbesar berada di luar negeri. Meski demikian, akses ke pasar tersebut lebih sulit daripada membidik target pasar sendiri,” ungkap Cipto Adiguno.

Memahami hal tersebut, inisiatif membawa pelaku industri lokal ke Gamescom adalah langkah riil dari Kemenparekraf/Baparekraf dan AGI untuk memungkinkan terjadinya transaksi bisnis. “Diharapkan dari acara ini muncul kerja sama baru seperti publishing, co-development, outsourcing, serta investasi pada produk maupun perusahaan, yang akan mendorong industri game lokal tumbuh lebih cepat,” paparnya.

Keikutsertaan Indonesia dalam Gamescom 2020 ini merupakan kali kedua secara berturut-turut. Tahun lalu, sebanyak 10 perusahaan Indonesia di bawah naungan program Archipelageek juga mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya-karyanya di Paviliun Indonesia Gamescom 2019 serta mencari peluang transaksi bisnis di sesi Business Day.

Baca Juga: Game balapan Trackmania gratis! Begini cara mendapatkanya

Tahun lalu, keikutsertaan Indonesia dalam acara tersebut menghasilkan nilai transaksi bisnis sebesar 1,15 juta dolar AS atau sekitar Rp16 miliar antara perusahaan Indonesia dengan mitra globalnya masing-masing.

Bagi perusahaan game Indonesia yang tertarik untuk berpartisipasi, pendaftaran untuk mengikuti Gamescom 2020 sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Untuk mendaftarkan diri, dapat mengakses halaman resminya di https://agi.or.id/gamescom2020. Pendaftaran ini terbuka bagi perusahaan Indonesia yang memiliki produk/jasa di bidang video game dan sudah berbadan hukum.

Editor: Handoyo .


Terbaru