Pokemon GO sebabkan perkelahian, pria paruh baya ditangkap pihak kepolisian Jepang

Jumat, 14 Agustus 2020 | 13:16 WIB   Reporter: Arif Budianto
Pokemon GO sebabkan perkelahian, pria paruh baya ditangkap pihak kepolisian Jepang

ILUSTRASI. Pokemon GO sebabkan perkelahian, pria paruh baya ditangkap kepolisian Jepang

KONTAN.CO.ID -  HOKKAIDO. Pria paruh baya di Jepang kedapatan berkelahi dengan rekannya yang tidak jauh usianya. Mirisnya, perkelahian dua pria paruh baya ini di sebabkan game Pokemon GO.

Bermain Pokemon Go memang menyenangkan. Menawarkan permainan layaknya Pokemon di dunia nyata, pemain dapat menyusuri tempat tertentu demi menangkap Pokemon.

Seperti pria paruh baya asal Jepang yang tengah asyik bermain Pokemon GO ini. Pria bernama Kanehisa Satoh berusia 56 tahun dan rekannya 55 tahun baru saja bertemu setelah beberapa lama.

Baca Juga: Bikin mlongo, sekeping kartu Pokemon ini seharga mobil mewah

Pertemuan yang seharusnya menjadi momen untuk kembali bersua justru berakhir naas. Pasalnya kedua pria paruh baya tersebut tengah berdebat tentang Pokemon GO.

Mengutip dari NintendoEnthusiast, Satoh memperedebatkan tentang Gym miliknya yang diambil oleh sang teman. 

Masih dalam mobil, perdebatan tersebut berlanjut hingga akhirnya Satoh menyerang sang teman tepat di dadanya. Tidak berhenti sampai di situ saja, Satoh kemudian menghancurkan kaca spion mobil sang teman.

Peristiwa yang terjadi di Hokkaido ini kemudian di laporkan ke pihak berwajib. Si korban langsung menghubungi pihak kepolisian atas kejadian yang menimpanya.

Atas peristiwa tersebut pihak Kepolosian Hokkaido menangkap Satoh dengan tuduhan penyeranan dan merusak properti.

Diketahui, Gym di Pokemon GO merupakan tempat dimana pemain bisa unjuk gigi. Pemain dengan Pokemon terkuat bisa mengalahkan pimpinan Gym dan mengambil alih.

Hal tersebut persis dengan apa yang menimpa Satoh dan teman Pokemon GO-nya. 

Peristiwa ini juga memperlihatkan bahwa game ternyata bisa dimainkan berbagai kalangan. Termasuk dua pria paruh baya yang berusia lebih dari 50 tahunan ini.

Editor: Arif Budianto


Terbaru