HOME

Polisi dalami pengakuan Reza Artamevia baru 4 bulan pakai sabu dengan kasus 2016

Minggu, 06 September 2020 | 21:39 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Polisi dalami pengakuan Reza Artamevia baru 4 bulan pakai sabu dengan kasus 2016

Penyanyi Reza Artamevia berjalan saat rilis kasus pengungkapan tindak pidana narkotika di Polda Metro Jaya, Jakarta, MInggu (6/9/2020).

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Penyanyi Reza Artamevia menjadi tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Polisi menetapkan Reza sebagai tersangka pasca menemukan barang bukti atas kepemilikan sabu seberat 0,78 gram di tasnya.

Polda Metro Jaya menangkap penyanyi bersuara khas ini Jumat pekan lalu (4/9) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Reza dalam pengakuannya kepada polisi mengaku  mengonsumsi sabu sejak empat bulan belakangan. Banyak berdiam diri di rumah serta jadwal manggung yang sepi karena pandemi Covid-19 menjadi alasan Reza mengongsumsi sabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam jumpa pers, Minggu (6/8) menjelaskan, polisi masih mendalami pengakuan Reza yang menyebut baru mengonsumsi narkoba jenis sabu empat bulan belakangan.

“Pengakuan yang bersangkutan karena Covid-19 memakai sabu.  Ini motif, masih. Kami masih mendalami terus, juga termasuk adanya hubungan dengan tahun 2016 yang lalu pada saat dia jadi saksi, sempat direhabilitasi sekitar dua bulan, seperti kita ketahui bersama,” ujar Yusri.

Baca Juga: Tertangkap lagi, penyanyi Reza Artamevia mengaku gunakan sabu karena sering di rumah

Yang pasti, ini bukan kali pertama bagi Reza Artamevia tersandung kasus narkoba. Ia pernah ditangkap bersama Gatot Brajamusti alias Aa Gatot di kamar 1100, Hotel Golden Tulip, Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 28 Agustus 2016.

Saat itu, berdasarkan hasil tes urine, Reza Artamevia dinyatakan positif narkoba, begitu pula dengan Aa Gatot. Kasus itu bahkan sempat menghebohkan publik lantaran terbongkarnya perilaku aneh di Padepokan Gatot Brajamusti yang juga Ketua Umum Parfi saat itu. 

Sempat 'hilang' dan hebohkan publik

Di padepokan Gatot, sabu diperkenalkan sebagai aspat alias makanan jin.  Orang-orang yang tinggal di sana termasuk penyanyi dengan hits Keabadian ini mengonsumsi aspat alias sabu, saat itu. Atas perbuatannya  saat itu, Reza yang positif narkoba menjadi saksi dalam kasus tersebut dan kemudian menjalani rehabilitasi rawat jalan selama dua bulan. 

Saat itu, Reza mengaku tertipu dan baru taraf coba-coba menggunakan aspat alis sabu. Reza bahkan sempat membuat laporan polisi atas Gatot yang saat itu menjadi guru spritualnya.

Kedekatan Reza dengan Gatot saat itu terkuak di publik dengan terang. Pertemuan itu terkuak saat tahun 2004, Reza yang saat itu tengah di puncak karir menghilang dari bandara Soekarno Hatta. Pengacara keluarga Reza saat itu bahkan sempat melaporkan hilangkan Reza ke Polda Metro Jaya. 

Publik dibuat heboh dengan berita hilangnya Reza yang belakangan kedapatan ngendon di Padepokan Gatot dengan alasan untuk menenangkan diri.

 

 

Editor: Titis Nurdiana


Terbaru