Style

Produk tembakau yang dipanaskan berbeda dengan rokok elektrik ataupun rokok

Senin, 21 Oktober 2019 | 20:52 WIB   Reporter: Handoyo
Produk tembakau yang dipanaskan berbeda dengan rokok elektrik ataupun rokok

ILUSTRASI. A woman tries Philip Morris IQOS 3 MULTI device after its launching event in Tokyo, Japan, October 23, 2018. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product) merupakan salah satu inovasi dari hasil pengembangan teknologi di industri tembakau, selain rokok elektrik. 

Produk ini dihadirkan untuk membantu perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko lebih rendah daripada rokok, sehingga pada akhirnya dapat berhenti merokok. Namun, publik belum mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai produk ini.

Pembina Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Achmad Syawqie, menjelaskan produk tembakau yang dipanaskan berbeda dengan rokok elektrik ataupun rokok. Produk tembakau yang dipanaskan masih mengandung tembakau asli. 

Baca Juga: Kemenkeu tetapkan akumulasi kurang bayar DBH mencapai Rp 43 triliun di 2019

Hal ini berbeda dengan rokok elektrik yang menggunakan ekstraksi tembakau yang wujudnya berupa cairan (likuid), baik yang mengandung nikotin atau tidak. Cairan pada rokok elektrik juga biasanya memiliki banyak varian rasa, sedangkan produk tembakau yang dipanaskan menghadirkan cita rasa tembakau asli.

“Produk tembakau yang dipanaskan termasuk dalam kategori produk tembakau alternatif. Produk ini dirancang untuk memberikan penggunanya kebutuhan asupan nikotin dengan risiko yang lebih rendah daripada mengonsumsi rokok. Tapi, yang perlu diingat, produk ini beda dari rokok elektrik. Produk ini pakai tembakau asli,” kata Syawqie.

Dia melanjutkan bahwa produk ini memanaskan tembakau pada suhu maksimum 350 derajat celcius. Dengan proses tersebut, produk tembakau yang dipanaskan menghasilkan uap, bukan asap. 

Baca Juga: Mengenal rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, ini perbedaannya

“Karena tidak menghasilkan asap, melainkan uap, jadi produk tembakau yang dipanaskan ini tidak menghasilkan TAR dan memiliki zat kimia berbahaya yang lebih rendah daripada rokok,” terang Syawqie.

Belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) telah melakukan ulasan secara mendalam terdapat salah satu merek dari produk tembakau yang dipanaskan. 

Editor: Yoyok


Terbaru