HOME

Yuk, uji nyali dengan menjajal wisata paralayang di Malang!

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 12:02 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Dityasa H Forddanta, Jane Aprilyani
Yuk, uji nyali dengan menjajal wisata paralayang di Malang!

ILUSTRASI. Olahraga paralayang di Gunung Banyak, Batu Malang

KONTAN.CO.ID - BATU MALANG. Jika ingin merasakan wisata yang dapat memacu adrenalin, silakan bergeser ke kota Batu Malang. Di lokasi ini, ada objek wisata yang tengah menjadi hits dan menjadi incaran wisatawan, baik asing maupun lokal. Paralayang Batu Malang, namanya.

Wisata ini terletak di Puncak Gunung Banyak yang memiliki ketinggian 1.326 mdpl, tepatnya di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Malang atau sebelah barat Kota Batu.

Untuk sampai ke tempat ini, Anda bisa mengendarai mobil atau sepeda motor. Bisa juga dengan memakai mobil medium seperti mobil jenis elf. Akan tetapi, jika Anda berwisata menggunakan kendaraan besar seperti medium bus atau big bus, Anda harus transit dulu di rest area Pandesari. Selanjutnya, Anda bisa memakai jasa shutle mobil untuk menuju Gunung Banyak.

Alasannya, jalan menuju lokasi wisata uji nyali ini terbilang sempit dan berkelok-kelok. Mirip jalanan kita menuju Puncak Jawa Barat. Hanya saja, kali ini jalanannya lebih terjal sehingga tidak bisa di akses oleh bus wisata.

Baca Juga: Kawah Bromo ternyata masih banyak menyimpan cerita misterius

Mulanya, tempat ini merupakan tempat latihan take-off atlet paralayang. Namun, seiring berjalannya waktu, peminat untuk merasakan sensasi paralayang semakin tinggi. Hingga akhirnya tempat ini dibuka untuk umum.

Bagi pengunjung umum, Anda bisa menjajal objek wisata yang dinamakan Tandem Paralayang. Memang, biaya untuk menikmati keindahan Kota Batu dari udara cukup mahal, yakni Rp 400.000 dengan durasi 10 menit. Namun, itu sepadan dengan pengalaman yang bisa Anda ceritakan ke kerabat dan teman-teman.

Yang patut dicatat, wisata paralayang sangat tergantung pada cuaca dan angin. Alhasil, Anda tidak bisa terbang setiap saat. Sebab, aktivitas ini hanya dapat dilakukan saat angin berhembus ke arah yang tepat. "Waktu yang paling pas untuk menikmati wisata paralayang ini mulai bulan Juni hingga Oktober," jelas Wahyu, salah satu instruktur paralayang.

Tempat wisata ini dibuka untuk umum selama 24 jam. Adapun kegiatan aksi Tandem Paralayang berlangsung mulai pukul 07.00 pagi hingga 21.00 malam. Namun, sekali lagi, itu semua tergantung cuaca dan arah angin.

Baca Juga: Laba mengembang dari bisnis wisata paralayang di Kabupaten Malang

Nah, bagi Anda yang tidak memiliki nyali untuk menjajal paralayang, jangan muram. Di kawasan Gunung Banyak ini juga ada wisata panorama alam yang dinamakan Omah Kayu. Letaknya masih satu komplek dari wisata paralayang dan hanya ditempuh lima menit dengan berjalan kaki.

Omah Kayu menawarkan penginapan eksotis berupa rumah kayu seluas 2,5 meter x 2,5 meter. Yang unik, letak rumah ini ada di atas pohon yang sangat tinggi. Di dalamnya tersedia kasur lantai, sepasang bantal, dan selimut. Tarifnya sekitar Rp 350.000 per malam. Itu sudah termasuk sarapan. "Kalau weekend, biayanya tambah Rp 100.000," jelas Syaiful, karyawan Omah Kayu.  

Jika tertarik menginap di akhir pekan, Anda harus cepat-cepat melakukan reservasi. Sebab, jumlah rumah kayu yang tersedia hanya 5 unit. "Permintaan saat weekend cukup tinggi. Peminatnya banyak yang datang dari luar negeri seperti Jerman, Belanda, Prancis, dan Malaysia," jelas Syaiful.

Baca Juga: Bisnis penyewaan hardtop di Gunung Bromo masih menderu kencang

Kalau tidak mau menginap juga tidak masalah. Anda boleh masuk dan mengabadikan foto Anda di dalam kawasan ini. Rumah-rumah pohon yang berada di atas bukit akan menjadikan foto Anda sangat instagramable. Percaya deh!


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru