Otomotif

Waspada tertipu! Ini cara mudah membedakan oli asli atau palsu

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 07:14 WIB Sumber: Kompas.com
Waspada tertipu! Ini cara mudah membedakan oli asli atau palsu

ILUSTRASI. Montir menuangkan pelumas mesin ke sebuah kendaraan di gerai penjualan oli di Jakarta, Senin (30/4). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama/18

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka penjualan kendaraan bermotor yang tinggi saat ini secara otomatis berimbas pada penjualan produk pelumas atau oli. Sayangnya, kondisi ini sering dimanfaatkan oleh sejumlah oknum nakal untuk memproduksi pelumas palsu yang bisa merugikan konsumen dan produsen pelumas yang namanya dipalsukan. 

“Memang sudah banyak oli mobil palsu yang beredar di pasaran. Tentunya ini hal yang harus diperhatikan oleh pemilik mobil, sebab dampak yang dihasilkan dari oli palsu bisa merusak komponen mesin,” ujar Anjar Rosjadi, Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2020). 

Agar tidak tertipu saat membeli oli, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan: 

Baca Juga: Inilah daftar harga mobil bekas Juli 2020 anjlok hingga Rp 40 juta

1. Nomor produksi 

Produsen oli pelumas asli menggunakan nomor identifikasi yang terletak di dua tempat berbeda, yaitu pada tutup botol dan botol oli. “Kedua nomor ini biasanya sejajar dan harus sama persis, jika salah satu angkanya berbeda maka sudah bisa dipastikan oli tersebut palsu,” kata Anjar. 

2. Perhatikan tutup botol

Biasanya para pabrikan oli pelumas sudah menggunakan teknologi yang modern dan maju dalam pembuatan tutup botol yang mereka produksi. Cirinya adalah tutup botol ini hanya dapat digunakan sekali, jika sudah dibuka maka akan mengalami kerusakan. Tujuannya untuk mencegah oknum nakal menggunakan kembali sebagai tutup botol daur ulang atau bekas.

Baca Juga: Harga mobil bekas Suzuki APV generasi pertama mulai Rp 60 juta, ini spesifikasinya

Jika pemilik kendaraan mendapatkan kondisi oli pelumas dengan tutup botol yang tidak sempurna, sebaiknya segera urungkan niat untuk menggunakannya.  

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru