Wisata

Wisata sejarah, mengenang peristiwa di Museum Tsunami Aceh

Jumat, 03 Juli 2020 | 13:39 WIB   Reporter: Novianti Siswandini
Wisata sejarah, mengenang peristiwa di Museum Tsunami Aceh

ILUSTRASI. Wisatawan berada di lokasi wisata sejarah Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (21/6). Museum Tsunami yang berbentuk kapal dengan luas 2.500 meter persegi itu selain menjadi pusat pendidikan tentang tsunami, juga dapat berfungsi sebagai pusat evakuasi jika t

KONTAN.CO.ID - BANDA ACEH. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam merupakan salah satu bencana besar yang dialami Indonesia. Kejadian yang terjadi pada tanggal 26 Desember ini merenggut 227 ribu korban.

Gempa bumi dengan kekuatan 9,1 skala Richter dan ketinggian tsunami hingga 30 meter ini begitu dahsyat. Karena itu, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Ikatan Arsitek Indonesia membangun Museum Tsunami Aceh dan meresmikannya pada tahun 2008.

Tujuan pembangunan museum ini adalah untuk mengenang becana tersebut sekaligus menjadi pusat pendidikan dan evakuasi jika bencana gempa dan tsunami terjadi lagi.

Museum Tsunami Aceh terdiri dari dua lantai. Lantai 1 merupakan area yang berisi rekam jejak mengenai tsunami mulai dari pra tsunami, saat tsunami dan pasca tsunami. Pengunjung juga bisa melihat foto-foto peristiwa, artefak jejak tsunami dan dioramanya. Di lantai ini juga terdapat sumur doa yang berisikan nama-nama korban yang tertulis rapi.

Sementara itu, lantai 2 merupakan area yang berisi media-media pemberlajaran seperti perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D dan toko souvenir. Beberapa alat peraga yang ditampilkan di lantai ini antara lain rancanagn bangunan yang tahan gempa dan model diagram patahan bumi.

Jika Anda berencana untuk liburan di Banda Aceh seusai pandemi, pastikan untuk memasukkan Museum Tsunami Aceh kedalam list destinasi yang harus Anda kunjungi.

Baca Juga: Wisata menambah wawasan, intip isi Museum Geologi Bandung

 

Editor: Novianti Siswandini


Terbaru