HOME

Yuk! Kenali dulu sejarah Sam Poo Kong sebelum berkunjung ke sana

Minggu, 29 November 2020 | 08:12 WIB   Penulis: Novianti Siswandini
Yuk! Kenali dulu sejarah Sam Poo Kong sebelum berkunjung ke sana


KONTAN.CO.ID - Semarang. Sam Poo Kong merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Semarang. Kelenteng ini memiliki desain dan interior bangunan yang khas dan bersejarah. Sebelum Anda berwisata ke Kelenteng Sam Poo Kong, ada sejarah yang harus Anda ketahui terlebih dahulu.

Melansir situs Sam Poo Kong, kelenteng ini bermula dari kedatangan armada Zheng He (Cheng Ho) di Pantai Simongan, Semarang. Saat itu, juru mudinya yang bernama Wang Jing Hong sakit keras. Sebuah gua batu pun dijadikan tempat untuk mengobati Wang Jing Hong dan peristirahatan Zheng He. 

Sementara juru mudinya menyembuhkan diri, Zheng He melanjutkan pelayarannya ke Timur untuk menuntaskan misi perdamaian dan perdagangan keramik serta rempah-rempah.

Setelah sembuh dari penyakitnya, Wang memimpin anak buahnya menggarap lahan, membangun rumah dan membangun relasi dengan penduduk setempat. Lingkungan di sekitar gua pun berkembang menjadi makmur karena hidupnya aktivitas perdagangan dan pertanian. 

Baca Juga: Eling Bening, tempat rekreasi yang sedang hits di Ambarawa

WISATA KELENTENG SAM POO KONG

Untuk menghormati pimpinannya, Wang pun mendirikan patung Zheng He untuk dihormati dan dikenang masyarakat sekitar di gua batu tersebut. Inilah yang asal mula dibangunnya Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang.

Nama Sam Poo Kong diambil dari nama Laksamana Zheng He sendiri. Dia terlahir dengan nama Ma San Bao. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) memiliki arti gua San Bao. Hingga saat ini, tempat petilasan itu dikenal dengan nama Sam Poo Kong.  

Kelenteng yang berlokasi di Jalan Simongan Raya Nomor 129 ini terbuka untuk umum, baik itu yang berwisata atau sembahyang. Di dalamnya ada beberapa bangunan yang bisa dikunjungi.

Yakni, tempat pemujaan Dewa Bumi, makam Kyai Juru Mudi, tempat pemujaan Sam Poo Kong, makam Kyai Djangkar, tempat Nyai Cundrik Bumi, dan tempat Kyai Nyai Tumpeng. 

Selanjutnya: Unik! Ada Kampung Photography di Semarang

Editor: Novianti Siswandini


Terbaru