KONTAN.CO.ID - Timnas Portugal harus puas finis sebagai runner-up Grup K Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia pada laga terakhir fase grup, Sabtu (27/6/2026).
Hasil tersebut memastikan kedua tim lolos ke babak 32 besar. Namun, Kolombia berhak menyandang status juara grup, sementara Portugal harus menghadapi jalur yang lebih berat di fase gugur.
Baca Juga: Argentina Waspadai Kejutan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Pertandingan yang berlangsung di Miami Stadium menyajikan duel terbuka dengan sejumlah peluang dari kedua tim. Meski demikian, tak satu pun peluang berhasil dikonversi menjadi gol.
Akibat finis di posisi kedua, Portugal akan menghadapi Kroasia pada babak 32 besar di Toronto, Kamis mendatang. Jika lolos, tim asuhan Roberto Martinez berpotensi bertemu Spanyol di babak berikutnya.
Media-media Portugal menyoroti hasil tersebut dengan nada kritis. Harian Record menulis tajuk "Warna Senyum yang Malu adalah Kuning", merujuk pada dominasi Kolombia yang mengenakan seragam kuning.
Baca Juga: Luar Biasa! Indonesia Bungkam Korea Selatan Tanpa Balas, Juara AVC Nations Cup 2026
Sementara itu, A Bola menilai kiper Diogo Costa menjadi penyelamat Portugal setelah tampil gemilang dengan enam penyelamatan dan mencatatkan clean sheet kedua secara beruntun.
Berkat penampilannya, Costa dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Harian O Jogo bahkan menyebut permainan Portugal "tanpa energi" atau decaffeinated, karena gagal mengalahkan Kolombia dan merebut posisi puncak klasemen grup.
Mantan pemain timnas Portugal Ricardo Quaresma menilai, masalah utama Selecao bukan terletak pada kualitas pemain, melainkan mentalitas saat bertanding.
"Mereka kehilangan kegembiraan, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko. Tim terlihat lelah dan kurang termotivasi. Bukan karena kekurangan kualitas, tetapi seolah para pemain takut mengambil risiko," ujar Quaresma.
Baca Juga: Mengenal 3 Masjid Bersejarah di Sekitar Masjid Nabawi, Sarat Jejak Dakwah Rasulullah
Portugal datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim unggulan. Namun, kegagalan menjadi juara grup membuat perjalanan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menuju gelar juara diperkirakan akan lebih berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News