Ini dia ciri khas dari taman bergaya jepang yang penuh makna dan filosofi

Kamis, 11 November 2021 | 14:00 WIB   Reporter: Kania Paramahita
Ini dia ciri khas dari taman bergaya jepang yang penuh makna dan filosofi

KONTAN.CO.ID - Selain desain eksterior dan interior rumahnya, hal lainnya yang menarik dari rumah-rumah bergaya Jepang adalah keberadaan taman yang memiliki desain khas.

Jika Anda akrab dengan kebudayaan Jepang, pasti Anda sudah pernah melihat wujud taman bergaya Jepang ini. Dilansir dari bhg.com, desain taman Jepang banyak mengambil inspirasi dari kebudayaan Buddha, Shinto, dan Taoisme yang penuh dengan filosofi.

Dengan elemen alami berupa air, batu, dan tanaman yang ditata secara sederhana, taman bergaya Jepang memang identik dengan kesan zen dan damai. Oleh karena itu, tidak heran banyak yang menggemari penampilan taman ala Jepang.

Apakah Anda termasuk orang yang menggemari penampilan taman ala Jepang? Jika ya, yuk ketahui lebih jauh tentang ciri khas dan makna-makna di balik setiap elemennya. Dilansir dari Japan Guide, berikut penjelasannya untuk Anda.

Baca Juga: Harga mobil bekas Toyota Camry sudah di bawah Rp 100 juta per November 2021

Batu, kerikil, dan pasir

Prinsip utama dari taman Jepang sebenarnya adalah menciptakan miniatur dari lansekap yang ada di alam. Nah, salah satu elemen utama yang wajib ada di taman Jepang untuk membantu menciptakan tampilan tersebut adalah batu, kerikil, dan pasir.

Sejak dulu, batu merupakan elemen yang penting dalam kebudayaan Jepang. Penggunaan batu besar dalam taman Jepang menyimbolkan gunung dan bukit, menjadi aksen dekoratif, serta menjadi material untuk jembatan dan jalan setapak.

Sementara itu, pada taman batu khas Jepang, batu-batu dengan beragam ukuran disusun untuk membentuk lansekap yang menarik. Misalnya, batu-batu besar menggambarkan gunung, pulau, dan air terjun, sementara kerikil dan pasir dibentuk menyerupai arus air.

Kolam, sungai, dan pancuran

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by min (@mins_photos)

Selain batu, elemen air juga penting dalam taman Jepang. Elemen air ini bisa hadir dalam bentuk kolam, sungai, atau pancuran sederhana.

Khusus untuk kolam, biasanya pemilik taman memilih untuk memelihara ikan koi di dalamnya untuk memberi tambahan “nyawa” dan warna ke dalam taman yang didominasi warna-warna hijau, coklat, dan abu-abu. Pada taman batu atau dry garden, keberadaan air ini digantikan oleh kerikil dan pasir.

Baca Juga: 3 Cara sederhana terbukti cegah gula darah tinggi, minum air putih lebih banyak

Pulau dan jembatan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Koi Japan Lovers (@koijapan)

Pulau merupakan salah satu elemen yang sudah lama identik dengan taman Jepang. Bentuk dan ukurannya bervariasi, mulai dari tumpukan batu sederhana hingga pulau kecil yang kuat untuk menahan bangunan di atasnya.

Biasanya, keberadaan pulau ini menggambarkan pulau sungguhan. Ada juga yang membuat pulau ini untuk alasan agamis, yaitu untuk menggambarkan kura-kura dan burung bangau yang merupakan simbol kesehatan dan umur panjang.

Sementara itu, jembatan merupakan fitur umum yang digunakan untuk menghubungkan antarpulau dan menyeberangi sungai atau kolam. Jembatan ini biasanya dibuat dari kayu atau batu, dan memiliki desain yang bervariasi juga.

Baca Juga: Surplus neraca perdagangan bulan Oktober 2021 diproyeksi US$ 3,95 miliar

Tanaman

Suatu taman rasanya kurang utuh jika tidak dilengkapi dengan tanaman. Hampir semua jenis tanaman bisa ditanam pada taman khas Jepang, mulai dari pohon, semak, hingga bunga.

Namun, ada beberapa tanaman tertentu yang umumnya akan Anda temui di taman bergaya Jepang, seperti pohon mapel, pohon sakura, pohon cemara, bambu, dan lumut atau moss. Semuanya dipilih berdasarkan penampilan tanaman-tanaman tersebut pada musim tertentu.

Tanaman-tanaman tersebut biasanya ditata secara rapi dan dirawat dengan cermat untuk mempertahankan kecantikannya. Misalnya, pohon dan semak-semak yang ada di taman Jepang akan dipotong atau dipangkas secara rutin.

Perbukitan, lentera, dan jalan setapak

Perbukitan buatan manusia biasanya ditemui pada taman-taman Jepang yang berukuran besar. Perbukitan ini dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung sungguhan, serta menyediakan tempat bagi pemilik atau pengunjung taman untuk melihat pemandangan dari ketinggian.

Lalu, ada lentera yang terbuat dari batu dan diletakkan pada beberapa titik, misalnya di pulau atau bangunan tertentu. Ketika dinyalakan, lentera batu ini akan memberikan pencahayaan yang cantik dan menambah nilai estetika pada taman.

Terakhir, ada jalan setapak yang terbuat dari batu, kerikil, dan pasir. Jalan setapak ini dibuat dengan cermat untuk membantu “memandu” pengunjung taman untuk melihat-lihat bagian terbaik dari taman tersebut. Terkadang, jalan setapak ini juga mengarah pada tempat tersembunyi sehingga pengunjung bisa menyendiri dengan nyaman di taman.

Nah, itulah beberapa elemen yang merupakan ciri khas dari taman gaya Jepang. Bagaimana, ingin mencoba gaya ini pada taman di rumah Anda?

Selanjutnya: Ada insentif pajak, begini efeknya terhadap basis pajak menurut Wamenkeu

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Kania Paramahita
Terbaru