HOME

Ini dia lima spot menarik untuk menikmati keelokan Danau Toba dari ketinggian

Minggu, 08 September 2019 | 07:00 WIB   Reporter: Agustinus Respati, Ratih Waseso, SS. Kurniawan
Ini dia lima spot menarik untuk menikmati keelokan Danau Toba dari ketinggian

ILUSTRASI.

Geosite Huta Ginjang

Tak hanya memanjakan mata dengan pemandangan Danau Toba, wisatawan juga bisa melihat tempat-tempat wisata di sekitar danau tekto vulkanik itu lewat teropong. Tahi Aritonang, petugas di Huta Ginjang, akan memandu langsung wisatawan melihat-melihat beberapa lokasi wisata tersebut.

Sebut saja, Tugu Aritonang, kampung penghasil mangga udang Bunturaja Muara, Geosite Sipinsur, Pusuk Buhit, Batu Guru, Air Terjun Situmurun, Pasir Putih Parparean, dan Balige. "Tarifnya hanya Rp 3.000 sekali dipandu melihat wisata lain lewat teropong ini, diterangkan juga," kata Aritonang kepada Tim KONTAN Jelajah Ekonomi Pariwisata 2019.

Sejatinya, tarif untuk menggunakan teropong sukarela. Makanya, Aritonang mengatakan, bukan rupiah yang menjadi fokusnya mendampingi para wisatawan di Huta Ginjang.

Bagi pria paruh baya ini, mampu mengenalkan Huta Ginjang nan cantik sebagai salah satu objek wisata unggulan Tapanuli Utara ke banyak orang membuatnya lebih merasa bahagia. Destinasi jalan-jalan yang terletak di Desa Huta Ginjang ini ada di ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut.

Apalagi, Aritonang merupakan satu-satunya petugas yang akan memandu pengunjung menggunakan teropong di Huta Ginjang. "Ramai kali orang mau lihat pakai teropong, sampai kami minum tak sempat," ujarnya tersenyum.

Lelah dan peluh yang menetes rasanya tak terasa saat Aritonang melihat wisatawan yang ia jelaskan merasa takjub dengan Huta Ginjang. Terlebih, jika ada wisatawan mancanegara yang mampu membuat Huta Ginjang dikenal lebih luas hingga berbagai negara. "Ini kan indah sekali, patutlah kita berbangga dan kita kenalkan ke semuanya," tuturnya.

Geosite Sipinsur

Memandang keindahan Danau Toba dari jauh memang punya sensasi tersendiri. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mencoba sensasinya, dengan menyambangi Geosite Sipinsur yang terletak di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pohon pinus yang teduh mendominasi sebagian besar salah satu objek wisata unggulan Humbang Hasundutan. Jelas, banyak spot-spot yang sangat cocok buat latar selfie, selain tentunya Danau Toba.

Ada gazebo yang bisa pengunjung gunakan untuk duduk sembari memandang keindahan Danau Toba dan alam di sekeliling Geosite Sipinsur. Selain hamparan Pulau Samosir, wisatawan bisa juga melihat Pulau Sibandang yang tepat di depan mata.

Destinasi ini menyabet juara pertama kategori Dataran Tinggi Terpopuler dalam ajang Anugrah Pesona Indonesia (API) 2018. Geser pandangan ke kanan, pemandangan ngarai dengan tanah kemerahaan membentengi Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

Nah, jika beruntung, Anda bisa melihat kapal-kapal kecil melintas di Danau Toba. Kapal-kapal ini membawa penumpang dari dan ke Pelabuhan Muara yang jadi salah satu gerbang masuk ke Samosir.

Di kawasan Sipinsur juga terdapat wahana bermain anak, seperti ayunan dan jungkat-jungkit. Jika lapar dan haus, ada stan-stan makanan dan minuman berbentuk rumah adat Batak.

Di hari biasa, pengunjung yang datang ke Geosite Sipinsur sekitar 300 orang. Sementara saat akhir pekan, pengunjungnya bisa menembus 800 orang. "Kalau masa libur anak sekolah, Natal, atau Lebaran, pengunjungnya bisa sampai 1.000 orang," ujar Mawari Purba, petugas Geosite Sipinsur, kepada kepada Tim KONTAN Jelajah Ekonomi Pariwisata 2019.

Selain untuk jalan-jalan melihat pemandangan, Sipinsur juga sering pengunjung manfaatkan untuk acara reuni dan ibadah. "Mereka biasanya pakai tikar di open stage. Kami menyewakan tikar seharga Rp 10.000 per tikar," terang Mawari.

Saat ini, Geopark Sipinsur sedang merampungkan pembangunan gedung galeri. Rencananya, tempat itu untuk pameran foto dan karya seni.

Untuk masuk ke wilayah Geopark Sipinsur, pengunjung cukup mengeluarkan biaya parkir saja. Satu mobil hanya Rp 2000 sekali masuk.

Selamat berlibur.

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru