Edukasi

Jam berjemur yang baik rekomendasi BMKG Kamis(4/6) ini agar sinar matahari rendah UV

Kamis, 04 Juni 2020 | 00:12 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Jam berjemur yang baik rekomendasi BMKG Kamis(4/6) ini agar sinar matahari rendah UV

ILUSTRASI. Sejumlah warga Kampung Buaran berjemur di atas rel kereta api di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Hal tersebut dilakukan warga untuk memperkuat imunitas tubuh. ANTARA FOTO/Suwandy/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berjemur di bawah sinar matahari masih kita perlukan untuk menjaga daya tahan tubuh.  Perlu panduan waktu berjemur yang tepat agar bisa mendapat manfaat optimal dari berjemur di bawah sinar matahari pagi ini.

Apalagi kasus pandemi virus corona covid-19 memang belum ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. 

Meskipun di beberapa wilayah saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda penambahan pasien baru positif terinfeksi virus corona covid-19 juga sudah mulai berkurang.

Karena itulah agar menjaga kesehatan tubuh, ada baiknya kita tetap menjaga asupan makanan yang sehat, berolah raga dan istirahat yang cukup. 

Di samping itu kita tetap harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan baru, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker saat keluar rumah, juga menghindari kerumunan dan perkumpulan yang tidak perlu.

Nah, untuk menjaga imunitas tubuh kita salah satunya bisa dilakukan dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Maklum, tubuh kita membutuhkan vitamin D untuk membantu menjalankan fungsi metabolisme kalsium, meningkatkan imunitas serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.  

Adapun waktu berjemur sinar matahari agar bisa mendapatkan manfaat bagi tubuh untuk mengkonfersi menjadi vitamin D, yang dianjurkan oleh para dokter dan ahli kesehatan adalah selama 15 menit.

Sedangkan waktu yang tepat bagi kita yang hidup di negara tropis, pancaran sinar matahari yang baik untuk tubuh rerata sebelum pukul 10.00 WIB. 

Berjemur sinar matahari juga tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup setidaknya dua hingga tiga kali seminggu saja.

SELANJUTNYA>>>

Tapi agar bisa mengukur berapa besar kadar sinar UV  yang dipancarkan oleh sinar matahari pada Kamis (4/6) esok Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) punya informasi penting yang harus Anda simak.

BMKG memberikan informasi seputar Indeks UV sinar matahari di wilayah Indonesia untuk tanggal 4 Juni 2020.

Informasi BMKG soal papran UV sinar matahari ini, khusus untuk wilayah Jabodetabek.

Pada Pukul 08.00 WIB - 09.00 WIB paparan sinar matahari memiliki Indeks UV 0-2  ini berarti  tingkat risikonya bahaya rendah, hingga sedang.

Sedangkan pada pukul 10.00 WIB -11.00 WIB paparan sinar matahari memiliki indeks UV level bahaya sedang hingga sangat tinggi. Karena itu sebaiknya Anda mengindari berjemur di bawah sinar matahari pada jam-jam ini.

Ketiga, pada pukul 12.00-13.00 WIB pararan sinar matahari di wilayah Jabodetabek memiliki indeks UV bahaya sedang, hingga sangat tinggi. Karena itu Anda harus menggunakan pelindung dari sinar matahari agar tidak terkena dampak  negatif dari paparan sinar UV tersebut

Sedangkan paparan sinar matahari pada pukul 14.00 - 15.00 WIB memiliki indeks bahaya rendah hingga sedang, jadi bisa menjadi pilihan waktu yang tepat untuk berolahraga di sekitar rumah, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Syamsul Azhar


Terbaru