CLOSE [X]

Jasa cukur online menjadi solusi di tengah pandemi, ini cerita pelaku usahanya

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:00 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Jasa cukur online menjadi solusi di tengah pandemi, ini cerita pelaku usahanya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 tak terasa sudah tujuh bulan ada di Indonesia. Sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 maka masyarakat sejak awal pandemi disarankan untuk melakukan jaga jarak, bahkan sempat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kebijakan PSBB pada awal pandemi lalu membuat banyak usaha jasa sepi pelanggan, tak terkecuali barbershop. Banyak masyarakat khawatir datang ke usaha jasa seperti barbershop saat pandemi.

Melihat itu beberapa pelaku usaha babershop mulai melakukan inovasi digitalisasi guna meminimalisir kontak dengan pelanggan. Maka muncul layanan barberhome yang bisa dipesan lewat daring.

Belia Eka Wardani CSO TangTing Barberhome menuturkan, TangTing sebenarnya mulai meluncur sebelum pandemi tepatnya pada Desember 2019 lalu.

Baca Juga: Berencana pergi ke salon saat pandemi Covid-19? Ini saran dokter Reisa

Namun, Belia menceritakan bahwa usaha yang dirintis bersama tiga kawannya yaitu Achmad Arif CEO TangTing Barberhome dan Triyana Sudarmanto CFO TangTing Barberhome justru laris saat pandemi.

"Awal buka desember itu sepi sekali, kasih diskon aja sepi. Baru pandemi di bulan Maret sampai lebaran ramai sekali. Kami dirikan TangTing awalnya karena kepikiran kalau usaha offline kan harus bayar sewa tempat dan lainnya. Eh malah kemudian ada pandemi di bulan Maret," cerita Belia kepada Kontan.co.id, Jumat (23/10).

Kini TangTing Barberhome memiliki 5 karyawan untuk layanan potong rambut. Kelima barberman tersebut disebut Belia sebelumnya bekerja di barbershop offline miliknya yaitu Coolio Barbershop.

Saat awal pandemi hingga lebaran Belia menyebut satu barberman bisa melayani 5 - 8 orang untuk potong rambut. Kini karena barbershop offline sudah kembali buka maka sehari hanya 3-4 pesenan satu barberman.

"Jadi Mas Triyana itu punya Coolio Barber Academy, jadi memang ini usaha bersama dengan kawan. Kita juga buat cara bookingnya mengadopsi ojek online jadi mudah. Hanya aplikasi sekarang masih teknologi TWA (Trusted web Activity)," jelas Belia.

TangTing Barberhome kini baru melayani jasa potong rambut di wilayah Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur. Belia menyebut rencananya Desember nanti Tangting Barberhome akan melebarkan sayap ke Malang, Jawa Timur.

Untuk layanan potong rambut di Tangting dibandrol Rp 60.000, dan ongkos jalan si barberman dipatok Rp 15.000 baik di Surabaya atau Sidoarjo. Selain itu TangTing Barberhome juga menyediakan layanan masker wajah, cat rambut, creambath, eyemask, shaving full, dan standar.

"Omzet rata-rata ya di TangTing itu Rp 60 juta sebulan. Tantangan kita itu edukasi soal barber online sebenarnya ke masyarakat kan selama ini kalau cowok biasa datang ya ke barbershop," kata Belia.

Baca Juga: Menyisir peluang laba salon anak muda

Perihal protokol protokol kesehatan, Belia menyebut menjadi fokus utama di TangTing Barberhome. Mulai dari menyemprot disinfektan alat-alat cukur dan potong rambut baik sesudah digunakan maupun sebelum digunakan, penggunaan kain kep potong rambut sekali pakai, hingga APD bagi barberman.

"Kenapa kami ke online? Jadi awal pandemi kami udah sediakan semua APD masker, face shield, sarung tangan, kain kep sekali pakai, disinfektan, hand sanitizer dan lainnya tapi masih sepi. Nah yaudah kita ajak anak-anak buat jemput bola gunain aplikasi TangTing Barberhome yang udah ada," kata Belia.

Ke depan Belia berencana membuka kemitraan untuk TangTing Barberhome. Bagi mereka yang memiliki usaha barbershop atau keahlian di bidang potong rambut dapat bergabung dengan TangTing Barberhome sebagai mitra.

Nantinya untuk kemitraan Belia menyebut akan ada bagi hasil 60% untuk barberman dan 40% untuk manajemen TangTing Barberhome.

"Siapa yang mau gabung, punya kemampuan potong bisa ikut, kita iklankan sediakan, standaririas kualitas potong dan lainnya niatnya mau gitu nanti. Sebelum jalan dia akan sehari praktek di Coolio Barber Academy. Rencana ada aplikasi buat barbermannya nanti. Kayak ojek online aja nanti rencana kita ke depan," jelasnya.

Pelaku usaha barbershop yang berinovasi ke digital ialah Arfin Nur Henditya, pemilik M-barber asal Yogyakarta. M-barber resmi launching pada Juli 2020 dengan delapan karyawan, yang diawali dengan barbershop offline pada 2010 lalu.

"Karena pandemi ini jadi memang terjadi penurunan gaji untuk kapster kami, karena memang lebih banyak di bagi hasil, kami memutuskan bersama untuk jemput bola agar para pegawai tetap dapat menghidupi keluarga nya. Di sisi lain kami pun merasakan ke resehan di pelanggan kami yang masih takut untuk ke barbershop, sehingga memang barber online lah solusinya," cerita Arfin.

M-barber saat ini baru melayani area Yogyakarta. Cara pesan jasa di M-barber pun tak berbeda dengan TangTing Barberhome yaitu seperti memesan ojek online, namun masih berbentuk teknologi TWA.

Tarif yang dibandrol M-barner ialah mulai dari Rp 50.000. Kini saban hari ada 7-10 orang yang memesan jasa M-barber. Namun jumlah tersebut diakui Arfin masih jauh dibanding dengan barbershop offline miliknya yaitu 30 orang dalam sehari. Sayang Arfin belum dalat menyebut berapa omzet yang Ia dapatkan dari jasa barber online tersebut.

Baca Juga: Balada nestapa seniman rambut Garut yang terpangkas ganasnya Covid-19

"Memang belum terlalu ramai, tapi dengan digitalisasi di usaha barber sangat penting, agar memudahkan customer dalam mendapatkan informasi dan mempermudah mendapatkan pelayanan," kata Arfin.

Untuk protokol kesehatan, Arfin yang juga seorang dokter umum menyebut bahwa hal itu jadi prioritas di M-barber. Kapster di M-barber menggunakan face shield dan masker, sarung tangan, dan cape. Sterilisasi alat-alat potong rambut juga selalu dilakukan.

"Rencana ke depan, bila kapster kami sudah tidak mampu back up permintaan customer kami akan membuka pegawai berdasarkan kemitraan, lalu berkembang menjadi aplikasi mobile (bukan web lagi), harapan tersebar tentu tidak hanya melayani area Jogja, tapi se Indonesia," ungkapnya.

Jika belia dan juga Arfin juga memiliki usaha barbershop offline. Berbeda dengan Stevano Gerald pemilik usaha barber online Klipin Indonesia yang fokus pada layanan barber online saja.

Klipin Indonesia merupakan platform yang menyediakan pesan jasa barberhome dan resmi beroperasi pada Juni 2020.

Saat ini cara pemesanan jasa di Klipin Indonesia dijelaskan Stevano masih melalui WhatsApp. Namun, akhir tahun ini Stevano menargetkan alikasi Klipin Indonesia sudah dapat meluncur.

"Kaspter kita ada 6 orang dan masih mau nambah, tapi kita kapster dibagi per area di Bandung. Jadi tiap area ada 2-3 kapster. Kita ingin on demand saat customer mau booking kapster ada. Targetnya bisa 30 kapster tahun ini," jelas Stevano.

Meski edukasi akan platform jasa pesan barber di masyarakat masih jadi tantangan, tapi Stevano menyebut kini sudah mulai banyak pelanggan yang menggunakan Klipin. Dalam sehari satu kapster mampu melayani lima pesanan jasa potong rambut.

Untuk tarif jasa sendiri dibandrol Rp 35.000 sudah termasuk ongkos si kapster, dan ada paket ayah dan anak Rp 50.000. Klipin Indonesia disebut Stevano menyasar pelanggan dari segmen menengah ke bawah.

Sayangnya Stevano tidak merinci berapa omzet yang diperoleh saban bulan dari start up Klipin Indonesia tersebut. Ia hanya mengungkap rata-rata ada 50 pesanan setiap bulannya.

"Kan satu booking itu biasa ga cuma potong rambut satu orang bisa dua atau tiga orang. Ya kira-kira 50 bookingan jasa potong tiap bulan," jelas Stevano.

Sama seperti Belia dan Arfin, Stevano juga ingin mengembangkan Klipin Indonesia dengan konsep kemitraan seperti ojek online. Stevano ingin merangkul para babershop konvensional untuk bergabung dengan Klipin Indonesia.

Tak hanya itu Stevano juga menargetkan tahun depan dapat melebarkan sayap ke kota lain seperti Tasikmalaya, Jawa barat dan Yogyakarta.

"Protokol kesehatan jadi concern kita. Kapster kita kasih hand sanitizer dan disinfektan buat alat harus disemprot sebelum dan sesudah dipakai. Kapster pakai APD, face shield, sarung tangan, bahkan kep kain kita sekali pakai," jelas Stevano.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru