Tokoh

Kisah Iis Sugianto terinfeksi Covid-19: Berawal demam tinggi, lidah mati rasa

Jumat, 18 September 2020 | 07:00 WIB Sumber: Kompas.com
Kisah Iis Sugianto terinfeksi Covid-19: Berawal demam tinggi, lidah mati rasa

ILUSTRASI. Penyanyi senior Iis Sugianto berbagi kisah mengenai dirinya yang pernah dinyatakan positif Covid-19. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/kye/18.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyanyi senior Iis Sugianto berbagi kisah mengenai dirinya yang pernah dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu. Iis Sugianto membagikan pengalamannya sejak awal mengalami gejala hingga selama berjuang melawan virus selama sekitar tiga minggu. 

Berawal dari demam tinggi Iis Sugianto menceritakan awalnya ia mengalami demam dengan suhu yang sangat tinggi, tetapi bisa tiba-tiba kembali normal. 

"Saya memberanikan diri memeriksa ke lab sendiri dan akhirnya dinyatakan sakit tifus. Tapi di hari ketiga demam sangat tinggi 38,7 derajat saya merasa tidak tenang," ungkap Iis Sugianto, dikutip dari kanal YouTube Iis Sugianto New, Rabu (16/9/2020). 

Iis memeriksakan diri lagi ke UGD rumah sakit dan salah satunya, darahnya diambil untuk dicek. Ia juga melakukan tes rapid tetapi hasilnya non reaktif dan masih dinyatakan sakit tifus. Namun, Iis tetap dirawat di rumah sakit dan keesokan harinya dokter penyakit dalam memeriksa kondisinya. 

Baca Juga: Mengenal kesamaan dan perbedaan virus corona dengan influenza

"'Bu Iis kelihatannya hasil thorax paru-paru Bu Iis mencurigakan. Paru-paru Bu Iis seperti ada lendir, ini harus swab test ya," ujar Iis Sugianto mengulangi kalimat dokter. 

Selang beberapa jam hasilnya ia dinyatakan positif Covid-19 dan harus pindah ke rumah sakit khusus penanganan virus tersebut. Pasrah dengan kondisi Setelah dinyatakan positif terinfeksi, Iis Sugianto tentunya terkejut dan langsung memikirkan ketiga anaknya. 

"Yang ada dalam pikiran saya waktu itu adalah anak-anak. Saya dalam keadaan 50% saya sembuh, 50% inilah akhir hidup saya. Dan saya ingin berkirim surat buat anak-anak saya," kata Iis Sugianto. 

Baca Juga: RS Darurat Wisma Atlet masih bisa tampung pasien corona

Iis berujar, surat itu terutama ingin dikirimkannya untuk anak sulungnya yang tinggal di Amerika Serikat. Kata Iis Sugianto, ia ingin menulis pesan terakhir karena banyak realita yang menceritakan pasien Covid-19 harus mengakhiri perjuangannya dengan duka. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru