Edukasi

Marak Produk Pelangsing Online, Ini Pesan Dokter dan BPOM untuk Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:04 WIB
Marak Produk Pelangsing Online, Ini Pesan Dokter dan BPOM untuk Masyarakat

ILUSTRASI. Kepala BPOM Taruna Ikrar (dok./chelsea anastasia)

Reporter: Yudho Winarto  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keinginan menurunkan berat badan dengan cepat kerap membuat produk pelangsing yang menawarkan hasil instan terlihat menggiurkan. Produk semacam ini juga semakin mudah ditemukan melalui penjualan daring dan promosi di media sosial.

Namun, dokter mengingatkan bahwa penanganan obesitas membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Diet ekstrem maupun penggunaan obat pelangsing yang belum jelas keamanan dan izin edarnya justru dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Hal tersebut dibahas dalam Health Corner bertema “Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Obat Abal-abal”, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Fantasy Premier League 2026-2027 Segera Bergulir: Cek Tips untuk Pemula

Diet ekstrem bukan solusi

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Brawijaya, dr Prinindita Artiara Dewi, B.MedSc, Sp.GK, mengatakan, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan dalam upaya menurunkan berat badan adalah memangkas asupan makanan secara ekstrem.

Pola tersebut antara lain hanya makan satu kali sehari atau menghilangkan kelompok makanan tertentu, seperti karbohidrat.

“Misalnya satu kali makan sehari atau memilih-milih makanannya. Jadi tidak mau makan karbohidrat sama sekali, hanya makan protein saja misalnya contohnya seperti itu,” ujar Prinindita dalam keterangannya.

Menurutnya, tubuh tetap membutuhkan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi dengan baik.

Karbohidrat diperlukan sebagai salah satu sumber energi, sedangkan protein berperan sebagai zat pembangun. Selain itu, tubuh juga tetap membutuhkan lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Karena kebutuhan setiap orang berbeda, pola makan dalam program penurunan berat badan juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.

“Yang penting itu adalah kita makan cukup sesuai dengan kebutuhan kita. Makanya diperlukan personalize diet untuk setiap masing-masing individu,” jelasnya.

Baca Juga: Intip Kode Redeem Seven Knights Re:Birth Agustus 2026, Ada Potensi Hadiah Berlimpah

Obesitas bukan sekadar kurang disiplin

Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia dr Riyanny Meisha Tarliman mengatakan anggapan bahwa obesitas semata-mata disebabkan kurangnya disiplin juga perlu diluruskan.

Menurutnya, obesitas merupakan penyakit kronis yang dipengaruhi berbagai faktor kompleks, mulai dari faktor biologis dan genetik hingga lingkungan.

“Sains menunjukkan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk faktor biologis, genetik, lingkungan, dll., dan seringkali membutuhkan konsultasi dengan dokter,” kata Riyanny.

Ia mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai obesitas agar penanganannya tidak hanya berfokus pada penurunan angka di timbangan.

Dalam hal ini, Novo Nordisk menyediakan platform NovoCare.id untuk memberikan akses terhadap informasi berbasis sains mengenai obesitas sekaligus membantu masyarakat terhubung dengan dokter.

Baca Juga: Gangstar Mirage City Tersedia di Android dan iOS: Hadirkan Latar Kota Futuristik

Sementara itu, Prinindita menjelaskan obesitas berkaitan dengan kelebihan lemak dalam tubuh dan dapat berkembang secara perlahan.

Penyebabnya pun beragam, termasuk gaya hidup, penggunaan obat tertentu, serta gangguan hormonal seperti hipotiroid dan sindrom Cushing.

Karena itu, penanganan obesitas perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat berat badan, tetapi juga perlu mempertimbangkan komposisi tubuh dan kemungkinan adanya penyakit penyerta.

Penanganan obesitas tidak hanya dengan obat

Riyanny menjelaskan, penanganan obesitas memiliki sejumlah pilar, salah satunya perubahan gaya hidup.

Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi farmakologi maupun tindakan operasi bariatrik.

Baca Juga: Barcelona Pulangkan Joao Cancelo, Dikontrak hingga 2029

Pemilihan terapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Dokter perlu mempertimbangkan komposisi tubuh serta penyakit penyerta, seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular.

“Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai,” jelas Riyanny.

Jika upaya menurunkan berat badan secara mandiri telah dilakukan tetapi tidak memberikan hasil, konsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah berikutnya.

Evaluasi diperlukan untuk mengetahui faktor yang mungkin belum tertangani sekaligus menentukan terapi yang sesuai.

Jangan asal konsumsi obat pelangsing

Keinginan mendapatkan hasil cepat juga membuat sebagian masyarakat memilih produk penurun berat badan yang ditawarkan secara online.

Padahal, tidak semua produk yang beredar telah memenuhi persyaratan keamanan dan memiliki izin edar.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof Dr dr Taruna Ikrar, M.Biomed mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap promosi produk kesehatan, termasuk yang dilakukan influencer di media sosial.

Baca Juga: Cek Kode Redeem Untitled Boxing Game per 20 Agustus 2026: Ada Lucky Spins Gratis

Menurut Taruna, promosi produk kesehatan di media sosial terkadang disertai klaim berlebihan atau overclaim. Karena itu, ulasan atau rekomendasi dari influencer tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam memilih obat penurun berat badan.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan obat penurun berat badan dilakukan sesuai ketentuan. Jika suatu obat membutuhkan resep, penggunaannya harus melalui konsultasi dengan dokter.

Prinindita menambahkan, masih terdapat obat yang telah ditarik dari peredaran sejak 2010 tetapi menurutnya masih ditemukan di masyarakat.

Penggunaan obat yang telah ditarik dari peredaran tentu memiliki risiko karena produk tersebut sudah tidak diperbolehkan beredar.

Cek KLIK sebelum membeli

Untuk menghindari produk ilegal atau bermasalah, Taruna mengingatkan masyarakat menerapkan Cek KLIK sebelum membeli obat maupun produk kesehatan.

Cek KLIK mencakup Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.

Masyarakat perlu memastikan kemasan produk dalam kondisi baik. Selanjutnya, periksa label dan informasi mengenai indikasi atau peruntukan produk.

Baca Juga: Inter Milan Jadi Favorit Pertahankan Scudetto, Persaingan Serie A Makin Terbuka

Konsumen juga perlu memastikan produk memiliki izin edar serta belum melewati tanggal kedaluwarsa.

“Pastikan kata BPOM yang kedua tentu. Apa kata BPOM? Pastikan cek klik, kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa,” ujar Taruna.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap barcode yang tercantum pada kemasan. Jika setelah dipindai justru mengarah ke laman yang tidak berkaitan dengan BPOM, produk tersebut patut dicurigai dan dapat dilaporkan.

Jangan mengejar hasil instan

Riyanny menekankan bahwa penanganan obesitas membutuhkan waktu karena obesitas merupakan penyakit kronis.

“Namanya kronis tidak dari kemarin tiba-tiba hari ini saya obes, maka penyelesaiannya juga tidak kemudian hari ini besok saya selesai. Pengelolaan obesitas harus berbasis sains, melibatkan tenaga kesehatan, dan mempertimbangkan dampak dan manfaat jangka panjang (long-term health),” tuturnya.

Perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan secara bertahap agar dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Misalnya, pada orang yang sudah mengalami gangguan lutut, jenis olahraga perlu disesuaikan agar aktivitas fisik tetap dapat dilakukan tanpa memperburuk kondisi tersebut.

Prinindita menambahkan, konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam menjalani terapi obesitas. Tujuannya bukan hanya menurunkan berat badan, tetapi juga mempertahankan hasil tersebut dan mencegah berat badan kembali meningkat.

“Memang diperlukan konsisten yang pertama itu sangat penting sekali, istikomah, dan juga komitmen,” pungkas Prinindita.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Terbaru