KONTAN.CO.ID - Timnas Maroko tidak hanya mengincar kemenangan saat menghadapi Haiti pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (24/6/2026), tetapi juga memburu tambahan gol demi merebut posisi puncak klasemen dari Brasil.
Maroko saat ini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, hasil imbang melawan Brasil dan kemenangan atas Skotlandia.
Baca Juga: Piala Dunia: Messi Catat Penampilan ke-201, Argentina Ubah Satu Pemain Lawan Austria
Performa tersebut melanjutkan tren positif Singa Atlas sejak mencetak sejarah sebagai tim Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia di Qatar 2022.
Pada pertandingan lainnya, Brasil akan menghadapi Skotlandia secara bersamaan di Miami. Jika Maroko dan Brasil sama-sama meraih kemenangan, penentuan juara Grup C akan ditentukan oleh selisih gol.
Saat ini, Brasil memiliki keunggulan selisih gol setelah membungkam Haiti 3-0 pada laga sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Maroko harus tampil agresif jika ingin menggeser posisi Selecao dari puncak klasemen.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menilai Haiti tetap menjadi lawan yang tidak bisa diremehkan meski sudah dipastikan tersingkir dari turnamen.
"Itulah indahnya Piala Dunia. Kami menghadapi berbagai gaya permainan dari tim yang berbeda dan harus mampu beradaptasi," ujar Ouahbi.
Baca Juga: Kompas Luncurkan Buku Militer Pemikir, Pemikir Militer, Soroti Gagasan Reformasi TNI
Puncak Grup Jadi Target Penting
Status juara Grup C dinilai sangat penting karena akan memengaruhi lawan yang dihadapi pada fase gugur.
Juara grup akan bertemu runner-up Grup F, sementara tim peringkat kedua Grup C harus menghadapi juara Grup F.
Persaingan di Grup F sendiri masih terbuka dengan tiga tim yang berpeluang lolos, yakni Netherlands, Japan, dan Sweden.
Bagi Maroko, kemungkinan bertemu Belanda juga memiliki makna tersendiri mengingat besarnya komunitas diaspora Maroko di negara tersebut. Selain itu, tiga pemain dalam skuad Maroko saat ini lahir di Belanda.
Baca Juga: Kelezatan yang Terendam di Porsi Kwetiau Sapi Siram Bang Rusdi
Haiti Tetap Bertekad Tampil Maksimal
Di sisi lain, Haiti menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan dari Skotlandia dan Brasil.
Meski demikian, pelatih Haiti, Sebastien Migne, menegaskan timnya tidak akan menganggap laga terakhir sebagai formalitas semata.
Haiti kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian lebih dari 50 tahun sejak partisipasi terakhir mereka pada 1974.
Karena itu, Migne ingin para pemainnya tetap menunjukkan semangat juang hingga pertandingan terakhir.
Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Aktif Lewat Lari, BrookFarm Run 2026 Targetkan 5.000 Peserta
"Apakah kami berhak mengabaikan sebuah pertandingan? Tentu tidak," tegas Migne.
Dengan ambisi merebut puncak klasemen dan menghindari lawan berat di fase gugur, Maroko diperkirakan akan tampil menyerang sejak menit awal.
Namun Haiti bertekad menutup perjalanan mereka di Piala Dunia dengan penampilan terbaik meski peluang lolos sudah tertutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News