CLOSE [X]

Misteri tubuh manusia: Kenapa keringat rasanya asin?

Jumat, 13 September 2019 | 20:17 WIB Sumber: Kompas.com
Misteri tubuh manusia: Kenapa keringat rasanya asin?

ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan olahraga lari


KONTAN.CO.ID - Ketika Anda berkeringat setelah berolahraga atau karena cuaca yang amat panas, keringat tanpa sengaja menetes dan bisa saja masuk ke mulut. 

Sebagian orang yang pernah mengecap keringat, pasti akan mengatakan rasanya asin. Namun tahukah Anda kenapa rasa keringat asin? 

Memahami keringat 

Untuk diketahui, keringat merupakan cara tubuh untuk menormalkan suhu tubuh. Saat kita banyak beraktivitas dan bergerak, seperti melakukan olahraga, suhu tubuh akan naik. 

Baca Juga: Lima tips agar tetap fokus di tengah lingkungan kerja yang sibuk

Untuk menstabilkan suhu tubuh yang naik kembali normal, kelenjar keringat akan melepaskan keringat sehingga panas menguap melalui kulit. Proses ini disebut dengan regulasi temperatur (thermoregulation). 

Keringat ini sebagian besar diproduksi oleh kelenjar ekrin. Sisanya, yaitu di sekitar ketiak dan sekitar alat kelamin diproduksi oleh kelenjar apokrin. Keringat dari kelenjar ekrin mengandung garam. Inilah sebabnya kenapa keringat akan terasa asin. 

Baca Juga: Agar terhindar dari serangan jantung, simak beberapa hal ini

Untuk lebih jelas, mari bahas satu per satu kandungan keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin berikut ini. 

  • Protein. Protein yang dikeluarkan bersama keringat ini membantu meningkatkan pertahanan sistem kekebalan tubuh dan memperkuat kulit. 
  • Urea (CH4N2O). Zat limbah ini diproduksi oleh hati ketika memproses protein tertentu. Urea dikeluarkan melalui keringat untuk mencegah terjadinya penumpukan. 
  • Amonia (NH3). Zat buangan yang diproduksi ginjal ketika menyaring nitrogen dalam urea dari hati. Natrium (Na+). Zat ini dikeluarkan bersama keringat agar kadar natrium dalam tubuh tetap seimbang. 
  • Natrium inilah yang disebut sebagai garam. Kandungannya cukup banyak dalam keringat, itulah kenapa keringat rasanya asin. 

Sementara itu, keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin cenderung mengandung lemak. Ketika lemak dipecah oleh bakteri, akan ada zat buangan yang berbau. Keringat inilah menyebabkan bau badan pada seseorang. 

Editor: Noverius Laoli

Terbaru