KONTAN.CO.ID - Bagi Neymar, Piala Dunia 2026 kemungkinan bukan lagi menjadi awal baru dalam kariernya, melainkan panggung terakhir untuk menutup perjalanan panjang sebagai salah satu pesepak bola terbesar yang pernah dimiliki Brasil.
Melansir Reuters Senin (1/6/2026), di usia 34 tahun, Neymar kembali mendapat panggilan ke tim nasional Brasil dari pelatih anyar Carlo Ancelotti setelah hampir tiga tahun absen.
Baca Juga: Harry Kane Jadi Tumpuan Inggris untuk Mengakhiri Penantian Gelar Piala Dunia
Namun, peluang tampilnya sang penyerang masih dibayangi persoalan kebugaran setelah ia melewatkan sesi latihan pertama tim pekan lalu guna menjalani pemeriksaan cedera betis.
Neymar terakhir kali memperkuat Brasil pada 2023 saat mengalami cedera lutut serius dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Uruguay.
Sejak malam nahas tersebut, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil itu telah menghabiskan lebih dari 600 hari berkutat dengan berbagai cedera, baik saat bermain di Arab Saudi maupun setelah kembali ke klub masa kecilnya, Santos FC, pada tahun lalu.
Kepulangannya ke Santos diharapkan menjadi momentum kebangkitan karier. Namun, serangkaian cedera baru dan berbagai kontroversi membuat Neymar kesulitan menemukan performa terbaiknya.
Sepanjang tahun ini, Neymar mencatatkan enam gol dan empat assist dalam 15 pertandingan.
Meski demikian, kondisi fisiknya masih terus dipantau ketat dan ia belum pernah tampil dalam lebih dari empat pertandingan beruntun sejak menjalani operasi lutut lanjutan pada Februari lalu.
Baca Juga: Daftar Kode Redeem ML Juni 2026: Masih ada yang Bisa Diklaim, Cek Sekarang
Pro dan Kontra Pemanggilan Neymar
Masuknya nama Neymar dalam skuad pilihan Ancelotti memicu perdebatan luas di Brasil.
Ketika Ancelotti mengumumkan skuad pertamanya di Museum of Tomorrow, Rio de Janeiro, pada 18 Mei lalu, suasana tegang langsung berubah menjadi sorak sorai ketika nama Neymar disebutkan.
Baca Juga: Arsenal Rayakan Gelar Premier League Setelah 22 Tahun, Ratusan Ribuan Fans Berpesta
Pelatih asal Italia itu tampaknya memilih memadukan pertimbangan teknis dan emosional dengan kembali mempercayakan peran penting kepada pemain yang selama lebih dari satu dekade menjadi simbol sepak bola Brasil.
Rekan-rekan setim Neymar secara terbuka mendukung kepulangannya. Namun, para suporter masih terbelah antara loyalitas terhadap sang idola dan kekhawatiran apakah kondisi fisiknya masih mampu memenuhi tuntutan permainan modern.
Empat Piala Dunia dan Banyak Luka
Piala Dunia menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Neymar.
Pada edisi 2014 yang digelar di Brasil, Neymar mencetak empat gol dalam lima pertandingan sebelum cedera punggung akibat benturan dengan pemain Kolombia memaksanya absen pada semifinal yang berakhir tragis dengan kekalahan 1-7 dari Jerman.
Empat tahun kemudian di Rusia, Neymar datang dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih dari cedera kaki saat membela Paris Saint-Germain.
Baca Juga: Inilah Daftar Kode Redeem Fish It Terbaru Mei 2026 lengkap Cara Klaim di Roblox
Brasil akhirnya tersingkir di perempat final setelah kalah dari Belgia.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ekspektasi kembali membumbung tinggi setelah Neymar tampil impresif bersama PSG.
Namun, cedera pergelangan kaki saat menghadapi Serbia kembali mengganggu performanya sebelum Brasil tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia di babak perempat final.
Tantangan di Era Ancelotti
Kini, Neymar sudah tidak lagi berada di puncak performanya. Selain faktor usia, ia juga harus beradaptasi dengan pendekatan taktik Ancelotti yang mengandalkan tekanan tinggi dan intensitas permainan yang besar.
Dalam wawancara dengan Reuters pada awal Mei, Ancelotti menegaskan bahwa tim Brasil harus mampu menekan lawan secara agresif dan bekerja keras sepanjang pertandingan.
Filosofi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Neymar yang masih berusaha memulihkan kondisi fisik dan kepercayaan dirinya.
Baca Juga: PSG Juara Liga Champions Dua Musim Beruntun, Luis Enrique Dipuji Ubah Mentalitas Tim
Meski demikian, Ancelotti optimistis Neymar dapat siap tampil saat Brasil menjalani laga pertama mereka pada 13 Juni mendatang.
Terlepas dari apakah Neymar nantinya menjadi pemain inti atau sekadar simbol emosional di ruang ganti, kehadirannya tetap memberikan warna tersendiri bagi perjalanan Brasil menuju Piala Dunia 2026.
Bagi Neymar, turnamen ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mewujudkan impian yang selama ini belum tercapai: mengantar Brasil kembali meraih gelar juara dunia setelah penantian panjang sejak 2002.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News