CLOSE [X]

Redam Denmark 2-1, Inggris tantang Italia di Partai Final Euro 2020

Kamis, 08 Juli 2021 | 07:35 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Redam Denmark 2-1, Inggris tantang Italia di Partai Final Euro 2020

ILUSTRASI. Harry Kane jadi pahlawan usai membawa Inggris ke partai Final Euro 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tim nasional sepak bola Inggris mencetak sejarah setelah mampu melenggang ke partai final Piala Eropa (Euro) 2020. 

The Three Lions berhasil menumbangkan Denmark pada babak semifinal yang digelar di Stadion Wembley, London, Kamis (8/7) dini hari.

Meski bermain di kandang, Inggris harus bersusah payah. Denmark dan Inggris saling jual beli serangan sejak awal laga. Bahkan, sorak sorai pendukung Tim Dinamit lebih dulu meledak.

Pada menit ke-30, Mikkel Damasgaard sukses mengeksekusi tendangan bebas yang meluncur mulus menjebol gawang Inggris yang dijaga Jordan Pickford. Gol yang membawa Denmark unggul 1-0 ini pun menjadi noda bagi rekor cleansheet Inggris, yang sebelumnya tak pernah kebobolan dalam lima pertandingan di Euro 2020.

Baca Juga: Singkirkan Spanyol lewat adu penalti, Italia pastikan satu tempat di Final Euro 2020

Tersengat oleh gol Damasgaard, Inggris kembali tancap gas untuk membombardir Tim Dinamit. The Three Lions pun beberapa kali mencetak peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol.

Usaha Inggris membuahkan hasil pada menit ke-39. Bukayo Saka yang menyisir sisi kiri pertahanan Denmark melontarkan umpan ke depan gawang. Sayang, kapten Denmark Simon Kjaer tak sempurna memotong bola sehingga malah membobol gawang sendiri. 

Babak pertama pun ditutup dengan skor sama kuat, 1-1. 

Berlanjut di babak kedua, Inggris dan Denmark sama-sama ngotot untuk mencuri gol. Obral serangan silih berganti ditunjukkan kedua tim. Namun, meski saling melancarkan serangan yang mengarah dan mengancam gawang lawan, belum ada gol yang tercipta hingga akhir laga di waktu normal.

Duel pun harus berlanjut ke babak tambahan waktu. Pada 15 menit pertama extra time, Inggris langsung mengambil inisiatif untuk mendominasi permainan. 

Raheem Sterling menjalankan tugasnya sebagai juru gedor lini depan Inggris. Manuver lincah Sterling terpaksa harus dihadang oleh lini belakang Denmark. Sterling dijatuhkan di dalam kotak penalti.

Sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit asal Belanda Danny Makkelie akhirnya memberikan hukuman penalti. Kapten timnas Inggris Harry Kane maju sebagai eksekutor.

Kane hampir gagal menjalankan tugasnya setelah sepakannya berhasil terbendung oleh penjaga gawang Denmark, Kasper Schmeichel. Beruntung, kapten Tottenham Hotspur ini sigap menyambar bola yang terpantul dan tetap mencetak gol untuk membawa Inggris unggul 2-1 pada menit ke-104.

Pada sisa laga, Denmark berupaya menggempur lini belakang Inggris yang mulai mengendurkan serangan. Inggris pun sebenarnya memiliki sejumlah peluang yang membuat lini belakang Denmark ketar-ketir.

Baca Juga: Lolos ke Final Euro 2020, Ini 4 Fakta Menarik Timnas Italia

Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan 120 menit itu selesai, tak ada gol baru yang tercipta. Inggris pun menutup laga dengan kemenangan 2-1 dari Denmark.

Berkat hasil tersebut, Inggris sukses mencetak sejarah untuk pertama kalinya melaju ke partai final Piala Eropa. Di partai puncak, Inggris akan menantang Italia yang sehari sebelumnya sudah memastikan tempat terlebih dulu setelah membungkam Spanyol lewat drama adu penalti.

Disebut-sebut sebagai negara kelahiran sepak bola modern, penggemar Inggris pun mengusung tagline "It's Coming Home" guna menyemangati tim asuhan Gareth Southgate agar bisa memboyong trofi Euro 2020. 

Tak mau kalah, di lini masa beredar tagline tandingan yakni "It's Coming to Rome" untuk mendukung Italia supaya kembali meraih juara Euro setelah terakhir kali melakukannya pada tahun 1968.

Tim mana yang akan menang? Semuanya akan ditentukan dalam pertandingan final Inggris vs Italia yang akan kembali digelar di Stadion Wembley pada Senin (12/7) dini hari WIB nanti.

 

Selanjutnya: Bos Rans Cilegon FC curhat soal nasib bisnis sepak bola gara-gara tak ada kompetisi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru