Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Senegal memastikan gelar juara Piala Afrika (AFCON) setelah menaklukkan tuan rumah Maroko 1-0 lewat babak tambahan waktu, dalam laga final yang diwarnai insiden kontroversial dan situasi nyaris farcical, Minggu (18/1/2026).
Gol kemenangan Senegal dicetak gelandang Pape Gueye pada menit ke-94. Gol tersebut hadir setelah Maroko menyia-nyiakan peluang emas untuk menang di waktu normal, ketika Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti pada menit-menit akhir setelah laga sempat tertunda selama sekitar 14 menit.
Kontroversi bermula lima menit memasuki injury time, ketika wasit Jean-Jacques Ndala asal Kongo menunjuk titik putih usai meninjau VAR.
Baca Juga: Puluhan Ribu Fans Batalkan Tiket Piala Dunia 2026, Ini Pemicunya
Diaz dinilai dijatuhkan bek kanan Senegal, El Hadji Malick Diouf, saat situasi sepak pojok.
Keputusan tersebut memicu protes keras. Pelatih Senegal Pape Bouna Thiaw memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan.
Kapten sekaligus bintang tim Sadio Mane kemudian berperan besar membujuk rekan-rekannya untuk kembali bermain.
Ketegangan meningkat ketika ofisial dan pemain dari kedua kubu terlibat adu argumen di pinggir lapangan.
Setelah laga kembali dilanjutkan, Diaz justru mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka yang lemah. Bola dengan mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Rating Culture di TheoTown dan Mengapa Itu Penting
Gol Tambahan Waktu Tentukan Juara
Kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik. Pada awal babak tambahan waktu, Pape Gueye melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Maroko Yassine Bounou, memastikan kemenangan Senegal sekaligus gelar juara.
Hasil ini menjadi gelar kedua Senegal dalam tiga edisi terakhir Piala Afrika, sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Maroko dalam 27 pertandingan internasional.
Bagi Maroko, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka di turnamen ini, yang baru sekali mereka menangi sekitar 50 tahun lalu.
Baca Juga: Terbaru! 12 Kode Redeem Genshin Impact Luna IV Januari 2026: Ada Reward Primogem
Laga Cepat dan Penuh Tekanan
Final berlangsung dengan tempo tinggi dan jual beli serangan. Kedua kiper tampil gemilang, dengan Bounou dan Mendy sama-sama melakukan sejumlah penyelamatan krusial.
“Kami benar-benar ingin menang di sini,” ujar Pape Gueye. “Pertandingannya sangat sulit, tapi kami memberikan segalanya.”
Maroko nyaris unggul di babak pertama ketika Ayoub El Kaabi lolos ke depan gawang, namun peluang itu terbuang karena rekannya Ismael Saibari sudah berada dalam posisi offside. El Kaabi kembali gagal memanfaatkan peluang emas di menit ke-58, saat sepakannya melebar meski berada dalam posisi ideal.
Baca Juga: Cara Download TheoTown PC dan Link Resmi, Mau Coba Game Simulasi Membangun Kota?
Senegal sempat mencetak gol pada menit kedua injury time, tetapi dianulir karena pelanggaran Abdoulaye Seck terhadap Achraf Hakimi dalam proses terjadinya gol.
Pelatih Maroko Walid Regragui mengaku kecewa dengan hasil akhir dan jalannya laga. “Kami sangat kecewa untuk seluruh rakyat Maroko.
Ketika mendapat penalti di menit terakhir, kemenangan terasa begitu dekat,” katanya. “Kami memberi selamat kepada Senegal, meski apa yang terjadi saat penalti itu diberikan mencoreng citra sepak bola Afrika.”
Selanjutnya: Jadwal KRL Solo-Jogja pada 19-23 Januari 2026, Simak Jam Malamnya
Menarik Dibaca: Jadwal KRL Solo-Jogja pada 19-23 Januari 2026, Simak Jam Malamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
