Sudah bulat, keputusan Messi kini hanya ingin pindah dari Barcelona

Selasa, 01 September 2020 | 09:19 WIB   Penulis: Bimo Kresnomurti
Sudah bulat, keputusan Messi kini hanya ingin pindah dari Barcelona

ILUSTRASI. Sudah bulat, keputusan Messi kini hanya ingin pindah dari Barcelona. REUTERS/Albert Gea/File Photo


KONTAN.CO.ID - BARCELONA. Kandidat presiden Barcelona terbaru, Toni Freixa angkat bicara soal transfer Lionel Messi. Menurut Freixa keputusan Messi sudah bulat dan tidak bisa diganggung gugat. Freixa berpendapat Messi akan segera berpindah klub musim ini dan kemungkinan besar bergabung dengan Manchester City.

Mengutip dari situs Onefootball.com, Freixa berpendapat bahwa pasukan Pep Guardiola saat ini memimpin perburuan untuk merekrut Messi. Superstar berusia 33 tahun itu telah menyerahkan permintaan transfer untuk meninggalkan Barcelona.

Baca Juga: LaLiga menghadang, kini hanya ada 2 cara Messi pergi dari Barcelona

"Saya pikir kemungkinan pindah ke City, dengan Pep, Messi mengalami tahun-tahun paling cemerlang di Barcelona. Masuk akal jika keduanya bekerja sama lagi. City, seperti hampir semua klub Inggris, juga memiliki sarana finansial untuk membangun tim yang bisa memenangkan apa pun." ujar Freixa dikutip dari situs onefootball.com

"Seperti yang saya dengar dari beberapa sisi, keputusan yang diambil oleh Messi adalah keputusan yang telah matang selama beberapa tahun dan tidak dapat dibatalkan. Saya tidak percaya bahwa akan ada kemunduran," kata Freixa, salah satu eks-petinggi Barcelona saat ini.

Freixa mengaku Messi merupakan pemain yang berjuang untuk sukses bersama sebuah tim. Messi membutuhkan tim untuk sebuah kesuksesan  “Sejak treble pada 2015, kesuksesan Liga Champions hilang. Itulah yang menjadi perhatiannya. Keputusan itu karena perkembangan olahraga negatif tim dalam beberapa tahun terakhir. " ungkap Freixa soal Messi.

Toni Freixa

Messi diketahui telah mangkir dari latihan perdana bersama skuad Barcelona pada Senin waktu setempat. Tercatat, hanya 19 pemain yang menjalani latihan perdana tersebut.

Sebelumnya Messi juga tidak hadir pada tes PCR hari Minggu di Barcelona. Pihak Barcelona tentunya menganggap Messi masih menjadi pemain klubnya, sehingga Messi kemungkinan akan dijatuhi sanksi disiplin. Hal ini karena Messi berstatus pemain Absent without leaves (AWOL).

Baca Juga: Dalam waktu dekat Messi bakal bicara masa depan di Barcelona dan hubungan dengan City

Situasi semakin memanas

Pasca pihak LaLiga merilis pernyataan resmi tentang kontrak dan transfer, hubungan Lionel Messi dengan Barcelona semakin memanas.

Pernyataan LaLiga telah memihak Barcelona dan mengklaim bahwa, Messi tetap terikat kontrak dan hanya dapat dibebaskan dari kesepakatan dengan klausul tertentu. 

Kesepakatan tersebut terjadi ketika sebuah klub menyetorkan klausul pembelian Messi sebesar € 700 juta atau sekitar Rp 12 triliun. Pernyataan tersebut juga menepis permintaan Messi untuk meninjau ulang kontraknya untuk pergi dari Barcelona dengan status bebas transfer.

Mengutip dari situs Sport.es, pernyataan dari LaLiga terdiri dari dua poin yang menyinggung persoalan kontrak dan aktifnya besaran klausul Messi. Menurut pihak LaLiga, kontrak Messi harus sesuai dengan Pasal 16 dari Real Decreto 1006/1985. Pasal dalam Peraturan LaLiga tersebut mengatur status pekerjaan dan kondisi atlet profesional dengan klubnya.

LaLiga juga beranggapan bahwa Messi masih menyisakan kontrak hingga 2021 dan jalan keluarnya adalah menebus klausa besaran tersebut. Di sisi lain, Messi akan menghubungi pihak FIFA untuk memberikan suara terkait kebebasan pemain dalam memilih klub. Messi akan menggandeng FIFA sebagai salah satu pihak untuk membebaskannya dari Barcelona.

Melansir dari situs Sport.es, cara Messi untuk keluar dari Barcelona kemungkinan akan melibatkan peran FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membantu Messi. Pihak FIFA dan CAS berkewajiban untuk terlibat saat sebuah klub mengajukan penawaran untuk seorang pemain, termasuk kasus transfer Messi.

Artinya, jika klub seperti Manchester City, PSG atau Juventus meminta FIFA untuk mendapatkan hak untuk merekrut Messi, dan izin internasional, maka pihak FIFA dan CAS kemudian dapat terlibat dalam proses tersebut. FIFA dan CAS memiliki kekuatan untuk mengatakan bahwa Messi merupakan pemain memiliki hak untuk bermain, hingga hak untuk mendapatkan uang dengan bekerja.

Baca Juga: Ada 5 alasan kuat Messi ingin segera tinggalkan Barcelona

Namun, pihak FIFA maupun CAS tidak bisa memutuskan harga yang pantas untuk klausul Messi. Jika Barcelona ingin mengikat Messi tetapi tidak mencapai kesepakatan, maka perlu melalui pengadilan untuk memutuskan berapa harga yang dapat diterima untuk Messi.

Pengadilan akan mempertimbangkan panjang kontrak usia, hingga penghasilan, dan berapa biaya pribadi untuk Barcelona ketika mereka tidak mendapatkan layanan Messi.

Sedangkan pelatih Barcelona Ronald Koeman menegaskan Messi adalah bagian penting dari Barcelona. Namun, ketika Messi tidak menunjukkan niatnya bertahan, Koeman rela melepaskan topskor Barcelona sepanjang masa tersebut.

Pihak tim hukum Messi kini hanya menginginkan kepergian kliennya dari Barcelona dilakukan dengan cara yang hormat dan ramah, tetapi pihak Barcelona sejauh ini menolak untuk mengalah dengan mudah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Bimo Kresnomurti

Terbaru