HOME

Bakal akuisisi Supreme, produsen sepatu Vans tawarkan US$ 2,1 miliar

Rabu, 11 November 2020 | 09:00 WIB   Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Bakal akuisisi Supreme, produsen sepatu Vans tawarkan US$ 2,1 miliar

VFC sendiri memperkirakan, pasar streetwear saat ini menjadi lebih luas dengan peluang global sekitar US$ 50 miliar dan Supreme bereda di pusat pasar ini. Pejabat VFC menambahkan, kesepakatannya dengan Supreme akan membantu perusahaan meningkatkan bisnis e-niaga, yang kini menjadi sasaran utama konsumen dan pembuat pakaian selama masa pandemi Covid-19. 

Supreme juga sudah berkolaborasi dengan banyak nama fesyen terkemuka, termasuk Louis Vuitton serta Nike, Levi dan Vans. Selain itu 60% dari pendapatannya diakui berasal dari bisnis online. 

Adapun, rencana akuisisi ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2020. Aksi tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi setidaknya US$ 500 juta pendapatan dan laba per saham yang disesuaikan sebesar 20 sen pada tahun fiskal 2022. 

Baca Juga: Di marketplace sneakers ini, Nike Jordan paling laku, Adidas menguntit

Supreme tidak memberikan angka penjualan atau keuntungan Grup. Tetapi cabang Eropa yang berbasis di Inggris punya kewajiban untuk menerbitkan akun laporan tahunan dan berdasarkan data itu Supreme mencatat pertumbuhan yang cepat dan margin tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di industri. 

Pada akhir tahun hingga Januari 2019, bisnis Supreme di Eropa berhasil meraup laba US$ 130 juta meskipun hanya memiliki dua toko. Adapun margin keuntungan, sebelum biaya bunga sebesar 44%, angka itu dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri. Merek streetwear lain seperti Vans, Abercombie & Fitch atau merek mewah seperti Gucci bahkan tidak bisa memperoleh margin setinggi itu. 

Analis pun mulai bertanya-tanya mengenai rencana Supreme ke depan. Terutama soal harga premiumnya, lantaran produknya saat ini menjadi lebih banyak.

"Supreme adalah merek streetwear yang kuat. Meskipun merek tersebut telah membangun daya tariknya pada kelangkaan, kami yakin pasar akan bersemangat dengan profit margin dan pertumbuhan serta kontribusi terhadap VFC," kata analis Bernstein, Jaime Merriman. 

 

Selanjutnya: Prospek investasi sneakers di tengah pandemi corona (covid-19)

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru