Jelang MotoGP Le Mans 2020: Vinales klaim revisi jadwal GP Perancis menguntungkan

Jumat, 09 Oktober 2020 | 16:19 WIB   Penulis: Bimo Kresnomurti
Jelang MotoGP Le Mans 2020: Vinales klaim revisi jadwal GP Perancis menguntungkan

ILUSTRASI. Jelang MotoGP Le Mans 2020: Vinales klaim revisi jadwal GP Perancis menguntungkan. REUTERS/Massimo Pinca

KONTAN.CO.ID - LE MANS. Maverick Vinales mengklaim revisi jadwal MotoGP Prancis akan menjadi peluang yang menguntungkan bagi tim Yamaha. Gelaran MotoGP di Le Mans Perancis nantinya akan didahulukan sebelum terselenggaranya balapan seri Moto2.

Maverick Vinales mengklaim bahwa dirinya akan berjuang di sesi awal balapan. Sehingga hal ini akan memaksanya lebih sering melakukan pemulihan setelah selesai latihan.

Mengutip dari Motorsport.com, masalah hilangnya performa Vinales dalam setiap balapan yakni tingginya jumlah karet pada sirkuit. Hal ini terjadi karena meningkatnya jumlah karet setelah terselenggaranya balapan Moto2. Vinales mengaku hal semacam ini akan menganggu performa tim Yamaha, salah satunya yang dialami saat GP San Marino.

Hal ini terbukti ketika Vinales beralih dari mencetak rekor lap di kualifikasi dirinya mengklaim sebagai "kucing" dalam balapan. Vinales harus puas finish di tempat keenam, atau selisih 5,3 detik dari pemenang balap Yamaha lainnya, Franco Morbidelli.

Perubahan pendekatan dalam latihan untuk balapan kedua di Misano, Vinales mencoba fokus pada penggunaan bahan bakar yang lebih tinggi. Hal ini terbayar saat balapan dengan meraih kemenangan setelah Francesco Bagnaia mengalami kecelakaan.

Baca Juga: Ducati Multistrada V4, motor dengan teknologi radar sensor pertama di dunia

Maverick Vinales menjajal Sirkuit Phillip Island pada latihan bebas MotoGP Australia 2019, 27 Oktobe

“Le Mans adalah trek di mana kami terbiasa dengan grip yang baik dan berkendara dengan cara yang baik. Tahun lalu di FP dan FP2 tim Yamaha sangat kuat. Ini adalah fakta dan kami perlu mencoba untuk memahami terutama jika sebelum balapan Moto2 perasaannya sama atau tidak, karena biasanya dalam latihan kami bisa kuat" ungkap Vinales dikutip dari Motosport.com.

Vinales menang di Le Mans pada 2017, sedangkan Yamaha sudah delapan kali menang di era MotoGP modern di GP Prancis. Hasilnya, Vinales yakin ini adalah sirkuit di mana dia bisa memaksimalkan performanya.

Baca Juga: Jelang MotoGP Le Mans 2020: Begini optimisme Quartararo

"Pertama-tama, saya melihat apakah motor baru kami bagus dalam kondisi basah karena sebagian besar latihan akan basah. Dan kemudian, kami akan melihat apakah sebelum Moto2 kami memiliki kondisi yang sama seperti yang kami alami di sesi sebelumnya,"

Keyakinan Vinales untuk maksimal di seri MotoGP Le Mans nanti tidak sebaik dengan kondisi Tim Yamaha saat ini.

Sebanyak enam anggota teknisi tim Yamaha dikabarkan mendapatkan hasil positif pada test Covid-19. Teknisi tersebut salah satunya yakni YZR-M1 Project Leader, Takahiro Sumi. Kini keenam anggota teknisi tim Yamaha harus tertahan di Andorra. 

Sedangkan, kondisi keempat pembalap andalan Tim Yamaha, Fabio Quartararo, Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Franco Morbidelli sudah berhasil mendarat di Perancis.

Melansir dari Crash.net, kabar terakhir dari Tim Yamaha akan segera membentuk tim alternatif untuk tetap memberikan dukungan yang baik melalui teknisi balapan di Le Mans nanti.

Selanjutnya: Jelang MotoGP Le Mans 2020: Valentino Rossi siap ukir catatan terbaik di Prancis

Editor: Bimo Kresnomurti


Terbaru