CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Mencicipi kopi wine khas Toba di Starbucks-nya Pulau Samosir


Minggu, 01 September 2019 / 09:00 WIB

Mencicipi kopi wine khas Toba di Starbucks-nya Pulau Samosir
ILUSTRASI. Rumah Kopi Pardosir


KONTAN.CO.ID - PANGURURAN. Pelesiran ke Danau Toba, enggak lengkap rasanya kalau tidak menikmati kopi khas kawasan yang masuk dalam daftar destinasi wisata super prioritas pemerintah ini. Kawasan bekas kaldera super volcano itu merupakan penghasil kopi arabika, termasuk Pulau Samosir.

Di pulau yang terletak di tengah Danau Toba ini banyak terdapat perkebunan kopi arabika verietas Sigararutang milik rakyat. Sebut saja, di Desa Parbaba Dolok, Kecamatan Pangururan, yang juga merupakan salah satu sentra produksi kopi di Kabupaten Samosir.

Nah, bila ingin mencicipi langsung secangkir kopi panas khas Samosir, silakan Anda mampir ke Rumah Kopi Pardosir. Letaknya di Jalan Simpang Perkantoran Parbaba, tak jauh dari objek wisata Pantai Pasir Putih Parbaba, sekitar 30 menit dari Pangururan, Ibu Kota Samosir.

Kedai kopi ini menawarkan ragam kopi, mulai arabika, sanger, arabika maker, V60 semiwash, V60 honey, V60 wine, hingga moccacino. "Yang jadi favorit pengunjung, salah satunya V60 wine," kata Lumban Sinaga, pemilik Rumah Kopi Pardosir, kepada Tim KONTAN Jelajah Ekonomi Pariwisata 2019, pertengahan Agustus lalu.

Baca Juga: Menikmati kuliner Toba yang khas lagi unik

V60 maksudnya metode seduh dengan mengandalkan saringan dan dripper yang berbentuk kerucut. Tentu, Anda bisa melihat langsung proses penyeduhannya Rumah Kopi Pardosir.

Betul saja, sesuai namanya, saat mencecap, ada aroma dan rasa wine yang melekat, meski tidak terlalu kuat. Lebih dominan asam tapi segar.

Menurut Sinaga, aroma dan rasa wine pada kopi berasal dari proses pemetikan. "Petik buah kopi yang merah betul atau fruty. Lalu, roasting medium light, aroma dan rasa wine lebih terasa," ungkapnya membagi resep.

Baca Juga: Menuju Bali Baru, Danau Toba terus bersolek

Yang menarik lagi unik, kedai ini menyediakan kopi wine hasil fermentasi setidaknya selama lima bulan. Kalau yang ini, rasanya lebih mirip wine ketimbang kopi.

Kopi wine fermentasi merupakan hasil kreasi Sinaga. "Saya coba-coba, belajar sendiri. Biar jadi, minimal lima bulan proses fermentasinya. Setiap bulan tambah gula yang banyak, raginya sedikit," ujarnya yang menambahkan, produksinya masih sedikit.


Reporter: Ratih Waseso, SS. Kurniawan
Editor: S.S. Kurniawan
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.2062

Close [X]
×