Kuliner

Mengenal Gochujang, saus pedas yang ada di kuliner khas Korea

Minggu, 23 Agustus 2020 | 10:00 WIB   Reporter: Virdita Rizki Ratriani
Mengenal Gochujang, saus pedas yang ada di kuliner khas Korea

KONTAN.CO.ID - Gochujang adalah bumbu berbentuk saus ala Korea Selatan yang terdiri dari cabai merah, bawang putih, fermentasi beras ketan, pasta kedelai, dan sirup jagung. Saus ini merupakan bumbu utama untuk rasa pedas-manis di makanan Korea Selatan. Lantas, apa itu gochujang?

Melansir dari BBC, 19 Agustus 2020, asal kata gochujang adalah gochu yang dalam Bahasa Korea Selatan berarti cabai dan jang artinya pasta atau saus yang difermentasi. 

Gochujang sering digunakan di masakan Korea seperti bibimbap, budae-jjigae, ayam goreng yangnyeom, dan tteokbokki yakni hidangan kue beras yang disajikan panas.

Gochujang sendiri sudah ada sejak akhir abad ke-16 dan dipakai secara luas pada makanan Korea di akhir Dinasti Joseon. Di Korea Selatan, gochujang dijual dalam bentuk mentah, bahan dasar untuk saus, dan bumbu perendam.

Baca Juga: Film Mulan, Disney pilih Lee Soo Hyun AKMU nyanyikan cover OST Reflection versi Korea

Tapi pasta yang kental dan lengket ini ditata ulang dalam kemasan botol untuk pasar Barat, sering dikombinasikan dengan saus lain seperti mayonaise agar lebih dikenal. 

Perusahaan Gochujang di Korea pun telah menghabiskan satu dekade terakhir mengembangkan strategi ekspor mereka. Produsen Gochujang bahkan bekerja sama dengan Institut Penelitian Makanan Korea untuk membuat ukuran kepedasan baru yang disebut GHU (Gochujang Hot-taste Unit). 

Sehingga takhanya digemari di Korea, gochujang juga populer disejumlah negara Barat seperti Inggris dan Amerika Serikat. Pada 2018, nilai ekspor gochujang Korea Selatan mencapai US$ 36,81 juta, naik 15% dari tahun sebelumnya dengan sebagian besar masuk ke Inggris dan AS.

Baca Juga: Wendy Red Velvet kembali setelah lama hiatus karena cedera, ini kata SM Entertainment

Daya tarik utama Gochujang 

Kompleksitas rasa gochujang menjadi daya tarik utama bagi penikmatnya. Gochujang memiliki beberapa rasa yang berbeda yakni pedas sekaligus manis dan asin. 

Rasanya yang tak tergantikan juga membuat sebesar 21% orang Korea Selatan mengemas gochujang saat bepergian ke luar negeri, menurut Kantor Berita Yonhap. 
 
Gochujang Sunchang

Saat ini salah satu wilayah terbaik yang membuat gochujang adalah Sunchang. Ada tiga alasan mengapa gochujang Sunchang begitu bagus dikonsumi. 

Pertama, sebagian besar daerah membuat gochujang di musim semi, tetapi gochujang di Sunchang dibuat selama bulan ke-8 dan ke-9 dan berfermentasi selama musim dingin. 

Kedua, air di wilayah ini enak. Ketiga, Sunchang memiliki lebih dari 77 hari berkabut setiap tahun, udaranya menahan air seperti spons yang baik untuk bakteri dan fermentasi. 

Dan bakteri itu baik untuk tubuh kita. Sejak awal gochujang memang digunakan sebagai bahan pangan obat, terutama untuk masalah pencernaan. 

Sebab, saat ini pun kita tahu makanan fermentasi alami sangat bagus untuk usus, dan kacang Korea berbahan kedelai dikaitkan dengan berbagai manfaat dari menurunkan kolesterol hingga melawan kanker.

Sehingga, pada akhir abad ke-19, gochujang sudah menjadi makanan pokok universal dan dikonsumsi oleh segala usia, bahkan bayi.

Baca Juga: BTS diprediksi jadi brand ambassador Bank Bukopin, inilah profil singkat Bangtan Boys

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru