Sport

Potong gaji karyawan 20% karena virus corona, Tottenham Hotspur dihujat

Rabu, 01 April 2020 | 21:27 WIB Sumber: Kompas.com
Potong gaji karyawan 20% karena virus corona, Tottenham Hotspur dihujat

ILUSTRASI. Ilustrasi Tottenham Hotspur

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Tottenham Hotspur untuk berpartisipasi dalam skema bantuan keuangan pemerintah dianggap tak bermoral. Sebelumnya, White Lily, julukan Tottenham mengumumkan, Chairman Tottenham Daniel Levy dan 550 pekerja klub (non pemain) akan dikenai pemotongan gaji 20% demi mempertahankan pekerjaan mereka di tengah pandemi virus corona. 

Daniel Levy mempunyai gaji tahunan £ 4 juta sekitar Rp 82,5 miliar per tahun dan mendapatkan bonus £ 3 juta tahun lalu setelah stadion baru Tottenham Hotspur selesai tepat waktu. Skema yang dikeluarkan pemerintah Inggris ini bertajuk "The Coronavirus Job Retention Scheme". 

Menurut Pemerintah Inggris, skema ini dapat ditempuh apabila pekerja dan yang mempekerjakan mereka setuju untuk tetap mempertahankan sang pekerja di tengah Covid-19. Sang pemberi kerja akan membayarkan 80% gaji sang pekerja, dengan batas atas gaji £ 2.500 per bulan. 

Baca Juga: Presiden Barcelona beberkan alasan pemangkasan gaji hingga 70% untuk skuad inti Barca

Baca Juga: FIFA siapkan US$ 2,7 miliar untuk bantu finansial klub yang terdampak virus corona

Seorang pekerja akan tetap dibayar dan membayar pajak pendapatan. Namun, mereka tak dapat bekerja selama periode ini. The Coronavirus Job Retention Scheme akan diberlakukan hingga akhir April. 

Nah, yang jadi maslaah, keputusan Daniel Levy ini tak meliputi pengurangan gaji para personel di lapangan. 

Di liga-liga lain, Juventus, Barcelona, Borussia Dortmund, dan Borussie Moenchengladbach menjadi beberapa klub Eropa yang para pemainnya setuju untuk mendapat pemotongan gaji agar dapat menopang para staff non bermain di situasi pandemi virus corona. 

Fakta ini membuat Ketua Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Inggris, Julian Knight, jauh dari senang. 

"Hal ini mengekspos ekonomi gila di sepak bola Inggris dan ketiadaan moral di pusatnya. Mencekik sekali melihat klub-klub terus membayar para pemain mereka ribuan pound per minggu sedangkan para staff dengan bayaran ratusan pound per pekan harus menerima potongan gaji," tuturnya seperti dikutip di BBC. 

Baca Juga: Berbeda dengan Barcelona, Real Madrid tidak akan potong gaji pemain besar-besaran

Baca Juga: Serie A Italia ditangguhkan, pemotongan gaji pemain di depan mata

Setidaknya, Daniel Levy mengutarakan bahwa situasi ini belum definitif. Ia berharap para pemain dapat turut menangguhkan gaji mereka di tengah pandemi virus corona setelah dialog dengan para stakeholder

"Kami berharap diskusi yang tengah berlangsung antara Premier League, PFA (Asosiasi Pesepak Bola Profesional), dan LMA (Asosiasi Manager Liga) akan membuat para pemain dan pelatih juga berkontribusi ke ekosistem sepak bola," tuturnya. 

"Saya tak ragu lagi kami akan melewati krisis ini tetapi hidup perlu waktu untuk kembali ke normal". (Firzie A. Idris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tottenham Potong Gaji Karyawan, Sepak Bola Inggris Dibilang Tak Bermoral".

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru